InfraDigital Pelatihan SMK
PELATIHAN CYBERSECURITY: InfraDigital Foundation, Mastercard dan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi membuka Program SMK Pusat Keunggulan Cyberwarriors 2022. FOTO IST
yamaha-nmax

RADARDEPOK.COM, BOGOR – World Bank memprediksi Indonesia memerlukan sembilan juta pekerja bertalenta digital maupun semi-digital pada tahun 2030. Hal ini sejalan dengan semakin berkembangnya era digital di Indonesia.

Dalam upaya membantu Indonesia mengurangi dampak ekonomi yang disebabkan oleh serangan siber, InfraDigital Foundation (IDF) dan Mastercard berkolaborasi untuk menyelenggarakan pelatihan dan sertifikasi cybersecurity bagi generasi muda Indonesia, khususnya siswa SMK.

Sebagai bagian dari program unggulan Mastercard Academy 2.0, pelatihan dan sertifikasi cybersecurity ini menargetkan 6.000 siswa SMK pada tahun 2023. Program pelatihan ini terdiri dari pelatihan daring intensif, workshop soft skills, webinar karir, sertifikasi global CompTIA, dan job channeling.

Launching SMK-PK Cybersecurity merupakan program kerjasama IDF dan Mastercard dengan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi melalui Program Sekolah Menengah Kejuruan Pusat Keunggulan 2022 (SMK-PK), yang merupakan program nasional bertujuan untuk mengimplementasikan kerjasama antara lembaga pemerintah dengan pihak swasta.

Melalui program ini, Kemendikbud-Ristek melakukan penyepadanan dukungan terhadap kontribusi Mastercard yang memberikan pendanaan pelatihan cybersecurity. Penyepadanan dukungan pemerintah dapat melalui penyediaan komputer kepada kepada sekolah binaan: SMKN 2 Jakarta dan SMKS Wikrama Bogor.

Program ini akan melibatkan 300 siswa, alumni muda, dan guru dari kedua sekolah tersebut. Program pelatihan ini akan diintegrasikan dengan kurikulum sekolah yang terdiri dari materi modul CompTIA Network+, Linux+, dan Security+, sertifikasi global, serta job channeling untuk memperluas kesempatan bagi para siswa dalam mendapatkan pekerjaan pada bidang IT/Cybersecurity. Program ini akan berlangsung selama Agustus hingga Desember 2022.

“Melalui program SMK Pusat Keunggulan Cyberwarriors sebagai bagian dari program Cyersecurity Training ini, kami harapkan dapat memberikan dampak yang lebih besar lagi dengan membekali peserta menjadi Tech Talent baru, khususnya bidang cybersecurity yang sudah siap dan matang dalam memasuki dunia kerja,” ungkap Chairman InfraDigital Foundation, Muhammad Rofi.

Sementara itu, Plt. Direktur Kemitraan dan Penyelarasan Dunia Usaha dan Dunia Industri, Direktorat Jendral Pendidikan Vokasi, Kemendikbud-Ristek, Saryadi menyampaikan, program SMK-PK Cybersecurity ini adalah upaya gotong royong antara pemerintah dan swasta untuk bersama-sama memberikan dukungan dalam pengembangan SMK pusat keunggulan dan guna terwujudnya link and match antara smk dengan industri.

“Kemendikbud-Ristek dalam memberikan dukungannya tidak hanya diberikan dalam satu tahun. Namun, akan kami kawal sekurang-kurangnya tiga tahun, bahkan sampai empat tahun, sesuai proyeksi bagaimana sekolah tersebut bertransformasi,” tuturnya

Wakil Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah II, Hj Otin Martini mengatakan, tidak ada lagi lulusan SMK banyak pengangguran, tetapi lulusan bisa benar-benar menjadi SMK Bisa dan Hebat.

“Apalagi saat ini kurikulum kita sudah di combine, antara apa yang dibutuhkan di industri akan diajarkan di sekolah,” ucap Hj Otin.

Sementara itu President Director, PT Mastercard Indonesia, Navin Jain mengatakan, seiring upaya Indonesia untuk terus mempercepat transformasi digital, terdapat kebutuhan untuk fokus dalam keamanan siber. Kekurangan keterampilan keamanan siber terus memiliki berbagai tantangan dan dampak di Indonesia.

Mastercard senang berkolaborasi dengan IDF dan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi untuk meningkatkan keterampilan anak-anak muda di SMK melalui program SMK PK guna mendukung agenda transformasi digital dan meningkatkan keterampilan tenaga kerja di Indonesia.

“Kolaborasi ini juga merupakan bagian dari komitmen Mastercard untuk menjadikan 1 miliar orang dan 50 usaha mikro dan kecil bagian dari ekonomi digital di tahun 2025,” pungkasnya.

Hingga Mei 2022, pelatihan dan sertifikasi cybersecurity telah melatih sebanyak 5,005 siswa dan guru di 341 sekolah. IDF dan Mastercard bekerja sama secara erat dengan pemerintah Indonesia termasuk Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi untuk memperluas program dan memastikan kegiatan dapat tetap berlanjut bahkan setelah program intervensi berakhir.

Salah satu kisah sukses program pelatihan cybersecurity yang dilaksanakan oleh IDF dan Mastercard dapat dilihat dalam sosok Aziz. Aziz merupakan salah satu alumni pelatihan yang mendapatkan pekerjaan sebagai Associate Cybersecurity Consultant di Horangi Cybersecurity, perusahan keamanan siber yang berasal dari Singapura. Melalui pelatihan ini Aziz berhasil mendapatkan sertifikasi CySA+ CompTIA, sebuah sertifikasi analis cybersecurity pada tingkat kesulitan moderate-advance. (gun/**)