MERANGKAK NAIK : Pekerja di salah satu grosir beras di kawasan Sukmajaya Depok saat mengangkut karung beras dari mobil bak tertutup, Minggu (25/9). Saat ini harga beras terpantau baik sejak satu bulan yang lalu. ARNET/RADARDEPOK
yamaha-nmax

RADARDEPOK.COM – Sebelum bahan bakar minyak (BBM) naik, beras di Kota Depok memang sudah terkerek. Tapi, setelah adanya kenaikan BBM, haga bahan pokok itu terus melesat. Minggu (25/9), jenis beras medium maupun premium di sejumlah pasar Kota Depok harganya sudah gila-gilaan. Rata-rata naiknya mencapai Rp2 ribu perkilogram (Kg).

Pedagang di Pasar Agung Jaya, Kecamatan Sukmajaya, Alfian mengatakan, kenaikan harga BBM bukan menjadi biang keladi satu-satunya harga beras mengalami kenaikan. kenaikan kebutuhan utama masyarakat yang naik ini, telah terjadi satu bulan sebelumnya. Bahkan, kenaikan itu sudah terjadi beberapa saat sebelum pemerintah mengumumkan kenaikan harga BBM. Penyebabnya adalah banyak petani yang gagal panen di musim kedua ini akibat cuaca yang kurang bersahabat.

“Jadi memang sebelum BBM naik. Beras sudah alami kenaikan secara bertahap,” kata Alfian di los dagangannya kepada Harian Radar Depok, Minggu (25/9).

Saat itu, kenaikan beras masih diangka Rp100 hingga Rp200. Dia menyampaikan, beras yang diambilnya dari Boyolali, Jawa Tengah, beberapa petani langganannya telah alami gagal panen kareana cuaca yang cukup ekstrem. Setelah mengalami gagal panen yang membuat harga beras dari lumbungnya ikutan naik. Lalu, disusul dengan kenaikan BBM yang tentunya membuat harga beras jadi melonjak drastis.

Baca Juga  Akan Tambah Posmaja di Cilodong, Kota Depok

“Satu hari abis BBM naik, kenaikan  beras terjadi di semua jenis, dari yang biasa sampai premium. Kenaikannya ada yang 500, seribu, sampai 2ribu. Tergantung kualitas atau grade berasnya bang,” ungkap Alfian.

Di los dagang Alfian, yang paling tinggi adalah pandan wangi premium, untuk satu kilogram mencapai Rp14ribu, untuk beras medium seperti rojo lele dan cap buah pala Rp 11ribu sampai Rp12.500 perkilogram.

Yang paling murah adalah jenis beras pera yang biasanya digunakan untuk pedagang nasi goreng maupun nasi uduk, untuk satu kilogramnya Rp9 ribu sampai Rp10 ribu. Ditambahkan Alfian, untuk satu karung ukuran 50 kilogram, yang jenis premium pandan wangi seharga Rp1,2 juta hingga Rp1,5 juta. Jenis beras medium grade A berkisar diangka Rp850 ribu sampai Rp900 ribu.

Tak jauh berbeda denga pedagang di Pasar Tradisional, Grosir beras di Jalan Keadilan Raya Sukmajaya, Irawan menambahkan, kenaikan terjadi bukan sekedar dari naiknnya harga BBM. Pasar maupun pangan murah yang digelar Pemerintah juga berdampak pada pedagang. “Itu juga jadi permasalahan ya, bukannya kami tidak mendukung tapi daya beli masyarakat jadi menurun karena adanya pasar murah tersebut,” paparnya.

Baca Juga  Data Terbaru Korona di Indonesia : 1.528 Positif, 136 Meninggal, dan 81 Sembuh

Dia menuturkan, saat ini beras yang dijual di grosirnya mengikuti Harga Eceran  Tertinggi (HET) dari Pemerintah untuk beras medium ditetapkan Rp9.450 sampai Rp10.500 perkilogram. Sedangkan, beras premium perkilogramnya sekitar Rp12.800 hingga Rp13.600.

“Saya kan ikut dalam grup grosir dan pedagang beras Jabodetabek. Nah untuk saat ini kita ikutin yang sudah diatur saja, takutnya ada inspeksi dari pemerintah,” ungkap Irawan.

Grosir dagangan Irawan hanya menyediakan beras dengan jenis medium dan premium, untuk jenis biasa atau pera tidak tersedia. Sehingga target grosir ini kepada resto maupun lainnya.

Namun lain hal data yang didapat Radar Depok dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Depok pertanggal, Jumat 23 September 2022, yang disampaikan melalui Kabid Perdagangan, Sony Hendro.

Baca Juga  Ahok Angkat Suara Kabar Pernikahannya

Menurutnya, saat ini harga beras masih terbilang normal, sebab sesuai data yang dipegangnya harga perkilogram beras medium senilai Rp 9.617, dengan HET Rp10.500. selanjutnya untuk harga beras premium harga jual perkilogramnya Rp11.333, dengan HET Rp12 ribu. “Itu sesuai catatan data yang di kami perhari Jumat 23 September 2022,” pungkasnya. (arn/rd)

Tentang Kenaikan Harga Beras di Kota Depok :

Penyebab :

  • Gagal Panen (Cuaca Ekstrem)
  • Kenaikan Harga BBM
  • Adanya Pasar/Pangan Murah
  • Menurunnya Daya Beli Masyrakat

Kenaikan :

  • Rp100 – Rp500 (sebelum BBM naik)
  • Rp500 – Rp2 ribu (setelah BBM naik)

Harga Beras Terkini :

  • Premium : Rp 14ribu – 15ribu/kg
  • Medium : Rp 11ribu – Rp12.500/kg
  • Pera : Rp 9ribu – Rp10ribu/kg

Harga Eceran Tertinggi (HET) :

  • 450 – Rp10.500/kg
  • 800 – Rp13.600/kg

Data Harga Beras Disperindag Depok :

Harga Jual

  • 333/kg (Beras Premium)
  • Rp 9.617/kg (Beras Medium)

HET

  • Rp12 ribu/kg (Beras Premium)
  • 500/kg (Beras Medium)

*sumber : pedagang dan disperindag depok

Jurnalis : Arnet Kelmanutu

Editor : Fahmi Akbar