pengabdi setan fix
SERAM : Bangunan rumah susun yang mangkrak, di Kalimalang, Bekasi Barat, Kota Bekasi. Bangunan tersebut mendadak viral setelah menjadi lokasi syuting film Pengabdi Setan 2. ist
yamaha-nmax

RADARDEPOK.COM, BEKASI – Kesuksesan film Pengabdi Setan 2 ternyata turut pula dirasakan oknum-oknum tak bertanggungjawab. Mereka ingin meraup rupiah dari film yang digarap Joko Anwar tersebut.

Seperti yang terjadi di bangunan rumah susun yang mangkrak, di Kalimalang, Bekasi Barat, Kota Bekasi. Bangunan tersebut mendadak viral setelah menjadi lokasi syuting film tersebut. Masyarakat pun penasaran untuk menyambangi tempat tersebut.

Disinilah letak masalahnya. Oknum petugas kemananan setempat mengambil kesempatan dengan memungut uang kepada para pengunjung. Bahkan wartawan yang meliput tak luput dari kutipan.

Mereka memanfaatkan rasa penasaran masyarakat dan juga kehadiran wartawan yang datang untuk memenuhi tugas kantor.

Orang-orang yang memungut itu mengaku sebagai petugas keamanan Pasar Sumber Artha yang juga mengaku menjaga rusun itu.

Pada saat ingin melakukan wawancara dengan Koordinator Keamanan tempat tersebut tentang sejarah Serta tempat itu sendiri, dia secara terang-terangan meminta sejumlah uang. “Ada buat rokok-rokoknya sama kopi-kopi kan tapi nantinya ini?” ujar Slamet, kepada awak media yang ingin melakukan wawancara. Wartawan pun setuju.

Usai melakukan wawancara di lantai atas gedung tersebut, para awak media mengumpulkan sejumlah uang yang akan diberikan kepada pihak keamanan tersebut.

“Apa-apaan ini cuman segini? Anak buah saya banyak itu lihat tambahin atuh. Ya Rp300 ribu lah bos,” tegas Slamet.

Tidak hanya para wartawan yang dimintai sejumlah uang, pengunjung lainnya yang ingin ke lokasi tersebut juga dimintai sejumlah uang juga. Afni Ranti (28), warga Jatiasih, akhirnya memutuskan tidak jadi masuk, karena dikenakan biaya yang tidak masuk akal.

“Iya tadi rencananya cuman penasaran dengan tempat syutingnya kaya gimana, tapi kok dijadiin ladang bisnis. Dimintai Rp25 ribu per orangnya,” imbuhnya.

Dia pun mengurungkan niatnya untuk mengetahui tempat bangunan yang sudah lama kosong itu sendiri. “Cuma tempat tua seperti ini, biaya masuknya Rp25 ribu. Sangat mencari keuntungan di sini,” keluhnya. (rd)

Sumber : Pojoksatu.id

Editor : Junior Williandro