yamaha-nmax

RADARDEPOK.COM – Tim dosen di Jurusan Teknik Mesin PNJ Selasa 9 Agustus 2022 melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (Pengmas) berbasis Penerapan Iptek Berbasis Masyarakat di Perumahan Politeknik RT 4/5, Keluarahan Beji Timur, Kecamatan Beji, Kota Depok. Lokasi kegiatan tepatnya dilaksanakan di aula asrama mahasiswa PNJ.

Kegiatan pengabdian tahun ini dengan mengangkat tema “Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pembuatan Eco Enzyme Berbasis Limbah Organik Pada Kelompok PKK Perumahan PNJ.”

Tujuan kegitan pengabdian ini untuk memperkenalkan dan melatih kelompok ibu-ibu PKK di lingkungan Perumahan Politeknik tentang cara pembuatan eco enzyme dari limbah organik seperti kulit buah, atau sisa sayuran mentah lainnya. Kegiatan ini diikuti oleh para dosen di Jurusan Teknik Mesin, ibu-ibu PKK di Perumahan Poltek PNJ dan mahasiswa.

Acara dibawakan oleh Andini, mahasiswi semester empat program studi Pembangkit Tenaga Listrik. Dalam sambutannya, Dr. Eng. Muslimin, S.T., M.T., menyampaikan rasa sykurnya karena tahun ini dapat melaksankaan kegiatan pengabdian kembali di lokasi yang sama, setelah beberapa tahun sebelumnya tidak ada.

“Alhamdulillah melalui kegiatan ini, para peserta yakni ibu-ibu PKK bisa langsung belajar dari ahlinya mengenai pembuatan eco enzyme yang diinisiasi oleh bu Tatun. Silakan para peserta bisa belajar secara detail mulai dari alat, bahannya, sehingga nanti menjadi binaan PNJ. Mudah-mudahan nanti bisa berlanjut sampai bisa menjadi penghasilan tambahan,” ujar Muslimin.

Sementara itu, narasumber yang sekaligus pakar dan praktisi Eco Enzyme, Ir. Wahyu Indah Novabriani menyampaikan, Eco enzyme adalah cairan alami yang berasal dari fermentasi sisa buah-buahan atau kulit buahnya, sisa sayur-sayuran, yang dicampur dengan gula merah atau molase, dan air putih. Adapun cara pembuatannya relatif mudah, yakni dengan meyediakan wadah atau bisa juga semacam toples, atau ember besar, untuk ukurannya 1 kg/gr gula merah/gula putih , 3 kg/gr sisa buah/sayur, 10 liter/ml air putih. Semua bahan tersebut dicampur menjadi satu dengan sebelumnya melarutkan gula merah atau molese ke dalam air putih yang sudah disediakan, kemudian iris-iris sisa buah/sayur, setelah tercampur diaduk dan diremas dengan menggunakan tangan langsung di dalam toplesnya.  

Lebih lanjut Wahyu yang juga aktivis  di komunitas Btara Bumi Lestari menuturkan, setelah dirasa cukup, toples bisa langsung ditutup rapat dan diamkan selama 90 hari atau lebih, kemudian bisa dibuka hasil fermentasinya, saring airnya tuang ke dalam botol bersih. Eco enzyme bisa bermanfaat dijadikan pembersih alami lantai, deterjen & pelembut alami, sabun cair alami, sebagai pestisida alami pembersih buah dan sayur, toner dan krim wajah, pengganti pasta gigi dan obat kumur. Air hasil fermentasi tersebut juga bermanfaat untuk alternatif pengobatan luka luar, dan mengatasi berbagai penyakit kulit. Ampas bekas fermentasinya masih bermanfaat sebagai aromatherapy untuk ruangan/mobil, aromanya khas alami seperti wangi herbal. Manfaat lain dari eco enzyme adalah Eco Enzyme dapat memperbaiki kualitas udara sehingga udara menjadi lebih segar, bersih, menghilangkan asap dan bau. Eco Enzyme dapat memperbaiki kualitas air yang sudah tercemar seperti danau, sungai, got, sumur, selokan, dan sungai yang kotor. Eco Enzyme dapat membuat tanah gersang menjadi lahan pertanian, sebagai pupuk atau diaplikasikan pada tanaman yang terkena hama.

Setelah narasumber selesai mempresentasikan materinya, dilanjutkan dengan praktik membuat eco enzyme.

Peserta pelatihan yang berjumah 30 orang dibagi menjadi enam kelompok. Kemudian masing-masing kelompok mempraktikkan cara pembuatan eco enzyme, tim dosen ayng dipimpin oleh Dr. Tatun Hayatun Nufus, M.Si., sebelumnya mempersiapkan bahan dan alat untuk praktik. Selama tahap pelaksanaan praktik para peserta terlihat sangat antusias dan mampu memahami metode penjelasan materi yang telah disampaikan karena memang alat dan bahan sangat mudah diolah.

Dengan adanya kegiatan PkM ini, diharapkan mampu memberikan solusi dalam upaya mengatasi masalah limbah atau sampah rumah tangga dengan cara ramah lingkungan serta lebih bijak yang tidak berdampak negatif seperti selama ini sampah hanya dibiarkan menumpuk dan membusuk. Melalui pelatihan tersebut, pendampingan akan terus dilakukan oleh tim dosen sampai para peserta mahir dan bisa berkelanjutan membuat eco enzyme syukur-syukur bisa diproduksi dalam jumlah banyak, sehingga bisa dijual. (*)

 

Editor : Pebri Mulya