KH Mahfud Anwar Mimbar Jumat
yamaha-nmax

Oleh: K.H. A. Mahfudz Anwar
(Ketua MUI Kota Depok)

RADARDEPOK.COM — Selama hidup di duniua ini setiap orang pasti menginginkan hati tenang, hati senang yang membawanya bahagia. Jika hati tenang, maka semua pekerjaan yang dilakukan dapat terselesaikan dengan baik berdaya guna dan tepat guna.

Dan perbuatan orang yang dilakukan dengan senang hati akan menghasilkan karya-karya yang indah dan menyenangkan setiap orang yang melihatnya.

Begitulah perjalanan hidup ini yang ditempuh oleh setiap orang. Tak terkecuali orang muslim yang giat bekerja. Sekalipun kita bekerja keras, tapi kalau bekerja dengan senang, maka tidak akan lekas lelah.

Tapi justru sebaliknya seakan kurang waktu. Cepat habis waktu, tanpa terasa capek. Maka dari itu bekerjalah dengan hati yang tulus. Karena ketulusan itulah yang mendorong semangat bekerja.

Karena orang yang berhati tulus itu hanya terfokus pada pekerjaannya, tanpa pamrih dari

pujian orang lain. Dipuji atau dicaci tetap bekerja dengan baik. Sehingga bekerja terus sampai pada titik tujuannya.

Dalam bahasa Al-Qur’an disebut “Tathmainnul qulub” atau ketenangan hati. Jadi orang yang bekerja dilandasi ingat Tuhan itu pasti terus istiqamah melaju berorintasi pada hasil akhir yang baik.

Tidak berani bekerja asal-asalan karena sadar bahwa pekerjaannya dipantau/dicatat oleh Tuhannya. Jika kerjanya baik (shaleh) maka akan mendapat balasan yang baik. Sebaliknya jika kerjanya buruk, maka akan dapat balasan buruk/merugi.

Sebagaimana firman Allah SWT: “(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S. Ar-Ra’d:28).

Maka salah satu unsur kesuksesan seseorang adalah hati tenteram. Dan untuk mencapai hati yang tenteram, maka harus selalu ingat Allah SWT. Karena dengan mengingat Allah SWT. merasa dapat dukungan yang baik dari Tuhannya.

Karena dengan dukungan Allah SWT. itulah yang mengantarkan hatinya berdekatan dengan Tuhannya (Allah). Sehingga merasa senang seakan mendapat Pelindung yang melindungi dirinya dan pekerjaannya.

Dan ini hanya berlaku bagi orang yang beriman, yaitu orang yang percaya atas kekuasaan dan kekuatan Allah SWT. Di samping memang Allah SWT. selalu memudahkan orang yang percaya atas kekuatan Allah SWT.

Dengan demikian tidak ada salahnya jika seseorang itu selalu bekerja di bawah keimanannya yang kuat. Sehingga tidak ada rasa kekuatiran dalam menghadapi masa-masa sulit. Karena masa sulit itu pasti akan diganti oleh Allah swt dengan buah yang manis. Dengan hasil yang cemerlang.

Seperti orang-orang yang menjalankan Ibadah shalat, maka ia akan memperoleh pahala yang besar (balasan yang menyenangkan) dan kebahagiaan di dunia.

Karena orang yang istiqamah shalatnya akan mendapat hadiah berupa kebaikan-kebaikan yang diakibatkan terhindarnya dari perbuatan buruk ayaupun perbuatan yang merusak dirinya maupun merusak orang lain. (Tanha ‘anil fakhsyai wal munkar).

Karena hatinya dipenuhi rasa cinta dan kasih sayang. Itulah bangunan istana hati yang bisa diperoleh oleh setiap orang yang beriman dengan sungguh hati (haqqul yaqin.)

Seperti dalam firman Allah SWT: “Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, kelak Allah Yang Maha Pemurah akan menanamkan dalam (hati) mereka rasa kasih sayang.” (Q.S: Mariyam: 96). Sekian. Wallahu a’lam. (*)