komnas ham
BERI KETERANGAN : Ketua Komnas HAM, Ahmad Taufan Damanik dan jajaran ketika memberikan keterangan pers terkait pemeriksaan Ferdi Sambo Mako Brimob, Kelapa Dua, Kecamatan Cimanggis, Kota Depok. GERARD SOEHARLY/RADAR DEPOK
yamaha-nmax

RADARDEPOK.COM – Tiga mobil berkelir hitam memasuki gerbang Markas Korps (Mako) Brimob Kelapa Dua, Kecamatan Cimanggis, Kota Depok, Jumat (12/8) sekira Pukul 15:11 WIB. Mobil tersebut diketahui membawa rombongan Komnas HAM termaksud petingginya. Ada Ketua dan Komisioner.

Awak media televisi, cetak hingga online yang setia menunggu dari siang. Tidak sabar mendapatkan pernyataan langsung dari mereka terkait pemeriksaan Komnas HAM kepada mantan Kadiv Propam Polri, Irjen Ferdy Sambo yang kini mendekam pada salah satu ruang khusus di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok.

Baca Juga : Dari Mako Brimob Depok, Saat di BAP Irjen Sambo Mengaku Ini 

Usai menunggu sekitar dua jam, satu bus milik Brimob menjemput awak media di halaman Mako Brimob menuju ke ruang konfrensi pers. Secara bergantian, bis itu dua kali bolak-balik  dengan jarak tempuh sekitar 500 meter.

Setelah sampai disana, awak media harus kembali menunggu kedatangan petinggi Komnas HAM yang baru saja memeriksa Ferdy Sambo terkait dengan kasus pembunuhan Brigadir J di rumah dinasnya, Komplek Polri, Duren Tiga, Jakarta Selatan, Jumat (8/7).

Komisioner Komnas HAM, Choirul Anam menyebutkan, sebelum peristiwa keji itu berlangsung Sambo dan Istrinya, Putri Candrawati sempat terlibat komunikasi di kediaman pribadinya, Jalan Saguling III, Duren Tiga, Jakarta Selatan atau hanya berjarak sekitar 300 meter dari Tempat Kejadian Perkara (TKP).

“Dalam rekaman yang kami dapatkan kurang lebih satu jam, yang kita juga tadi tanyakan apa yang terjadi dalam peristiwa itu dan ternyata memang ada komunikasi antara Pak Sambo dan Ibu Sambo,” ungkapnya kepada wartawan.

Berdasarkan pengakuan Sambo, ungkap dia, Komnas HAM telah mengantongi sejumlah fakta baru. Namun, dia enggan membeberkannya ke publik. Pihaknya, memilih untuk merekkomendasikan hal tersebut kepada penyidik kasus tersebut.

“Soal apa yang terjadi di Magelang beberapa waktu lalu kami dalami, khususnya terkait percakapan Yoshua sama Vera yang ada ancaman. Tadi juga terkonfirmasi terkait apa, dan peristiwa apa yang terjadi di Magelang, memang terjadi peristiwa yang nanti akan kami rekomendasikan ke penyidik dan sepertinya penyidik sudah juga melakukan proses pendalaman,” jelasnya.

Masih di lokasi Mako Brimob, Ketua Komnas HAM, Ahmad Taufan Damanik menerangkan, Sambo mengakui dia sebagai aktor utama atas kasus penembakan dirumah dinasnya, Komplek Polri, Duren Tiga, Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu.

“Pertama adalah pengakuan saudara FS bahwa dia adalah aktor utama dari peristiwa ini,” ungkapnya kepada wartawan dalam konfrensi pers, Jumat (12/8).

Menurut Taufan, pengkauan Sambo itu didapati timnya ketika memeriksa Sambo secara resmi pada suatu ruang khusus di Mako Brimob, Kelapa Dua, Kecamatan Cimanggis, Kota Depok. “Tadi kami memeriksa pak FS di suatu ruang khusus, yang dihadiri oleh kami sendiri,” ujarnya.

Dia menjelaskan, Sambo telah menyatakan bertanggung jawab atas rentetan penembakan Brigadir J di rumah dinasnya. Bahkan, Sambo secara gamblang telah mengakui segala rekayasa dan disinformasi yang selama ini beredar. “Yang terbangun konstruksi ceritanya atau peristiwanya tembak menembak tapi, tadi dia mengakui itu adalah hasil rancangan dia sendiri dan dia mengakui bahwa dia bersalah dalam tindakannya yang merekayasa itu,” terang Taufan.

Atas pengakuan Sambo, Taufan berharap, proses hukum yang tengah berjalan dapat terang benderang dan memberikan keadilan kepada pihak yang menjadi korban. “Fokus dari Komnas HAM dari berlangsungnya suatu proses hukum yang fair sehingga, semua pihak terutama yang menjadi korban dapat mendapatkan keadilan,” tegasnya.

Terpisah, Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian memastikan tidak ada peristiwa pelecehan seksual kepada istri Irjen Pol Ferdy Sambo, Putri Chandrawathi. Oleh karena itu, penyidikan kasus tersebut resmi dihentikan.

Andi mengatakan, keputusan ini diambil penyidik setelah melakukan gelar perkara. Kasus ini awalnya dilaporkan oleh Putri ke Polda Metro Jaya dengan Nomor LPB/1630/VII/2022/SPKT Polda Metro Jaya tanggal 9 Juli 2022 terlapor almarhum Brigadir Nofriansah Yosua Hutabarat alias Brigadir J. “Berdasarkan gelar perkara kedua perkara ini kami hentikan kasusnya. Karena tidak ditemukan peristiwa pidana,” kata Andi di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Jumat (12/8).

Selain itu, laporan polisi terkait percobaan pembunuhan yang ditangani Polres Metro Jakarta Selatan juga dihentikan. Kasus ini diusut berdasarkan laporan tipe A dengan Nomor LP/368A/VII/2022/SPKT Polres Metro Jakarta Selatan tanggal 8 Juli 2022 terlapor Brigadir J dan korban Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu alias Bharada E.

Sehingga saat ini Polri hanya memproses laporan polisi terkait dugaan pembunuhan berencana kepada Brigadir J oleh Ferdy Sambo dan kawan-kawan. “Saat ini Bareskim menangani laporan polisi pembunuhan berencana almarhum Yosua. Perkara ini dihentikan penanganannya,” jelas Andi.

Diketahui, 4 orang telah ditetapkan sebagai tersangka kasus kematian Brigadir Nopryansah Yosua Hutabarat alias Brigadir J. Mereka adalah Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu alias Bharada E, Brigadir Kepala Ricky Rizal (RR), Irjen Pol Ferdy Sambo (FS) dan KM.

Kabareskrim Polri Komjen Pol Agus Andrianto mengatakan, masing-masing tersangka memiliki peran berbeda. Untuk eksekutor penembak adalah Bharada E. “RE melakukan penembakan korban,” kata Agus di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (9/8).

Kemudian RR dan KM berperan membantu serta menyaksikan penembekan. Terakhir Ferdy Sambo yang memerintahkan penembakan. “FS menyuruh melakukan dan menskenario, skenario seolah-olah tembak menembak,” jelas Agus.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat Pasal 340 tentang Pembunuhan Berencana subsider Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan juncto Pasal 55 dan 56 KUHP dengan ancaman hukuman mati atau seumur hidup atau selama-lamanya 20 tahun.(ger/JPC/rd)

Komnas HAM Periksa Ferdy Sambo :

Waktu :

Jumat, 13 Agustus 2022

Tempat :

Ruang khusus, di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok

Pemeriksa :

Ketua Komnas HAM, Ahmad Taufan Damanik

Komisioner Komnas HAM, Choirul Anam

Komisioner Komnas HAM, Beka Ulung Hapsara

Tim Komnas HAM

Hasil pemeriksaan :

-Sambo mengakui aktor utama dalam peristiwa penembakan Brigadir J

-Sambo merekayasa TKP, peristiwa, kontruksi perkara

-Sambo merekayasa peristiwa

-Sambo merekayasa kontruksi perkara

-Sambo merekayasa cerita

-Sambo melakukan pembohongan publik

Jurnalis : Gerard Soeharly

Editor : Fahmi Akbar