wagub
LAUNCHING : Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum (Kemeja putih) ketika membuka pelatihan program 5.000 Wirausaha Baru (WUB) dan 1.000 pengusaha perempuan di Hotel Bumi Wiyata, Kecamatan Beji, Senin (15/8).
yamaha-nmax

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum secara resmi membuka pelatihan program 5.000 Wirausaha Baru (WUB) dan 1.000 pengusaha perempuan di Hotel Bumi Wiyata, Kecamatan Beji, Senin (15/8).

Uu mengatakan, kedatangannya dalam launching perdana program tersebut sebagai bentuk dukungan dan dorongan terhadap salah satu program Pemerintah Kota (Pemkot) Depok melalui, Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (DKUM).

“Kedatangan saya kesini adalah sebagai bentuk dorongan dan dukungan terhadap program 5.000 WUB,” kata dia kepada wartawan.

Menurut dia, program tersebut sejalan dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat dalam meningkatkan perekonomian yang sempat terguncang pandemi Covid-19. Sebab, peningkatan itu tidak dibarengi dengan pemerataan di setiap daerah.

“Karena memang, ini sejalan dengan program kami,  dimana ekonomi Jawa Barat itu meningkat sebelum Covid-19,  5,7 persen, tapi penigkatan ekonomi di Jawa Barat tidak dibarengi dengan pemerataan dan keadilan,” ungkap Uu.

Lebih dalam, Uu menyebutkan, total sekitar 50 juta penduduk Jawa Barat yang tersebar di 27 kabupaten/kota wajib dan berhak mendapatkan program pemerintah yang dapat meningkatkan ekonomi.

“Artinya hanya wilayah itu saja, hanya kelompok itu saja, yang  meningkat sementara, 50 juta penduduk Jawa Barat, 27 kota/kabupaten, 6.500 desa/kelurahan juga harus menikmati peluang-peluang yang ada di Jawa Barat ini,” terangnya.

Karena itu, dia mengapresiasi langkah yang diambil Pemkot Depok untuk menciptakan pengusaha baru. Sebab, kebanyakan justru memberdayakan pengusahan yang sudah ada.

“Maka dengan program ini, insyallah mereka yang belum menikmati sesuai dengan kemampuan dan kapasitasnya bisa menikmati peningkatan ekonomi,” tutur Uu.

Wakil Walikota Depok, Imam Budi Hartono menuturkan, sejak pandemi Covid-19 selama kurang lebih dua tahun, banyak warga yang terdampak, baik dari segi pendidikan, kesehatan, hingga ekonomi. Banyak juga yang kehilangan pekerjaan karena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

“Kami pemerintah mencoba mencarikan jalan keluar untuk bisa dapat memberikan alternatif kegiatan yang bisa menambah penghasilan bagi warga. Program ini adalah gagasan yang kami tawarkan kepada seluruh warga Depok yang ingin menjadi pengusaha di Kota Depok,” ujarnya.

Dikatakannya, program Wirausaha Baru dan Perempuan Pengusaha menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2022. Total peserta yang mengikuti pelatihan ini mencapai 2.100 orang.

“Penting sekali bagi kami menyelenggarakan program ini dengan baik dan peserta yg ikut dalam program ini harus bersungguh-sungguh, kuat niat dan tekadnya menjadi pengusaha,” katanya.

Dirinya juga berharap, melalui program tersebut bisa menciptakan banyak pengusaha baru. Dengan begitu, dapat memberikan dampak pada peningkatan perekonomian di Kota Depok.

“Satu hal yang harus kita lakukan bersama bahwa untuk mensuksekan pembangunan tentunya diperlukan kesungguhan, itikad baik, kerja keras dan tuntas serta kerja sama yang harmonis dengan semua pihak demi mewujudkan Kota Depok yang maju, berbudaya, dan sejahtera,” tutupnya.

Sementara itu, Kepala DKUM Kota Depok, Dede Hidayat menjelaskan, pihaknya baru membuka 10 kelas yang diikuti 80 peserta dari dua kecamatan yang akan mengikuti pelatihan tersebut selama dua hari.

“Targetnya ada 2.100 orang untuk kami latih dalam program WUB dan pertahunnya 2.100 org,” ujarnya.

Dia berharap, pelatihan tersebut dapat menciptakan pengusaha baru yang kreatif dan berdaya saing. “Dalam pandemi ini ada sekitar 2.000 pelaku UMKM yang paling banyak kuliner dan fashion,” beber Dede.

Selain program tersebut, ungkap Dede, pemerintah pusat juga telah memberikan bantuan stimulus berupa dana binaan kepada pelaku UMKM di Kota Depok.

“Dalam rangka membangkitkan perekonomian, ada bantuan stumulus kita ajukan 80.000 ke pemerintah pusat,” tutupnya. (rd/ger)

Jurnalis : Gerard Soeharly

Editor : Junior Williandro