Ferdy Sambo Rekonstruksi di Rumah Dinas Duren Tiga
REKONSTRUKSI: Irjen Ferdy Sambo melakukan adegan rekonstruksi kasus pembunuhan berencana Brigadir Yosua Hutabarat atau Brigadir J, di rumah dinasnya, di Duren Tiga, Jakarta Selatan. Selasa (30/8). FOTO: ANDIKA EKA/RADAR DEPOK
yamaha-nmax

RADARDEPOK.COM – Berangkat dari kasus Ferdy Sambo. Publik menyoroti temuan Indonesia Police Watch (IPW) soal penggunaan Private Jet atau Jet Pribadi, yang digunakan Brigjen Hendra Kurniawan saat temui keluarga Brigadir Yosua alias Brigadir J di Jambi. Dari penelusuran yang didapatkan, jet pribadi yang digunakan Brigjen Hendra diregistrasi di San Marino. Jet pribadi yang digunakan anak buah Ferdy Sambo, Mantan Karo Paminal Brigjen Hendra Kurniawan, mulai terungkap.

Ketua IPW, Sugeng Teguh Santoso menyebut, jet pribadi yang digunakan Brigjen Hendra Kurniawan tercatat dengan nomer penerbangan TJ JAB. Dari penelusurqan Fligt Radar, tercatat ada penerbangan ke Jambi dengan jet pribadi nomer TJ JAB pada 11 Juli 2022. Jet pribadi yang digunakan Brigjen hendra berangkat dari Jakarta pada pukul 3 sore dan mendarat di Jambi pada pukul 4 sore.

Menimpali hal ini, Kepala Divisi (Kadiv) Humas Polri, Irjen Dedi Prasetyo mengatakan, informasi tersebut, adalah bagian dari proses penyidikan yang dilakukan tim Inspektorat Khusus (Irsus) Mabes Polri dalam pengusutan pelanggaran etik terhadap HK terkait kasus pembunuhan di rumah dinas mantan Kadiv PropamIrjen Ferdy Sambo tersebut.

“Itu (penggunaan jet pribadi oleh Brigjen HK) sudah materi dari Timsus,” kata Dedi di Jakarta, Kamis (22/9).

Karena itu, Dedi mengatakan, informasi menyangkut penggunaan jet pribadi milik bandar judi oleh Brigjen HK tersebut, tak perlu lagi dipersoalkan. “Jadi, tidak perlu lagi ditanyakan,” sambung Dedi.

Menurut dia, selain informasi jet pribadi itu tetap menjadi bahan pemeriksaan oleh Irsus terhadap Brigjen HK, isu relasi dengan para bandar judi tersebut, menjadikan kasus pokok tentang pembunuhan Brigadir J itu melebar ke mana-mana.

“Fokus timsus saat ini, adalah untuk segera menuntaskan, dan menunggu berkas perkara (pembunuhan dan obstruction of justice) yang sudah di kejaksaan. Kemudian fokus juga di sidang kode etik. Itu fokusnya. Jadi nggak usah melebar ke mana-mana,” ujar Dedi.

Jawaban Dedi tentang jet pribadi yang digunakan Brigjen HK, dan relasi dengan bandar judi, serta pembekingan oleh Irjen Ferdy Sambo, adalah penolakan penjelasan yang kedua kalinya. Pada Senin (19/9/2022) lalu, Dedi juga menyampaikan hal serupa.

“Itu (penggunaan jet pribadi oleh Brigjen HK) merupakan materi di Irsus, dan Wabprof (Pengawasan Profesi),” kata Dedi.

Brigjen HK, adalah satu, dari tujuh tersangka tindak pidana obstruction of justice terkait kasus pembunuhan berencana Brigadir J. Terkait status hukumnya itu, mantan Karo Paminal Div Propam Polri itu, dimutasikan ke Yanma Polri. Polri, pun melakukan isolasi berupa penempatan khusus (patsus) terhadapnya di sel tahanan Mako Brimob.

Kordinator Masyarakat Anti-Korupsi Indonesia (MAKI), Boyamin Saiman menambahkan, mudah bagi Polri untuk membuktikan penggunaan Jet T7-JAB tersebut, termasuk siapa pemiliknya. Menurut Boyamin, jika menghendaki pembuktian penggunaan oleh Brigjen HK, tim di kepolisian cukup meminta manifes keberangkatan 11 Juli 2022, kepada otoritas udara di bandara.

Jika untuk melacak kepemilikan, kata Boyamin, kepolisian tinggal melacaknya lewat operator. Boyamin mengungkapkan, dari catatan MAKI, Jet T7-JAB, operatornya adalah PT AA.

Menurut Boyamin, diduga pemilik jet pribadi tersebut adalah pengusaha tambang batu-bara di Kalimantan Utara (Kaltara). Boyamin menambahkan, pesawat pribadi itu pun selama ini diketahui juga pernah dipakai oleh jajaran menteri di kabinet.

Namun dikatakan dia, sejak informasi keterkaitan jet pribadi tersebut dengan Brigjen HK, dan Irjen Sambo, keberadaan pesawat terbang itu, sudah tak berada di Indonesia. “Hari-hari ini, sudah menjauh dari Indonesia. Sudah bergeser dari Thailand, ke Dubai. Dan hari-hari ini, sudah berada di Eropa,” tandas Boyamin.(JPC/rep/kom)