Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa. Foto: Ricardo/JPNN.com
yamaha-nmax

RADARDEPOK.COM – Mabes TNI AD mengerahkan tim untuk membantu penyidikan kasus pembunuhan dan mutilasi warga sipil yang ditemukan di Kampung Pigapu-Logopon, Kabupaten Mimika, Papua, Sabtu (27/8).

Sejauh ini enam oknum anggota TNI AD jadi tersangka kasus mutilasi terhadap dua, dari empat warga sipil yang tewas di Kampung Pigapu, Distrik Mimika Timur itu. Penetapan tersangka oknum tentara itu diakui oleh Komandan Pusat Polisi Militer TNI AD (Danpuspomad) Letjen TNI Chandra W Sukotjo.

“Betul, sudah (enam tersangka),” jawab Letjen Chandra dikonfirmasi wartawan di Jakarta, Senin (29/8). Polisi Militer Kodam (Pomdam) XVII/Cenderawasih sudah menjalankan proses hukum terhadap enam oknum TNI AD yang diduga terlibat. Puspomad juga menurunkan tim penyidik untuk membantu Pomdam XVII/Cenderawasih, sedangkan pelaku sipil ditangani oleh polisi setempat.

Baca Juga  Giat Babinsa Koramil 01/Pancoranmas: Keliling Kelurahan, Woro-Woro Suarakan Serbuan Vaksinasi

Namun, Letjen Chandra belum mengungkap apa motif pelaku karena masih diselidiki tim Pomdam XVII/Cenderawasih. Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa dan Kepala Staf TNI AD (KASAD) Jenderal Dudung Abdurachman yang menerima laporan pembunuhan itu juga telah mengeluarkan perintah.

“Panglima TNI dan Kasad memerintahkan Danpuspomad untuk mengusut tuntas kasus ini,” ujar Letjen Chandra.

Terpisah, Kepala Dinas Penerangan TNI AD Brigjen TNI Tatang Subarna menyebut Subdenpom XVII/Cenderawasih di Mimika saat ini telah mengamankan enam oknum prajurit tersebut. Guna mengungkap keterlibatan oknum anggota TNI AD, Subdenpom XVII/Cenderawasih terus berkoordinasi dengan Polres Mimika . Sementara itu, Pangdam XVII Cenderawasih Mayjen TNI Teguh Muji Angkasa menjelaskan enam anggotanya itu bertugas di Brigif 20 Kostrad.

Baca Juga  Mata Bocah Cipayung Disembur Bisa Kobra

Mereka diduga terlibat pembunuhan yang menewaskan empat warga sipil di Timika, Papua. Dua di antaranya ditemukan dalam kondisi jasad terpisah. Prajurit yang terlibat menurutnya ditahan di sel Denpom Timika. “Motif dan latar belakangnya masih didalami,” ujar Mayjen Teguh Angkasa Jayapura, Senin.

Dia menyebut Kodam XVII Cenderawasih juga bekerja sama dengan Polda Papua untuk mengungkap fakta yang terjadi karena hukum harus ditegakkan. “Tim bahkan sudah melakukan pemeriksaan terhadap keenam prajurit,” ucap Mayjen Teguh.(jpnn/rd)