LAYANI : De Fast drive thru milik Disdukcapil Kota Depok ketika melayani masyrakat dalam pengambilan dokumen seperti KTP dan KIA. GERARD SOEHARLY/RADAR DEPOK
yamaha-nmax

RADARDEPOK.COM – Demi memaksimalkan pelayanan ke masyarakat, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Depok terus melakukan sejumlah inovasi. Contohnya, baru-baru ini mereka membuat program De Fast yakni unit pengambilan dokumen secara cepat.

Kepada Bidang Pelayanan Pendaftaran Penduduk Disdukcapil Kota Depok, Jaka Susanta mengatakan, inovasi itu dilakukan hanya untuk mempermudah masyrakat dalam pengambilan dokumen yang sebelumnya telah dilakukan pendaftaran secara online.

“De Fast drive thru ini untuk mempermudah masyarakat dalam mengambil dokumen mereka yang telah didaftarkan secara online,” ungkapnya kepada Radar Depok, Selasa (20/9).

Jaka menjelaskan, pihaknya menyadari masyarakat yang hendak mengambil dokumen ke Disdukcapil Kota Depok mengalami sejumlah kesulitan seperti penuhnya tempat parkir hingga antrian yang cukup panjang.

Baca Juga  Kampung Karnaval Pilkada RW03 Kelurahan Depok Jaya, Dijemput Odong-Odong, dan Boleh Tes Kesehatan Gratis

“Jadi kalau hanya untuk pengambilan data berupa KTP dan KIA bisa dilakukan di De Fast Drive Thru, karena dokumen lain saat ini sudah disediakan dalam bentuk file Pdf. Kemudian, masyarakat dapat mencetaknya sendiri,” terangnya.

Sejauh ini, kata dia, pelayanan unit De Dast itu  hanya tersedia diarea Pemkot Depok saja. Sebab, pelayanan pengambilan dokumen secara cepat itu hanya sebagai salah satu cara mengambil fisik KTP dan KIA.

“Jadi masyarakat tinggal datang dan menunjukan bukti pendaftaran online kemudian melakukan pengambilan data di De Fast, tidak perlu untuk mengantri di Disdukcapil ataupun memarkirkan kendaraan,” tutur Jaka.

Inovasi lainnya, ungkap Jaka, pihaknya telah mengasakan pelayanan pembuatan akta kelahiran secara door to door. Adapun, daftar penerima dilihat dari database yang ada di Disdukcapil Kota Depok.

Baca Juga  Ady Setyawan dan Upaya Rekonstruksi Peristiwa 10 November, Wartawan Jadi Saksi Kedatangan Sekutu

Pada tahun ini, setidaknya ada 1.800 bayi yang belum memiliki akta kelahiran. “Jadi kita liat di database dulu kemudian, kita datangi rumahnya satu per satu untuk meminta berkas sekaligus menerbitkan akta kelahirannya,” beber dia.

Selain itu, dia menerangkan, pendistribusian dokumen pribadi tersebut dapat diantarkan oleh jasa pengantar dari D’co Mart atau koperasi resmi milik Pemkot Depok. Namun, dikenakan biaya transport.

Setiap hari, menurut Jaka, setidaknya ada 150 masyarakat Kota Depok yang menggunakan jasa pengantaran dokumen tersebut. “Bisa juga kita antar lewat D’Co Mart namun ada biaya untuk pengirimannya,” tandas Jaka. (ger/rd)

Jurnalis : Gerard Soeharly

Editor : Fahmi Akbar