Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo saat memberikan keterangan pers di hadapan wartawan di Mabes Polri, Jakarta, (12/7). Kapolri buka suara terkait insiden baku tembak sesama polisi di rumah Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo. Sigit menjamin pengusutan kasus polisi tembak polisi akan dilakukan secara objektif, transparan dan akuntabel. FOTO:MIFTAHULHAYAT/JAWA POS

RADARDEPOK.COM – Korps Bhayangkara mulai serius menangani kematian Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J. Ini dibuktikan dengan  sebanyak 25 personel kepolisian termasuk tiga jenderal bintang satu diperiksa oleh pihak tim khusus (Timsus) yang dipimpin Irwasum Polri. Pemeriksaan tersebut dilakukan, karena adanya dugaan ketidakprofesionalan dalam penanganan kasus penembakan Brigadir J.

“25 personel ini kita periksa terkait dengan ketidakprofesionalan dalam penanganan tempat kejadian perkara (TKP) dan juga beberapa hal yang kita anggap bahwa itu membuat proses olah TKP dan juga hambatan-hambatan dalam hal penanganan TKP dan penyidikan yang tentunya kita ingin bahwa semuanya bisa berjalan baik,” kata Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit , dalam konferensi pers di Mabes Polri, Kamis (4/8) malam.

Baca Juga : Pasca Pencabutan Hak Interpelasi, Wakil Walikota Sebut Pemkot Mau Buat Aplikasi Soal Kartu Depok Sejahtera

Adapun 25 personel yang diperiksa tersebut, terdiri dari 3 personel perwira tinggi bintang satu. Kombes 5 personel, AKBP 3 Personel, Kompol 2 personel, Pama 7 personel, bintara dan tamtama 5 perosnel. Mereka berasal dari dari kesatuan div propam, Polres, dan juga ada beberapa personel dari Polda dan juga Bareskrim.  “25 personel yang saat ini telah dilakukan pemeriksaan, kita akan menjalankan proses pemeriksaan terkait dengan pelanggaran kode etik,” tegas jenderal bintang empat tersebut.

Listyo menambahkan, apabila ditemukan adanya proses pidana, maka pihaknya akan memproses pidana para pihak tersebut. “Malam hari ini (semalam) saya akan keluarkan telegram khusus untuk memutasi,” tandas Listyo Sigit.

Baca Juga  Tirta Asasta Depok Luncurkan Pilot Project Smart Water Meter

Listyo berharap, dengan adanya tindakan tegas tersebut, proses penanganan tindak pidana meninggalnya Brigadir Yoshua ke depan akan berjalan dengan baik. “Saya yakin timsus akan bekerja keras. Dan kemudian menjelaskan kepada masyarakat bisa membuat terang peristiwa yang terjadi,” tegas Kapolri.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mencopot Irjen Ferdy Sambo dari jabatannya sebagai Kadiv Propam Polri.

Baca Juga : Obituari Jhoni Y. Kelmanutu (3-Habis) : Kisah Dibalik Iwan Fals dan Andi F. Noya, Selamat Jalan Bung Jhoni

Hal itu diinformasikan oleh Kadiv Humas PolriIrjen Dedi Prasetyo. “Irjen Ferdy Sambo Kadiv Propam Polri dimutasikan sebagai Pati Yanma Polri,” kata Dedi saat dikonfirmasi, Kamis (4/8).

Pencopotan Ferdy Sambo dari jabatannya itu tertuang dalam TR 1628/VIII/KEP/2022/ 4 Agustus 2022. Adapun posisi Kadiv Propam Polri digantikan oleh Irjen Syahar Diantono yang sebelumnya menjabat sebagai Wakabreskrim. Jenderal bintang dua itu mengatakan Kapolri juga mencopot Brigjen Hendra Kurniawan yang sebelumnya telah dinonaktifkan dari jabatannya.

“Brigjen Hendra Kurniawan, Karopaminal Divpropam Polri dimutaskkan sebagai Pati Yanma Polri,” ujar Dedi. Posisi Karopaminal Divpropam Polri pun kini dijabat oleh Brigjen Anggoro Sukartono yang sebelumnya menjabat sebagai Karo Pengamanan Internal (Paminal) Divisi Profesi dan Pengamanan (Divpropam) Polri.

“Kombes Agus Wijayanto, Sesro Waprof Divpropam Polri diangkat jabatan baru sebagai Karo Waprof Divpropam Polri,” kata Dedi.

Baca Juga : Ini Respon Hotman Paris Soal Penyelidikan Banpres di Depok Dihentikan

Baca Juga  Dilarang Takbiran Keliling di Depok dan Sekitarnya

Lalu, Karoprovos Divpropam Polri Brigjen Benny Ali dimutasikan sebagai Pati Yanma Polri. Adapun jabatan Benny digantikan oleh Kombes Gupuh Setiyono yang sebelumnya menjabat sebagai Kabag Yanduan Divpropam Polri. Ferdy Sambo sebelumnya menjalani pemeriksaan sebagai saksi dalam kasus kematian Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau J pada hari ini.

Berdasar pantauan di lokasi, mantan Kadiv Propam Polri itu keluar dari ruang pemeriksaan penyidik sekitar pukul 17.01 WIB. Ferdy Sambo tampak dikawal dengan ketat oleh lima anggota provos saat berjalan menuju ke mobil Toyota Kijang Innova hitam berpelat B 1226 IR.

Kepada wartawan yang sudah menunggunya, Ferdy Sambo mengaku memberikan keterangan keterangan kepada penyidik sesuai dengan apa yang diketahuinya dalam insiden berdarah di rumah dinasnya, Duren Tiga, Jakarta Selatan pada Jumat (8/7).

“Hari ini saya sudah memberikan keterangan apa yang saya ketahui, saya lihat, saya saksikan terkait dengan peristiwa yang terjadi di rumah dinas saya Duren Tiga,” kata Sambo di lokasi, Kamis (4/8).

Polri menyatakan, Tim Penyidik Tim Khusus Bareskrim Polri bekerja profesional dalam memeriksa Irjen Pol. Ferdy Sambo. Musababnya, Polri menerapkan asas “equality before the law”, atau setiap warga negara diperlakukan sama di hadapan hukum.

“Sama berlaku ‘equality before the law’ dan tim bekerja profesional dan independen,” kata Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Dedi Prasetyo, Kamis (4/8).

Baca Juga  Kemplang Pajak, Bos Makelar Dipenjara dan Didenda Rp 539 Juta

Dedi menjelaskan, pemeriksaan terhadap Ferdy Sambo sama seperti pemeriksaan yang dilakukan kepada masyarakat lainnya, meskipun terperiksa mengenakan seragam Polri dan mantan pimpinan dari Direktorat Tindak Pidana Umum (Dittipidum).

Ia mengatakan penyidik bakal meminta keterangan Ferdy Sambo terkait laporan polisi yang dilaporkan oleh keluarga Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir Yosua. “Diperiksa oleh Penyidik Bareskrim Timsus,” kata Dedi.

Irjen Ferdy Sambo menjalani pemeriksaan sebagai saksi kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J, pemeriksaan dilakukan di Direktorat Tindak Pidana Umum (Dittipidum) Bareskrim Polri, Kamis (4/8).

Kasus pembunuhan Brigadir Yosua ditangani Tim Penyidik Tim Khusus Bareskrim Polri yang Dipimpin Brigjen Andi Rian Djajayadi, yang saat ini menjabat sebagai Direktur Pidum (Dirtipidum) Bareskrim Polri.

Sebagaimana diketahui Irjen Ferdy Sambo pernah menjabat sebagai Dirtipidum Bareskrim Polri pada tahun 2019 atau setahun sebelum menjabat sebagai Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Kadiv Propam) Polri tahun 2020.

Pemeriksaan Irjen Ferdy Sambo dilakukan di Dittipidum dibenarkan oleh Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Dedi Prasetyo.

Tim Penyidik Tim Khusus Bareskrim Polri telah menetapkan satu tersangka dalam kasus tewasnya Brigadir Yosua di kediaman Ferdy Sambo di Duren Tiga, Jakarta Selatan.

Tersangka Bharada Richard Eliezer atau Bharada E dengan sangkaan melanggar Pasal 338 KUHP (pembunuhan biasa) juncto Pasal 55 KUHP (ikut serta) dan Pasal 56 KUHP (membantu). (JPC/jpnn/rd)