ac milan
GUYUB : Milanisti Kota Depok melakukan kegiatan rutinya dalam menjalin silaturahmi sesama anggotanya. ANDIKA EKA/RADAR DEPOK
yamaha-nmax

Keberadaan sepak bola dengan suporter tidak dapat dipisahkan, sehingga dapat dikatakan suporter merupakan pemain kedua belas. Komunitas secara tidak langsung akan mempengaruhi setiap anggotanya, atas apa yang mereka jadikan pegangan atau pedoman dalam komunitasnya itu akan mempengaruhi tingkah laku suporternya

Laporan : Andika Eka Maulana

RADARDEPOK.COM, Perjalanan komunitas Milanisti Kota Depok selama empat tahun tidak mulus apa yang di bayangkan bagi sebagian orang, masa-masa sulit, naik turun antusias anggota sudah mereka pernah alami.

Ahmad Jay mengatakan saat 2018 belum lama berdiri, justru Milaisti Kota Depok sedang mengalami masa-masa terpuruk, tetapi dalam masa terpuruknya, Jay mengatakan, setiap event Milanisti Depok selalu ramai.

Nah uniknya waktu 2018 saat kondisi milan sedang terpuruk justru setiap event milanisti Depok selalu ramai,” ujar Jay.

Dan sekarang saat Milanisti sedang bagus dalam berbagai lini, Justru animo Milanisti Kota Depok semakin berkurang. “Gatau penyebabnya ramenya cuma pas maen bola doang,” ungkapnya.

Jay mengatakan ini adalah permasalah yang harus dibenahi dalam sebuah komunitas dalam membangkitkan animo anggotanya yang saat ini sedang menurun. “Sebenernya ini yang sedang masih benahi untuk mencari solusi,” ucapnya.

Dalam membangkitkan gairah anggota dalam aktif dalam komunitas, Jay mengatakan selalu di adakan kegiatan-kegiatan yang rutin seperti mengadakan pengajian. “Satu lagi yg unik, mungkin kita satu-satunya fans club sepak bola yagg punya kegiatan pengajian bulanan,” katanya.

Pengajian bulanan ini di adakan dengan tujuan untuk menambah ilmu dalam keagamaan, tidak melulu soal sepak bola.

Walaupun masih setiap bulan, Yang penting kita mempunya kegiatan yang positif untuk menambah ilmu dalam keagamaan,” ungkap Jay.

Selain pengajian, Jay juga memngatakan bahwa Milanisti Kota Depok mempunyai tradisi yang unik yaitu, Setiap da member yang menikah Milanisti Kota Depok selalu membuat Korteo dalam acara pernikahan anggota tersebut.

Sampe warga ngiranya ada yang ribut karna kita ngechant sambil menyalakan flare,” ujarnya.

Jay berharap kegiatan-kegiatan seperti ini gar terus berjalan agar bisa mempererat sesama anggota Milanisti Kota Depok. “Dan juga makin membangkitkan gairah bagi anggota dalam membangun Milanisti Kota Depok,” tuturnya. (*)

Editor : Junior Williandro