rumah sambo di magelang blok c
RUMAH MEWAH : Perumahan elit Cempaka Residence Blok C RT7/8 Dusun Saragan, Desa Banyurojo, Mertoyudan Kabupaten Magelang, Jawa Tengah yang disebut-sebut jadi lokasi muasalnya pembunuhan Brigadir J. TANGKAPAN LAYAR GOOGLE STREET VIEW

RADARDEPOK.COM – Perumahan elit Cempaka Residence Blok C RT7/8 Dusun Saragan, Desa Banyurojo, Mertoyudan Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Jadi lokasi awal kejadian perseteruan antara tersangka Irjen Ferdy Sambo dengan korban Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J sebelum dibunuh, Jumat (8/7). Di rumah itu juga, jenderal bintang dua menyebut terjadinya pelecehan terhadap istrinya Putri Chandrawati. Minggu (14/8), tim khusus (Timsus) melancong ke rumah tersebut guna menelusuri rangkaian peristiwa pembunuhan berencana terhadap Brigadir J.

Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri, Komjen Agus Andrianto mengatakan, timsus sedang berada di Magelang, Jawa Tengah. Tim menuju Magelang untuk menelusuri rangkaian peristiwa pembunuhan berencana Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J yang melibatkan Irjen Ferdy Sambo. “Tim sedang ke Magelang untuk menelusuri kejadian di sana agar secara utuh kejadian bisa tergambar,” kata Agus kepada wartawan, Minggu (14/8).

Baca Juga : Komnas HAM di Mako Brimob Depok : Misteri Sejam Percakapan Ferdy-Putri

Dia mengatakan, langkah Timsus ke Magelang ini ditempuh untuk mengetahui aktor pemicu pembunuhan Brigadir J, sebagaimana diungkapkan oleh Sambo saat diperiksa. Menurutnya, Timsus akan mencari sejumlah barang bukti yang dibutuhkan dalam proses penyidikan.

Menurutnya, Polri tidak bisa menghilangkan atau mengabaikan rangkaian peristiwa yang memang memperlihatkan Brigadir J bersama sejumlah pihak, bertolak dari Magelang ke Jakarta beberapa jam sebelum peristiwa pembunuhan terjadi.

Baca Juga  Giat Katar RW5 Kelurahan Tanah Baru Kota Depok Menyambut HUT ke-73 RI Setelah Donorkan Darah, Ada Tes Kesehatan Gratis

“Rangkaian peristiwanya begitu kan, enggak bisa kita hilangkan. Yang pasti tahu apa yang terjadi ya Allah SWT, almarhum (Brigadir J) dan Ibu PC (Putri Chandrawati). Kalaupun Pak FS (Ferdy Sambo) dan saksi lain seperti Kuat, Riki, Susi, dan Ricard hanya bisa menjelaskan sepengetahuan mereka,” tutur Agus.

Diketahui, Brigadir J bersama sejumlah orang termasuk istri mantan Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, serta Bharada Richard Eliezer alias Bharada E sempat berada di Magelang sebelum menuju Jakarta.

Saat diperiksa, Ferdy Sambo mengklaim ada tindakan Brigadir J yang melukai harkat dan martabat istrinya. Sambo lalu mengaku emosi hingga merencanakan pembunuhan terhadap Brigadir J di rumah dinasnya di Jakarta pada 8 Juli.

Polisi sejauh ini sudah menetapkan empat orang sebagai tersangka dalam kasus pembunuhan berencana Brigadir J. Keempat tersangka itu yakni Sambo, Bharada Richard Eliezer alias Bharada E, Bripka Ricky Rizal atau RR, serta KM. Para tersangka dijerat Pasal 340 KUHP Subsider Pasal 338 KUHP juncto Pasal 55 dan 56 KUHP.

Terpisah, Saat dikonfirmasi, Ketua RT7/8, Dusun Saragan, Desa Banyurojo, Mertoyudan, Kabupaten Magelang, Joko Sutarman (70) mengaku, baru mengetahui jika Ferdy Sambo memiliki rumah di wilayahnya. “Saya baru tahunya itu (rumah Ferdy Sambo) sejak kasus ini geger. Sebelumnya saya tidak tahu kalau rumah itu adalah rumah Pak Sambo,”ujarnya saat ditemui di rumahnya, Jumat (12/8).

Baca Juga  Indonesia Pinjam Rp 7,05 Triliun dari Bank Dunia, Buat Apa Ya?

Ia mengatakan, sebelum menjadi milik Ferdy Sambo, rumah tersebut sempat ditinggali mantan Kapolri Idham Aziz. Sekitar tahun 2012-an, rumah tersebut digunakan oleh Idham Aziz sebagai rumah singgah saat menjenguk anaknya yang bersekolah di SMA Taruna Nusantara. Namun Idham Aziz pindah sebelum pandemi Covid-19, atau sekitar 2017-an.

“Setahu saya itu dulu rumahnya miliknya Pak Idham Aziz, mantan Kapolri. Saat dipindahtangankan itu saya tidak tahu. Itu, rumahnya di blok C, kelihatan kok kalau dari luar,” tuturnya.

Rumah yang dimaksud milik Irjen Ferdy Sambo di kawasan Cempaka Residence memiliki dua lantai. Rumah singgah Irjen Ferdy Sambo tersebut berwarna kuning gading, sedangkan pada bagian depan terdapat aksen warna cokelat. “Setahu saya itu saat ditinggali pak Idham Aziz saat menjadi Kapolda belum menjadi Kapolri, tahun sekitar 2012. Kalau Pak Idham Aziz pindah dari sini itu juga belum lama, sebelum Covid-19, mungkin sekitar 2017 lalu. Memang itu rumah sudah dipindahtangankan atau ganti kepemilikan, tetapi saya tidak tahu kepada siapa saja,” jelasnya.

Baca Juga  183 RW di Depok Masuk PSKS Covid-19

Dia menambahkan, pergantian kepemilikan dari rumah tersebut, tidak pernah dilaporkan ke dirinya. Bahkan, warga yang tinggal di kawasan elit tersebut tidak terdata dalam kependudukan wilayah yang dibawahinya. “Tidak ada, dari dulu memang tidak ada laporan. Karena di sini kebanyakan warga parsial, tidak tetap kebanyakan dari luar kota. Jika ada hajatan baru ke sini. Kalau, saya tahu Pak Idham Aziz tinggal di sini karena dulunya penjaga rumahnya selalu berkomunikasi dengan saya,” terangnya.

Menurutnya, setelah Idham Aziz pindah, penjaga rumah tersebut tak lagi bekerja dan Ketua RT tak mengetahui kabar penghuni rumah. “Penjaga rumah Pak Idham Aziz itu juga pindah, sekarang di Semarang. Sejak itu, saya tidak mengetahui lagi tentang siapa yang mendiami rumah tersebut,” bebernya.

Setelah disebut-sebut bahwa rumah tersebut menjadi lokasi awal perseteruan Irjen Ferdy Sambo dan Brigadir J, ia mengaku belum pernah ada permintaan pelaksanaan penyelidikan oleh pihak kepolisian. “Belum ada yang pernah ke sini untuk izin penyelidikan. Polisi pun tidak pernah sama sekali ke sini,” uangkap dia.(det/kom/JPC/rd)