Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi
Ferdy Sambo bersama Istri, Putri Candrawathi saat rekonstruksi pembunuhan Brigadir Yosua di rumah dinas beberapa waktu lalu. FOTO: DERY RIDWANSAH/JAWAPOS.COM
yamaha-nmax

RADARDEPOK.COM – Indonesia Police Watch (IPW) menilai Polri memiliki modal penting untuk membongkar mafia judi online, yang disebut sebagai Konsorsium 303. Modal tersebut, yakni pemeriksaan terhadap mantan Kepala Biro Pengamanan Internal (Karo Paminal) Divisi Propam Polri Brigjen Hendra Kurniawan.

“Kapolri entry point-nya pemeriksaan terhadap Hendra yang sudah terbuka faktanya,” kata Ketua IPW Sugeng Teguh Santoso seperti ditukil dari Medcom.id, Minggu (25/9) September.

Sugeng mengatakan, sudah menjadi informasi publik bahwa Hendra membawa jenazah Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat (J) ke Jambi dengan jet pribadi pada Sabtu, 9 Juli 2022. Informasi itu tercantum dalam berita acara pemeriksaan (BAP) meski detail ihwal jet pribadi belum jelas.  “Tapi IPW dapat informasi terakhir pembayaran sewa (jet pribadi) dibayar Konsorsium 303 atas nama JHL,” papar dia.

Baca Juga  Delapan Bulan, 24 Ibu Hamil di Depok Meninggal

Menurut Sugeng, Polri bisa langsung merunut rangkaian peristiwa. Polri memiliki kewenangan untuk melakukan penyelidikan. “Kalau IPW hanya memberi tanda-tanda, kita tidak punya kewenangan penyelidikan,” tutur dia.

IPW mendorong Polri membongkar mafia judi online yang disebut sebagai Konsorsium 303. Namun mereka sangsi Polri bakal membongkar mafia judi online tersebut. “(Karena) akan terjadi gempa bumi di pusat kekuasaan Polri,” katanya.

Sugeng tidak memerinci maksud gempa bumi tersebut. Namun, dia merujuk pada dampak yang sangat masif di internal Polri bila Konsorsium 303 betul-betul dibongkar. “Harus dibongkar secara serius, makanya tidak bisa (dilakukan) internal Polri. Harus ada tim gabungan,” papar dia.

Sugeng menuturkan, tidak mudah mengusut konsorsium. Sebab, pengelolanya bukan hanya satu orang atau satu perusahaan. “Mereka membentuk itu untuk sepakat meminta perlindungan pada oknum supaya tidak digerebek atau tidak diganggu,” jelas dia.

Baca Juga  Dinkes Depok Siap Berikan Sanksi Puskesmas Pemberi Obat Kedaluwarsa

Namun, kata dia, dorongan untuk mengusut Konsorsium 303 perlu tetap digaungkan. Publik dan media berperan penting mengawal kasus tersebut yang paralel dengan pembunuhan terhadap Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat (J). “Ada upaya meredupkan (Konsorsium 303). IPW dan media harus tetap menyalakan api harapan (pembongkaran) itu,” tutur dia.

Sambo berpotensi membongkar mafia judi online yang disebut sebagai Konsorsium 303. “Kalau dia dapat hidayah oh saya salah, dia akan bongkar,” kata Guru Besar Ilmu Politik dan Keamanan Universitas Padjadjaran, Muradi.

Muradi mengatakan, kejadian terdakwa membongkar rangkaian kebobrokan selama pengadilan bukan hal baru. Sehingga, kemungkinan tersebut terbuka lebar. “Kemudian, dia bisa merasa ditinggalkan orang-orangnya atau teman-temannya,” papar mantan penasihat Kapolri itu.

Polri, hakim, hingga jaksa harus memastikan Sambo cs dihukum seadil-adilnya. Sebab, citra Polri di mata masyarakat kadung merosot. “Juli 2022 posisi (kepercayaan publik pada) polisi 82 persen. Kemarin survei Indikator di bawah 70 persen. Jangan sampai masalah kriminal menyeret organisasi rusak,” ujar dia.

Baca Juga  Depok Digoyang 3 Detik, Sukabumi Porak Poranda

Polri memastikan jadwal sidang etik terhadap Brigadir Jenderal (Brigjen) Hendra Kurniawan (HK) digelar dalam pekan ini. Kepala Divisi (Kadiv) Humas Polri, Irjen Dedi Prasetyo mengatakan, sidang etik terhadap mantan karo Paminal Div Propam Polri itu setelah adanya kepastian saksi kunci obstruction of justice, yakni AKBP Arif Rachman Arifin (AR) sudah menjalani operasi akibat sakit yang dideritanya selama ini.   “Insya Allah untuk sidang kode etik Brigjen HK akan digelar dalam pekan ini,” kata Dedi, Ahad (25/9).(JPC/med/rep)