Produsen tahu  yang terletak di kecamatan Cimanggis  dikenal dengan nama pabrik tahu Bapak Odong di Jalan Palsigunung RT 004 RW 03, Kelurahan Tugu, Kecamatan Cimanggis, Depok. ISTIMEWA
yamaha-nmax

RADARDEPOK.COM – Diversifikasi  murupakan cara  untuk memvariasikan suatu produk utama  yang dibuat menjadi berbagai produk lain dengan tujuan untuk membuat produk tahan lebih lama, mengarah kepada produk siap konsumsi dan digunakan, memenuhi selera, kebutuhan dan harapan konsumen, memperluas pasar, menyerap tenaga kerja, memberi nilai tambah pendapatan dan lain sebagainya.

Diversifikasi merupakan salah satu strategi dalam operasional bisnis. Dalam operasional bisnis diversifikasi dilakukan guna untuk mencari peluang keuntungan dari suatu produk dan untuk melakukan diversifikasi produk diperlukan kreatifitas, inovasi, penelitian, modal, promosi atau komunikasi, dan pemasaran yang baik.

Tahu merupakan salah satu makanan yang dikonsumsi oleh seluruh lapisan dan golongan masyarakat. Hampir semua  tempat makan, baik warung kecil, sedang dan besar seperti restauran  di Indonesia , rata rata menyediakan menu tahu , baik digoreng maupun dimasak sebagai bahan campuran yang diolah dengan sayuran, daging , ikan dan bahan lainnya.

Oleh karena itu Industri tahu di Indonesia berkembang dengan pesat. Banyaknya industri tahu di Indonesia mengakibatkan tingkat produksi limbah tahu relatif tinggi. Jenis limbah tahu yang dhasilkan antara lain berbentuk limbah cair dan limbah padat. Limbah padat dari produksi tahu berupa ampas tahu.

Baca Juga  Perekrutan Panwascam Tunggu Sekretariat

Salah satu produsen tahu  yang terletak di kecamatan Cimanggis  dikenal dengan nama pabrik tahu Bapak Odong merupakan nama yang diberikan oleh masyarakat sekitar pada kumpulan industri tahu rumahan  yang berada di di jalan Palsigunung RT 004 RW 03, Kelurahan Tugu, Kecamatan Cimanggis, Depok. Pengelolaan pabrik tahu saat ini dibagi menjadi 2 bagian yaitu bagian produksi & penjualan dan bagian limbah ampas tahu.

Bagian produksi & penjualan di kelola oleh masing-masing Pemilik Usaha dan bagian limbah ampas tahu dikelola oleh ibu Siti Romlah dengan sampel produksi milik Bapak yadi. Menurut ibu Siti Romlah, produksi tahu bandung menggunakan kacang kedelai import dan saat ini kebutuhan akan kacang kedelai sekitar 2 kwintal/hari dan menghasilkan limbah ampas tahu sebanyak 6-8 karung dengan isi -+ 50 kg /karung. Selama ini limbah ampas tahu dijual untuk pakan ternak dengan harga Rp.20.000,/karung-

Baca Juga  Sidang Korupsi RTLH Cilodong Kota Depok Ditunda

Diversifikasi ampas tahu merupakan suatu usaha  untuk meningkatkan nilai ekonomi ampas tahu. Diversifikasi ampas tahu bermacam-macan contohnya ampas tahu diolah menjadi kerupuk, minuman kesehatan, Nugget, tempe gembus, keripik, brownies dll. Dari diversifikasi produk turunan ampas tahu tersebut terlihat bahwa upaya peningkatan penghasilan belum dilakukan secara optimal.

Hal ini karena belum semua Produsen tahu mengetahui tentang divesifikasi ampas tahu dan tidak semua produsen tahu mau mengolah limbah ampas tahu menjadi produk olahan yang komersial. Kurangnya minat produsen tahu untuk mengolah ampas tahu karena kurangnya pengetahuan tentang cara pengolahan ampas tahu tersebut dan memerlukan peralatan tambahan lainnya yang tidak dimiliki.

Oleh karena itu dengan adanya  kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang merupakan kewajiban dosen diluar kampus untuk dapat mentransfer ilmu atau memberikan ilmunya pada masyarakat  sehingga permasalahan yang ada dapat digapai oleh pengrajin tahu yang dapat dilihat pada foto diatas.

Baca Juga  Jangan Ada Pembekuan PSSI Lagi!

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, telah dilakukan oleh Dosen dari Universitas Persada Indonesia  YAI dan dibantu oleh mahasiswa MBKM PKM untuk memberikan pelatihan   dalam melakukan diversifikasi ampas tahu menjadi kripik dan nugget ampas tahu serta  memberikan pelatihan untuk penjualan melalui marketplace.

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini merupakan HIBAH PKM tahun 2022 atas biaya dari Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat, Deputi Bidang Penguatan Riset dan Pengembangan Kementerian Riset dan Teknologi / Badan Riset dan Inovasi Nasional. (*)

Oleh :

Ir.Essy Malays Sari Sakti, M.MSI, Dr. Shafenti, SE. MM , Diah Pramestari, ST. MM

Mahasiswa :

Eveline Nazirah Kertapradja, Hario Mukti Pawenang, Celza Dinata, Hamidah Tamara Komna, Muhammad Mahfuzh Mulk