jabar tegur walikota depok
Wagub Jawa Barat (Jabar), Uu Ruzhanul Ulum.

RADARDEPOK.COM – Pernyataan Walikota Depok, Mohammad Idris tentang bergabungnya Kota Depok dengan Provinsi DKI Jakarta mendapat teguran dari Wagub Jawa Barat (Jabar), Uu Ruzhanul Ulum karena dinilai membuat gaduh.

Uu menegaskan, Pemprov Jabar tidak akan melepas Bogor, Depok, dan Bekasi (Bodebek) dan kota atau kabupaten lainnya di Jabar kepada daerah lain. Tak hanya itu, Uu pun meminta Walikota Depok untuk tidak melemparkan pernyataan yang bisa membuat gaduh masyarakat.

Hal ini berkaitan dengan usulan Mohammad Idris agar daerah-daerah penyangga DKI Jakarta digabungkan dengan Jakarta menjadi Jakarta Raya.

“Saya tidak mau berandai-andai, karena itu semua memiliki dampak yang memang sangat luar biasa. Saya selaku orang Jabar tidak mau melepaskan Bodebek ke wilayah lain. Tolong, Pak Walikota, jangan menyampaikan statement-statement yang membuat masyarakat gaduh, dan membuat masyarakat memiliki pikiran-pikiran lain. Karena kata-kata itu seolah-olah mendiskreditkan kami selaku pemerintah dan pimpinan di Jawa Barat,” ujar dia.

Baca Juga  Airlangga Hartarto : Pembangunan SDM dan Digitalisasi Jadi Kendaraan Menuju Ekonomi Baru

Uu mengatakan, kata-kata Walikota Depok ini seolah-olah menyatakan, jika bersama Pemprov Jabar, Kota Depok tidak mendapat pembangunan yang signifikan. Padahal, Depok dan daerah penyangga Ibu Kota sudah menjadi daerah yang lebih maju.

BACA JUGA : 4 Hari Lagi Google Sampai Whatsapp Terancam Diblokir di Indonesia

“Dia beranggapan dengan kata-kata itu, saya menafsirkan Bodebek tidak maju karena bergabung dengan Jawa Barat. Padahal, justru sebaliknya, Bodebek itu adalah daerah yang maju dibandingkan dengan daerah-daerah yang lain yang ada di Jawa Barat ini,” katanya.

Hal ini, lanjut Uu, dibuktikan dengan pendapatan asli daerah atau PAD paling besar di Jabar adalah dari wilayah tersebut.

Uu mengatakan, kemudian infrastruktur yang paling bagus, mulai dari sarana dan prasarana, pendidikan, kesehatan, dan lainnya, yang paling bagus berada di kawasan Bodebek.

Baca Juga  PPP-Demokrat Depok Pastikan Koalisi Harmonis

“Oleh karena itu, jangan menyampaikan hal-hal yang membuat masyarakat memberikan tafsiran bahwa Pemerintah Provinsi tidak berhasil dalam membangun Jabar,” tutur Uu.

Justru sebaliknya, kata Uu, semua kepala daerah harus menguatkan kebersamaan antara Pemprov dengan Pemkot dan Pemkab. Apalagi, Jawa Barat memiliki semangat “Jabar Juara Lahir Batin lewat Inovasi dan Kolaborasi”.

“Kolaborasi adalah kebersamaan antara para kepala daerah dan pimpinan di Jawa Barat ini,” tutur Uu.

Berita sebelumnya, Wali Kota Depok Mohammad Idris mengatakan, usulannya agar daerah-daerah penyangga DKI Jakarta digabungkan dengan Jakarta menjadi Jakarta Raya, berkaitan dengan penerapan Undang-Undang Ibu Kota Negara (IKN).

“Ini harus diluruskan pemahaman Jakarta Raya bahwa isu yang saya lontarkan itu terkait dengan penerapan UU IKN,” kata Idris.

Baca Juga  Anak 6-11 Tahun Kota Depok Mulai Divaksin 24 Desember 2021

Idris mengatakan, sejak 15 tahun dirinya berkiprah di Pemerintahan Kota Depok, persoalan di Jakarta sangat berkaitan dengan daerah Bodetabek, khususnya masalah banjir. Jakarta sudah membuat kanal banjir timur dan kanal banjir barat, tetapi kanal tersebut tak dapat mengatasi masalah banjir.

Di sisi lain, kata Idris, Kota Depok memiliki beberapa aliran sungai yang terhambat sehingga menjadi faktor utama banjir. Aliran sungai itu kerap kali tersendat oleh tumpukan sampah sehingga menyebabkan banjir yang merugikan Kota Jakarta.

“Inilah yang jadi sebuah permasalahan yang harus jadi perhatian kami, makanya saya lontarkanlah isu tentang Jakarta Raya,” kata Idris. (rd/net)

 

Editor : Pebri Mulya