plat putih
GANTI : Kendaraan berplat putih saat melintas di Jalan Margonda. GERARD SOEHARLY/RADAR DEPOK
yamaha-nmax

RADARDEPOK.COM, DEPOKKeberadaan kendaraan dengan plat nomor polisi warna putih mulai banyak. Di Depok, setidaknya sudah ada 10.147 kendaraan baik mobil maupun motor yang telah menggantikan Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) atau plat nomor berwarna hitam menjadi putih. Peralihan warna tersebut harus melewati sejumlah proses dan tidak sembarang dilakukan.

Perwira Administrasi (Pamin) Tata Usaha (TU) pada Samsat Kota Depok, Iptu Dewanto Nugroho mengatakan, pengguna kendaraan bermotor yang telah menggantikan warna plat nomor itu terdiri dari 8.427 unit kendaaraan Roda dua (R2) dan 2.044 unit Roda empat (R4).

“Sampai dengan saat ini Rabu, 21 September 2022, pemakaian plat putih di Depok R2 8.427 dan R4 2.044,” ungkapnya kepada Radar Depok, Rabu (21/9).

Menurut Dewanto, pengguna plat putih di Kota Depok adalah kendaraan yang baru melakukan pembelian kendaraan baru pada Bulan September 2022. Selain itu, mereka yang telah memperpanjang pajak kendaraannya akan diberikan plat nomor berwarna putih.

“Untuk mekanismenya adalah kendaraan baru R2 dan R4. Kemudian, kendaraan yang telah habis masa berlaku STNK nya,” tuturnya.

Dia menegaskan, pemilik kendaraan yang Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) nya masih berlaku tidak dapat melalukan penggantian warna plat nomor. Sebab, penggantian warna itu merupakan suatu kesatuan dengan perpanjangan masa berlaku STNK.

“Apabila masa berlaku STNK telah habis, yang dilakukan wajib pajak adalah datang ke Samsat setempat, kemudian cek fisik kendaraan, setelah cek fisik kendaraan, melakukan pendaftaran di loket perpanjangan dan pengesahan 5 tahunan,” jelas Dewanto.

Usai melakukan prosedur tersebut, kata Dewanto, pemilik kendaraan dapat mendatangi unit TNKB di Samsat setempat untuk mengambil plat nomor berwarna putih.

“Jadi mulai 1 September 2022 plat hitam sudah ganti dengan plat putih,” ujarnya.

Lebih lanjut, beber dia, penggantian plat nomor tersebut tidak dikenakan biaya khusus. Pemilik kendaraan cukup membayar Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dan pajak pokok saja.

“Biaya PNBP untuk motor Rp60 ribu dan Rp100 ribu untuk mobil,” terang Dewanto.

Kendati demikian, Dewan menyadari, beberapa tahun ke belakang ini, terjadi penurunan perpanjangan pajak kendaaran bermotor. Sebab, ekonomi masyarakat sempat terguncang pandemi Covid-19.

“Masyarakat kita ekonominya sempat terguncang pandemi Covid-19 sehingga, mereka banyak yang tidak membayar pajak, dan pemerintah berupaya melakukan sejumlah inovasi misalnya dengan pemutihan,” tandasnya.

Untuk diketahui, ketentuan tersebut telah diatur dalam Perpol Nomor 7 Tahun 2021 Pasal 45 Ayat 1 (a) tentang TNKB kendaraan bermotor perseorangan, badan hukum, Perwakilan Negara Asing (PNA), dan Badan Internasional akan berwarna putih dengan tulisan hitam. Tujuannya, agar meningkatkan akurasi pembacaan kamera e-tilang. (rd/ger)

Jurnalis : Gerard Soeharly

Editor : Junior Williandro