OLAH : Koordinator UPS Limo Casmin sedang memantau aktivitas pengolah sampah di UPS Limo Jalan Sasak RW7 Kelurahan Limo Kota Depok, Kamis (18/8). ANDIKA/RADAR DEPOK
yamaha-nmax

RADARDEPOK.COMLIMO – Unit Pengolahan Sampah (UPS) Kelurahan Limo Kota Depok mencatat terjadi peningkatan produksi pupuk organik alias kompos. UPS di Jalan Sasak RW7 ini, tiap bulannya mampu mengolah sampah rumah tangga hingga menjadi pupuk kompos mencapai 32 ton. Banyaknya stok pupuk kompos membuat pihak UPS mengajak warga yang ingin pupuk, bisa mengambil ke lokasi.

Koordinator Unit Pengolahan Sampah (UPS) Limo, Casmin mengaku, tidak pernah menjual pupuk organik hasil pengolahan sampah dan pupuk tersebut. Hanya dibagikan kepada warga yang aktif melakukan kegiatan pemilahan sampah. Sebulan tercatat dari hasil pengolahan bisa tercipta 32 ton, rata-rata perhari 1 ton-an.

“Selain mengolah sampah di UPS, karyawan kami juga mengambil sampah di rumah rumah warga. Jadi kami tahu siapa saja yang melaksanakan kegiatan memilah dan yang tidak. Bagi keluarga yang aktif kami memberikan kesempatan untuk mendapatkan pupuk organik secara gratis,” ujar Casmin kepada Harian Depok, Kamis (18/8).

Selain dibagikan kepada keluarga yang aktif melaksanakan kegiatan memilah. Pupuk juga diberikan kepada para petani diseputar wilayah Kecamatan Limo dan Cinere serta pedagang tanaman hias. Pupuk organik yang dihasilkan dari proses pengolahan sampah di UPS tidak ada yang diperjual belikan.

Menurut Casmin, proses pengolahan sampah organik menjadi kompos akan semakin cepat, jika sampah yang diterima dari masyarakat dalam kondisi sudah dipilah. Sehingga pihaknya tidak perlu lagi melakukan pemilahan sampah di UPS. “Kami selalu menggiatkan sosialisasi memilah sampah kepada warga, karena selain dapat menguntungkan bagi warga. ami juga lebih cepat dalam memproses pengolahan sampah di UPS menjadi pupuk organik,” tegasnya.

Ketua Bank Sampah Sasak Berkreasi 07 Limo, Yuliawati mengaku, tak pernah lelah untuk menyosialisasikan kegiatan memilah sampah kepada masyarakat khususnya warga RW7, Kelurahan Limo. Sebenarnya kegiatan memilah itu tidak berat dan tidak memberatkan, tinggal tergantung kemauan dari diri sendiri. “Apalagi bagi yang sudah terbiasa melakukan pemilahan sampah, pekerjaan itu akan sangat ringan dan tidak membutuhkan waktu khusus hanya sedikit merubah kebiasaan saja,” tegas Yuliawati.

Dia mengaku bersyukur lantaran belakangan ini semakin banyak warga yang menyadari banyaknya manfaat yang diperoleh dari kegiatan memilah. “Alhamdulillah sekarang di Kampung Sasak sudah banyak warga yang aktif memilah sampah, hal ini dapat dilihat dari jumlah sampah non organik yang masuk di Bank Sampah Sasak Berkreasi, ” tutup Yuliawati.(ana/rd)

Jurnalis : Andika Eka 

Editor : Fahmi Akbar