GERUDUK : Managemen Persikad 1999 dan Persikad Fans Curva Sud Kota Depok ketika melakukan aksi damai di Kantor Asosiasi PSSI Jawa Barat, Jalan Lodaya, Kota Bandung, Jumat (30/9). GERARD SOEHARLY/RADAR DEPOK
yamaha-nmax

RADARDEPOK.COM – Buntut kekalahan tidak wajar dalam laga delapan besar Liga 3 Seri 2 Jawa Barat. Managemen Persikad 1999 dan Persikad Fans Curva Sud Kota Depok, menggeruduk Kantor Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Jawa Barat di Jalan Lodaya, Kota Bandung, Jumat (30/9).

Aungan Serigala Margonda di Kota Kembang yang diberi tajuk G30S Persikad 1999 itu mendapatkan respon dari Asprov PSSI Jawa Barat.

Pemilik tunggal Persikad 1999, Handiyana Sihombing mengatakan, pihaknya memberikan kesempatan Asprov PSSI Jawa Barat untuk melakukan investigasi dalam laga tersebut. Jika tidak dipenuhi, pihaknya akan melakukan aksi serupa di PSSI Pusat.

“Kami akan melakukan aksi juga ke PSSI pusat. Jadi apa yang kami lakukan sesuai dengan koridor baik itu statuta maupun koridor hukum, kami tidak akan lepas dari patokan tersebut,” ungkapnya kepada Radar Depok, Jumat (30/9).

Dengan tegas, Handiyana menyatakan, pihaknya juga akan melaporkan dugaan kecurangan yang dilakukan wasit kepada mafia peradilan bola. Hal itu diperkuat dengan adanya bukti dan saksi.

Baca Juga  Empat Atlet Basket Depok Dipanggil Seleknas

“Sekali lagi kami dari Persikad 1999 bukan tidak menerima kami kalah. Tetapi cara kami kalahlah itu yang sekarang kami persoalkan,” tegasnya.

Menurut dia, langkah yang diambil Persikad 1999 bukan tertuju pada pemberian efek jera melainkan, pihaknya ingin membangun persepakbolaan tanah air yang berkualitas tanpa adanya kecurangan.

“Kami juga ingin Jawa Barat itu menjadi salah satu yang terbaik di Indonesia ini. Sehingga, hal-hal seperti ini tidak terjadi lagi dikemudian hari. Saling membangun dan mengingatkan intinya sih seperti itu,” jelas Handiyana.

Manager Persikad 1999, Cahyo Budiman menerangkan, berhentinya perjalanan tim Serigala Margonda di Liga 3 Seri 2 Jawa Barat diakibatkan adanya sejumlah kejanggalan dalam ajang bergengsi tersebut. Misalnya, perubahan jadwal pertandingan secara mendadak dan keberpihakan wasit terhadap tim lawan.

Baca Juga  5 Klub Pilihan, Jika Messi Tinggalkan Barcelona

Bahkan, wasit yang sama juga diperkenankan untuk memimpin dua laga besar dalam liga tersebut secara berturut-turut. Hal itu dinilai tidak pernah terjadi dalam turnamen resmi.

“Bahwa kami percaya ada banyak sekali jumlah Wasit yang ada di wilayah Provinsi Jawa Barat dengan kualitas yang baik. Bahkan konon Jawa Barat adalah penyumbang Wasit terbanyak dalam gelaran Liga 1 dan Liga 2 selama ini,” bebernya.

Cahyo menegaskan, pihaknya menuntut agar hasil pertandingan Persikad 1999 vs Al Jabbar dalam Liga 3 Seri 2 Jawa Barat dibatalkan. Selanjutnya, dia meminta agar laga tersebut dilakukan pertandingan ulang ditempat yang netral serta dipimpin wasit dari luar Jawa Barat.

“Selain itu, kami meminta Wasit Sepri Wedi dan semua pihak yang terlibat agar diberikan sanksi dan hukuman yang berat,” pintanya.

Perwakilan dari Persikad Fans Curva Sud, Zaini menuturkan, pihaknya siap mengawal secara ketat perjuangan dari tim kesayangan mereka. Bahkan, suporter yang identik dengan warna hitam itu akan menurunkan massa aksi yang lebih banyak ke PSSI Pusat jika tuntutannya tidak dipenuhi.

Baca Juga  Persikad Cup 2020, 12 Klub Siap Berlaga

“Kita siap untuk kawal terus, apalagi dari Depok kan lebih deket ke Jakarta bisa lebih banyak dari ini masanya,” ucapnya penuh ketegasan.

Namun, Zaini merasa kecewa dalam pertemuan dengan Asprov PSSI Jawa Barat. Pasalnya, mereka tidak ada yang meminta bukti kecurangan yang sudah dikantongi Persikad 1999.

Dia menilai, Asprov PSSI Jawa Barat setengah hati dalam menindaklanjuti adanya dugaan kecurangan tersebut.

“Cuma kekecewaan dari kami adalah kalau Asprov niat mengusut seharusnya video bukti tadi diminta, gak ada yang minta bukti video sama sekali,” tutupnya. (ger/rd)

Jurnalis : Gerard Soeharly

Editor : Fahmi Akbar