Artikel Kurikulum Merdeka OK
PENGABDIAN MASYARAKAT: Sosialisasi Kurikulum Merdeka yang merupakan salah satu Perangkat Pembelajaran yang tersedia dalam SIPPKOM dilakukan tim dosen UAI yang terdiri dari Ibu Nila Fitria, M.Pd, Ibu Rohita, M.Pd. dan Bapak Dody Haryadi, M.Ti. sebagai bentuk hilirisasi hasil penelitian berupa pengabdian kepada masyarakat. FOTO: IST
yamaha-nmax

Oleh: Nila Fitria*)

Peran guru dan orang tua pada stimulasi anak usia dini selaras dengan pemikiran Ki Hadjar Dewantara yaitu guru dan orang tua berfungsi sebagai fasilitator, mentor, dan mitra anak dalam proses perkembangannya.

Stimulasi bertujuan agar anak bertumbuh kembang optimal secara holistik dan siap bersekolah. Bermain bagi anak usia dini adalah belajar, memberikan ruang kemerdekaan bagi satuan PAUD, menguatkan transisi PAUD, menguatkan artikulasi penanaman literasi, matematika, sains, teknologi, rekayasa, dan seni serta pijakan bagi anak memahami dirinya.

Sosialisasi Kurikulum Merdeka yang merupakan salah satu Perangkat Pembelajaran yang tersedia dalam SIPPKOM dilakukan tim dosen UAI yang terdiri dari Ibu Nila Fitria, M.Pd,  Ibu Rohita, M.Pd. dan Bapak Dody Haryadi, M.Ti. sebagai bentuk hilirisasi hasil penelitian berupa pengabdian kepada masyarakat.

Kegiatan yang dilakukan pada hari Sabtu, 16 Juli 2022 bertempat di Aula kelurahan Mekar Jaya, Kecamatan Sukma Jaya. Kegiatan ini diikuti oleh 20 orang guru pos PAUD di wilayah kelurahan tersebut. Kurikulum Merdeka merupakan terobosan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Riset, dan Teknologi RI dalam membuat standar nasional pendidikan di Indonesia.

Kurikulum merdeka ini diterapkan pada setiap jenjang pendidikan, untuk jenjang PAUD tentu disesuaikan dengan kebutuhan pengajaran di tingkat PAUD yang mempunyai struktur berupa kegiatan pembelajaran intra kurikuler yang dirancang agar anak dapat mencapai kemampuan yang tertuang di dalam capaian pembelajaran.

Intisari kegiatan pembelajaran intrakurikuler adalah bermain bermakna sebagai perwujudan “Merdeka Belajar, Merdeka Bermain”. Struktur kurikulum PAUD lainnya adalah Projek penguatan profil pelajar Pancasila bertujuan untuk memperkuat upaya pencapaian profil pelajar Pancasila yang mengacu pada Standar Kompetensi Lulusan (Standar Tingkat Pencapaian Perkembangan Anak untuk PAUD).

Waktu yang diperlukan bagi anak usia dini dalam kurikulum merdeka  per minggu untuk anak usia 2-4 tahun adalah 360 menit, sedangkan untuk anak usia 4-6 tahun adalah 900 menit.

Capaian pembelajaran yang diharapkan di PAUD (TK/RA/BA, KB, SPS, TPA) adalah memberikan arah yang sesuai dengan usia perkembangan anak pada semua aspek perkembangan anak (nilai agama-moral, fisik motorik, emosi-sosial, bahasa, dan kognitif) dan menarasikan kompetensi pembelajaran yang diharapkan dicapai anak pada akhir  PAUD (TK/RA/BA, KB, SPS, TPA), agar anak siap mengikuti jenjang pendidikan selanjutnya.

Pada akhir fase fondasi, anak menunjukkan kegemaran  mempraktikkan dasar-dasar nilai agama dan budi pekerti;  kebanggaan terhadap dirinya; dasar-dasar kemampuan literasi, matematika, sains, teknologi, rekayasa, dan seni  untuk membangun sikap positif terhadap belajar dan  kesiapan untuk mengikuti pendidikan dasar.

Kurikulum merdeka merupakan kurikulum yang berdasarkan pada pembelajaran berbasis proyek (project based learning) yang mempunyai tema: Aku Sayang Bumi, Aku Cinta Indonesia, Bermain dan Bekerja sama/Kita Bersaudara dan imajinasi/ kreativitasku. Kurikulum Merdeka hadir untuk menyiapkan generasi emas demi terwujudnya profil pelajar Pancasila.

*)Penulis: Nila Fitria adalah Kaprodi PG PAUD – Universitas Al Azhar Indonesia