Kepala Diskominfo Kota Depok, Manto
yamaha-nmax

RADARDEPOK.COM – Terhitung dari hari ini (27/9) hingga Rabu (5/10) sudah dipastikan televisi (TV) analog di Kota Depok disuntik mati. Masih ada delapan hari lagi buat warga Kota Depok memburu alat set top box (STB) atau membeli TV digital. Peralihan tersebut dilakukan pemerintah sesuai Pasal 60A Undang-Undang No32 tahun 2002 tentang Penyiaran melalui Undang-Undang No11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Depok, Manto menegaskan, paling lambat 5 Oktober 2022 siaran TV analog di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek) dihentikan serentak. Karena sudah beralih ke digital. Lalu, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) memberikan 51.189 STB kepada warga kurang mampu.

Menurutnya, data tersebut bersumber dari Kemkominfo RI dan ditindaklanjuti melalui Surat Keputusan (SK) Wali Kota Depok Nomor: 480/359/Kpts/Diskominfo/Huk/2022 tentang Penetapan Calon Penerima Bantuan Alat Bantu Penerima Siaran (STB). Pemberian alat bantu penerima siaran STB bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN), dan juga komitmen penyelenggara multipleksing kepada rumah tangga miskin.

Baca Juga  Aksi Relawan Bogor dan Depok di Palu (1) Tim Kampret dan Cebong Bersaing, Ogah Pulang Sebelum 18:00 WITA

“Tugas kami hanya menyampaikan data saja. Untuk pemberian bantuan dilaksanakan oleh Kemkominfo melalui pihak ketiga,” tuturnya kepada Harian Radar Depok, Senin (26/9).

Diskominfo Kota Depok, sambungnya bersama Kemkominfo dan PT Evercross selaku vendor sudah melakukan pemantauan, terhadap pendistribusian STB di Kelurahan Kalimulya, Kecamatan Cilodong. Hal ini guna memastikan proses penyaluran, pemasangan hingga dapat digunakan alat tersebut oleh masyarakat. Pendistribusian dan pemasangan dilaksanakan secara door to door oleh pihak ketiga, yang ditunjuk oleh pemerintah pusat.

“Hari ini kami melakukan monitoring mendatangi rumah warga penerima STB, melihat apakah ada kendala di lapangan pada proses pendistribusiannya,” jelasnya.

STB, kata dia, berfungsi sebagai alat bantu siaran bagi masyarakat agar tetap dapat menikmati siaran TV. Pasalnya, pemerintah pusat akan menghentikan siaran TV analog serentak pada 20 November mendatang. “Alat ini dibagikan secara gratis dan langsung dipasangkan oleh petugas kepada masyarakat prasejahtera yang masuk dalam data desil 1. Semoga bantuan STB ini bermanfaat untuk masyarakat Kota Depok,” kata mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Depok ini.

Baca Juga  Raih Perunggu di Kejuaraan Karate Piala Panglima Divif 1 Kostrad

Perlu diketahui, pelaksanaan penghentian siaran televisi analog terestrial atau yang dikenal dengan Analog Switch Off (ASO) secara nasional, akan dilaksanakan paling lambat pada 2 November 2022. Siaran TV analog di Jabodetabek akan dilaksanakan ASO atau berhenti mulai 5 Oktober 2022. Siaran TV selanjutnya beralih ke sistem siaran TV digital.

Ketua Tim Komunikasi Publik Migrasi TV Digital Kemenkominfo, Rosarita Niken Widiastuti mengatakan, Jabodetabek siap melaksanakan penghentian siaran televisi analog, karena telah memenuhi ukuran kesiapan yang terdiri dari tiga hal. Salah satunya di wilayah tersebut terdapat siaran TV analog yang akan dihentikan siarannya.

“Kemudian, alasan kedua yaitu telah beroperasi siaran TV digital pada cakupan siaran TV analog sebagai penggantinya. Ketiga, sudah dilakukan pembagian bantuan STB bagi rumah tangga miskin di wilayah tersebut,” ujarnya.

Infrastruktur siaran TV digital di Jabodetabek telah beroperasi seluruhnya melalui tujuh operator multipleksing (MUX). Yaitu Lembaga Penyiaran Publik TVRI dan enam Lembaga Penyiaran Swasta. “Saat ini, 23 stasiun televisi di Jabodetabek sudah bermigrasi dari analog ke digital. Serta terdapat program-program siaran televisi digital baru. Yang menambah keragaman pilihan konten acara yang dapat disaksikan oleh masyarakat,” bebernya.

Baca Juga  Gantungkan Harapan Masa Tua Pada JKN-KIS

Dia menyebut, STB yang disediakan untuk rumah tangga miskin sebanyak 479.307 unit. Sejauh ini telah terdistribusi sebesar 63,4 persen. Pelaksanaan distribusi STB baik yang dilakukan oleh penyelenggara multipleksing dan yang dibiayai oleh anggaran negara, berjalan sesuai rencana dan terus dipantau secara harian, untuk dituntaskan sebelum 5 Oktober 2022.

“Sebelumnya, pada tanggal 30 April 2022 yang lalu, ASO bertahap telah dilaksanakan di 4 wilayah layanan. Yaitu Riau (Kabupaten Bengkalis, Kabupaten Kepulauan Meranti, Kota Dumai), Nusa Tenggara Timur (Kabupaten Timor Tengah Utara), Nusa Tenggara Timur (Kabupaten Belu, Kabupaten Malaka), dan Papua Barat (Kabupaten Sorong, Kota Sorong),” tandasnya.(ana/rd)

Jurnalis : Andika Eka

Editor : Fahmi Akbar