BANK SAMPAH : Ketika penimbangan dan pengepulan bank sampah dilakukan di Lapangan Bermain, Jalan Reni Jaya Barat 1A, RT6/6, Kelurahan Pondok Petir, Kecamatan Bojongsari, Selasa (20/09). ALDY RAMA/RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM – Setelah vakum karena pandemi Covid-19, akhirnya Bank Sampah RT6/6 Kelurahan Pondok Petir, Kecamatan Bojongsari kembali mengadakan penimbangan yang dipusatkan di Lapangan Bermain, Jalan Reni Jaya Barat 1A, RT6/6 kelurahan setempat.

Ketua RW6 Pondok Petir, Marthin Badri mengatakan, sejak 2015 kegiatan bank sampah di wilayahnya sudah berjalan sejak 2015.

“Kegiatan pemilahan bank sampah berawal dari inisiasi masyarakat sekitar, karena sampah di wilayah kami tidak terangkut 100 persen, jadi sampah anorganik maupun organik tidak terangkut sepenuhnya,” ungkapnya kepada Radar Depok, Rabu (21/9).

Akhirnya, lanjut Marthin, ia bersama kelompok Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) RW6 dan pengurus lingungan beserta masyarakat, mengadakan musyawarah bersama untuk menangani sampah tersebut.

Baca Juga  Warga Cinangka Keluhkan Sampah Kedaung

“Dengan musyawarah bersama yang dilakukan, terbentuklah bank sampah yang pusat lokasinya di RT6/6. Sebelumnya, saya menyarankan kepada tiap RT untuk mengadakan bank sampah. Namun hingga sekarang hanya RT6/6 saja yang aktif mengadakan bank sampah tiap bulannya,” jelas Marthin.

Marthin mengatakan, seluruh RT yang ada di RW6 menggabungkan sampah yang memiliki nilai jual, yakni sampah anorganik. Sedangkan, untuk sampah organik diangkut dan dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipayung.

“Karena Pandemi Covid-19 yang meradang sekitar dua tahun lalu, akhirnya kegiatan bank sampah sempat vakum, dan kembali beroperasi pada Januari 2022,” jelasnya.

Marthin mengungkapkan, masyarakat sekitar RW6 memilah dan mengumpulkan sampah anorganik yang memiliki nilai jual di rumahnya masing-masing, sedangkan sampah organik atau sampah yang tidak memiliki nilai jual diangkut seminggu dua kali.

Baca Juga  7 SD Menanti Sertifikat Akreditasi

“Bank sampah selalu digelar pada akhir bulan, warga berbondong-bondong mengumpulkan sampah organik yang memiliki nilai jual, seperti kardus, botol plastik, elektronik, kaleng, dan masih banyak lagi,” tuturnya.

Bukan hanya itu saja, lanjut Marthin, minyak jelantah pun disumbangkan ketika bank sampah berlangsung. Namun, untuk minyak jelantah diproduksi kembali oleh kelompok TP PKK RW6, berupa sabun dan lilin.

Sementara, Ketua Posyandu Melati RW6 Pondok Petir, Yulia mengatakan, bank sampah yang dikumpulkan warga sekitar berkisar dari 50 hingga 100 kilogram (kg) tergantung berapa banyak sumbangan yang diberikan warga.

“Dari warga yang menyumbangkan, sampah yang memiliki nilai jual tersebut diserahkan ke pengepul tiap akhir bulan, dan dimasukkan ke buku kas bagi warga sebagai tabungan,” jelasnya.

Baca Juga  ASN Sabojong, Kota Depok Gas Bareng Ciletuh

Yulia mengatakan, dari tabungan yang sudah terkumpul, warga dapat meraup keuntungan dari penjualan dari pengepul.

“Harga yang diberikan tentunya bervariasi, tergantung apa yang mereka berikan ke bank sampah RT6/6, dan mereka dapat mengambil tabungan tersebut pada akhir tahun atau awal tahun,” tandasnya. (ama)

Jurnalis : Aldy Rama

Editor : Ricky Juliansyah