DILATIH : Ibu-ibu di Desa Rajaiyang, Kemacatan Losarang, Indramayu dapat ilmu penggunaan aplikasi Buku kas dari program Abdimas UPN Veteran Jakarta. ISTIMEWA
yamaha-nmax

RADARDEPOK.COM – Ibu-ibu di Desa Rajaiyang, Kemacatan Losarang, Indramayu dapat ilmu baru dalam mengelola keuangan. Belum lama ini, UPN Veteran (UPNV) Jakarta mengadakan kegiatan pengabdian masyarakat (Abdimas) sebagai langkah meminimalisir terjadinya perceraian. Kampus yang terletak di Kota Depok tersebut juga sekaligus menargetkan kerjasama, dan mempromosikan UPN Veteran.

Ketua Program PPDM FIK UPN Veteran Jakarta, Henki Bayu Seta mengatakan, pencatatan dan penganggaran keuangan merupakan suatu hal yang sangat penting tak terkecuali dalam rumah tangga. Hal ini sangat dianjurkan karena mendasari pengelolaan finansial keluarga, agar tetap stabil dan mampu menopang kebutuhan keluarga.

Menurut penelitian, terdapat sekitar 3.543 pasangan di suatu kota besar di Indonesia yang melakukan perceraian baik dari pihak istri maupun suami, ini dikarenakan mayoritas masalah ekonomi. “Hal ini perlu menjadi perhatian bagi setiap warga untuk dapat memahami pengelolaan keuangan,” katanya.

 

Tujuan dari program pengabdian kepada masyarakat ini, sambungnya, guna membuka wawasan dan pengetahuan baru bagi kelompok PKK dan Kelompok Wanita Tani Desa Rajaiyang. Jadi pihaknya ingin pengguna teknologi bisa memanfaatkan alat komunikasi yang dimiliki untuk melakukan pencatatan transaksi keuangan, dan pembuatan laporan keuangan. “Peserta mampu mempraktekan aplikasi BukuKas dalam kehidupan sehari-hari,” tegasnya.

Rombongan Tim Program PPDM FIK UPN Veteran Jakarta yang digawangi Henki Bayu Seta diterima Kepala Desa Rajaing Carti, Kuwu Rajaing Carti yang bertempat di Ruang Balaidesa Rajaiang Kecamatan Losarang.

Dalam kesempatan ini Kuwu Rajaing Carti berharap, dapat terjalin kerjasama atau simbiosis mutualisme antara Desa Rajaiyang dengan UPN Veteran Jakarta, guna meningkatkan Performance dan Kinerja program UPN serta meningkatkan produktivitas masyarakat Desa Rajaiyang.

Setelah mengikuti pelatihan ini, masyarakat diharapkan dapat mengelola keuangannya dengan baik dengan melakukan pencatatan transaksi menggunakan aplikasi mobile.(rd)