cabul
ilustrasi
yamaha-nmax

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Tim kuasa hukum korban kasus asusila di lembaga pendidikan agama di Kota Depok, menilai penyelidikan  atas apa yang menimpa kliennya berjalan lambat.

Padahal sudah hampir dua berjalan Polda Metro Jaya melakukan penyelidikan. Kuasa hukum korban, Megawati mengatakan, sejak polisi menetapkan empat orang menjadi tersangka, baru satu yang diamankan. Tiga tersangka lain masih bebas berkeliaran.

“Baru satu yang ditahan,” kata Megawati dilansir dari Tempo, Rabu (10/8).

Kata dia, menurut penyidik, kepolisian masih terus melakukan pendalaman kasus pencabulan tersebut. “Masih dalam pendalaman kepolisian,” ujarnya.

PIjak keluarga korban sudah beberapa kali menanyakan penanganan kasus itu. “Terlalu lama, sampai kami minta bantuan ke komisi VIII DPR RI,” kata Megawati. “Kami hanya bisa sampaikan terima kasih para pihak yang membantu semua dan dukungan dalam kasus ini, semoga kepolisian segera menangkap sisa pelakunya yang lain.”

Untuk diketahui, belasan murid di sebuah lembaga pendidikan agama di Beji, disinyalir jadi korban kekerasan seksual oleh guru dan kaka kelasnya. Terjadi selama setahun, namun baru terungkap Juli 2022.

Terungkapnya kasus tersebut, karena para korban baru menceritakan kejadian itu saat libur belajar dan ketika dijemput oleh orang tuanya untuk pulang. Sedikitnya ada 11 anak yang jadi korban kekerasan. Tapi cuma lima yang berani melaporkan dan telah diperiksa oleh penyidik Polda Metro Jaya.

Tiga laporan terpisah sudah teregister di Polda Metro Jaya dengan nomor: LP/B/3082/VI/SPKT/PMJ; LP/B/3083/VI/SPKT/PMJ; dan LP/B/3084/VI/SPKT/PMJ.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Endra Zulpan mengatakan, penyidik telah menetapkan empat orang tersangka, terdiri dari tiga guru dan seorang orang laki-laki yang merupakan murid senior. “Sudah naik sidik dan empat jadi tersangka,” kata Zulpan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (4/7). (rd)

Sumber : Tempo

Editor : Junior Williandro