KUNJUNGAN : Wakil Walikota Depok, Imam Budi Hartono mengunjungi rumah pengolahan Keripik Tempe Sagu milik pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), Susilo di Perumahan Jatijajar Blok A 15 RW10, Kelurahan Jatijajar, Kecamatan Tapos. ANDIKA EKA/RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM, JATIJAJAR – Wakil Walikota Depok, Imam Budi Hartono mengunjungi rumah pengolahan Keripik Tempe Sagu milik pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), Susilo di Perumahan Jatijajar Blok A 15 RW10,  Kelurahan Jatijajar, Kecamatan Tapos, Kota Depok.

Menurutnya, perjuangan bapak Susilo dalam membangun usaha patut dicontoh oleh pelaku UMKM lainnya.

IBH sapaannya, mengatakan, dalam menekuni bisnis, Susilo mengalami jatuh bangun. Namun, warga tersebut tetap konsisten dan selalu belajar dalam mengembangkan bisnisnya. Menurutnya, perjuangan bapak Susilo dalam membangun usaha patut dicontoh oleh pelaku UMKM lainnya.

“Saat ini, beliau bisa memproduksi 80 kilogram keripik tempe per hari dan terus meningkat, bahkan Pak Susilo sudah mengekspor produknya ke luar negeri,” tuturnya kepada Harian Radar Depok, Rabu (21/9).

Baca Juga  Ini yang Dilakukan Warga Cimpaeun untuk Gencarkan PHBS

Oleh karena itu, IBH mengajak kepada pelaku usaha dan UMKM yang ingin belajar membuat kripik tempe yang enak dan berkualitas agar datang ke tempat Susilo. Terlebih, ada kelas pelatihan secara gratis di Dapur Pawon Mutiara Jatijajar.

“Warga Depok yang berminat belajar bisa datang langsung ikut pelatihan satu hari agar warga Depok banyak yang memilki usaha. Yuk latihan di Dapur Pawon Mutiara Jatijajar,” ajak IBH.

Wakil Walikota Depok, Imam Budi Hartono

Sementara itu, Pemilik Produk Kripik Tempe Sagu, Susilo menjelaskan, dirinya membuka kelas pelatihan secara gratis, karena saat memulai usaha keripik tempe juga mendapat pelatihan secara gratis. Untuk itu, ia ingin melakukan hal yang sama kepada pelaku usaha yang ingin belajar.

Baca Juga  Coklit Cimpaeun Capai 98 Persen

“Banyak orang yang bilang kok ngajarin pesaing, tetapi saya beranggapan bahwa semakin banyak pelaku usaha kripik tempe maka, kripik tempe akan semakin dikenal dan market atau pasar akan semakin banyak. Dengan begitu akan tercipta kolaborasi bukan pesaing,” ujarnya.

Susilo pun menitipkan pesan, kepada pelaku usaha untuk selalu bersemangat dalam menjalankan usahanya. Kemudian, juga harus mau berproses dan selalu bersyukur.

“Selama kita punya kemauan dan semangat tinggi insyaAllah pasti berhasil. Hanya waktunya kapan kita tidak tahu, yang penting kita berani melakukan proses, itu yang utama. Selama orang mau melakukan proses dia akan selalu bersyukur berapapun hasilnya,” tutup Susilo. (ana)

Jurnalis : Andika Eka

Editor : Arnet Kelmanutu