Oleh : Ayu Rosyida Zain
yamaha-nmax

RADARDEPOK.COM – Kampung Pulo yang merupakan bagian dari Kelurahan Tapos, memiliki jumlah penduduk yang cukup padat, yakni sekitar 500-1000 KK dalam 1 RW, dengan 30 persennya adalah remaja dengan status tanpa pekerjaan tetap.

Sampah rumah yang dihasilkan warga per hari tentunya sangat banyak, sehingga telah dirintis suatu tempat pengolahan sampah sejak tahun 2020.

Walaupun tempat pengolahan sampah rumah Tangga di Kampung Pulo Depok telah berjalan selama kurang lebih 2 tahun, tetapi kegiatan mengumpulkan sampah yang berlangsung tiap hari selasa dan kamis menurut kader bank sampah masih dilakukan secara manual dan konvensional tanpa ada alat untuk mengelola sampahnya dan tanpa ada sistem managemen yang baik.

Kegiatan tersebut terus berlangsung sampai saat ini hanya dengan sebagai pengumpul dan langsung diambil oleh pengepul besar dengan harga per kg sampah sangat cukup murah, sehingga tidak ada manfaat besar bagi warga terutama untuk menjadi suatu kegiatan yang menghasilkan suatu produksi yang menghasilkan nilai ekonomi.

Ketua RW Kampung Pulo, Tapos, Depok menyatakan sebagian besar warga mudanya masih berstatus sebagai pengangguran, dan berkeinginan untuk dapat mengedukasi warga mudanya dalam wadah Karang taruna dengan kegiatan yang bermanfaat, dan dapat menghasilkan suatu kegiatan ekonomi.

Bahkan hingga saat ini, justru banyak warga yang memilih untuk menbakar sampahnya daripada menabung, akibatnya imbul polusi udara yang sangat mengganggu warga sekitar RW 11 Leuwinnggung, Tapos, Depok.

Teknologi informasi dan komunikasi sangat bermanfaat dalam mendukung proses bisnis dalam bentuk manajemen data, informasi, fakta, serta pengetahuan.

Salah satu fungsi penting teknologi informasi, yaitu untuk mencatat segala transaksi yang terjadi dalam kegiatan, mengolah data-data transaksi sehingga menjadi informasi yang lebih berguna berbentuk laporan, sehingga semakin mempermudah para pengguna memperoleh informasi sesuai dengan kebutuhan, Namun perkembangan tersebut harus diimbangi dengan perkembangan sumber daya manusia dan didukung dengan media atau sarana informasi yang memadai.

Sehingga dalam hal ini  Prodi Teknik Komputer Jaringan sebagai program studi yang mempelajari pengembangan ilmu teknologi informasi melakukan upaya berupa Kegiatan Pelatihan Sistem Bank Sampah pada Karang Taruna dan Masyarakat Kampug Pulo, Tapos, Depok pada hari minggu tanggal 4 september 2022 sebagai salah satu solusi untuk mengatasi masalah sampah rumah tangga pada Kampung Pulo, Tapos, Depok tersebut.

Kegiatan ini bersifat social engineering yang mengajarkan masyarakat untuk memilah sampah yang dipaparkan oleh Bapak Ari selaku narasumber pengelolaan sampah, kegiatan ini dapat sekaligus menumbuhkan kesadaran masyarakat dalam pengolahan sampah secara bijak. Dan dalam kesempatan ini pula program studi TKJ PNJ memberikan hibah berupa alat timbangan digital sampah dan laptop dengan harapan dapat mempermudah pengelolaan sampah pada wilayah Tapos Depok khususnya RW 11.

Sehingga dalam lingkup yg lebih luas akan dapat mengurangi jumlah sampah yang diangkut ke TPA. Pembangunan bank sampah ini merupakan momentum awal dalam membina kesadaran kolektif masyarakat untuk mulai memilah, mendaur-ulang, dan memanfaatkan sampah. Hal ini penting, karena sampah mempunyai nilai jual dan pengelolaan sampah yang berwawasan lingkungan dapat menjadi budaya baru Indonesia.

Oleh karena itu dalam implementasinya harus dipastikan sarana dan prasarana dalam pengeloaan sampah tersedia, khususnya alat timbangan yang terintegrasi dengan sistem administrasi pengelolaannya. Selain itu juga karang taruna yang akan secara langsung menggunakan sistem administrasi bank sampah harus dipastikan dapat memahami dan menguasai segala perangkat TIK didalamnya, sehingga data yang dihasilkan dapat mempermudah pengelolaan sampah.

Dalam hal ini RW dalam Keluran Tapos, Kota depok bekerjasama dengan Prodi TKJ melalui program pengabdian kepada masyarakat melalui pelatihan sistem bank sampah pada karang taruna dan masyarakat Kampung Pulo, Tapos, Depok.

Melalui kegitan pengabdian ini diharapkan bisa menjadi cambuk penyemangat dalam peningkatan ekonomi warga Tapos, Depok, yang dengan keberlanjutannya dapat memperbanyak modal alat dan sarana prasarana secara mandiri. Selain itu dengan pelatihan ini diharapkan Karang Taruna dapat aktif kembali dan ke depannya dapat mengurangi jumlah pengangguran, dengan meningkatnya perekonomian warga Tapos, Depok. (*)