BEDAH BUKU : Anggota Komisi X DPR RI, Nuroji menyampaikan prakata dalam bedah buku ‘Juki: Sungai Tak Bermuara’ di salah satu resto di Jalan Sersan Aning, Kelurahan Depok, Kecamatan Pancoranmas, Rabu (21/09). RICKY/RADAR DEPOK

9 September 2022, Haji Nuroji genap berusia 60 tahun. Politikus Partai Gerindra yang kini duduk di Komisi X DPR RI ini menerbitkan sebuah buku berjudul ‘Juki: Sungai Tak Bermuara’ yang ditulis Hannoeng M. Nur.

Laporan : Ricky Juliansyah

RADARDEPOK.COM – Rabu (21/09), Nuroji pun mengadakan bedah buku ‘Juki: Sungai Tak Bermuara’ dengan narasumber dia sendiri bersama Hannoeng M. Nur selaku penulis dan jurnalis serta Sihar R Simatupang yang merupakan sastrawan.

Bedah buku yang diselenggarakan di salah satu resto di Jalan Sersan Aning, Kelurahan Depok, Kecamatan Pancoranmas ini dibalut dengan suasana santai tersebut dipandu Moderator Tora Kundera dari Komite Sastra Dewan Kesenian Daerah (DKD) Kota Depok.

“Niatan ingin melakukan sesuatu penulisan memori atau kenangan-kenangan dalam hidup yang setiap orang punya, kita semua punya kenangan, perjalan dan perjalanan dan memori di otak kita. Walau pun berbeda setiap orang di otaknya itu, terbagi ruang-ruang memori, ada ruang memori paling depan, yaitu memori yang bisa diakses oleh siapa saja, artinya akses informasi yang terbuka untuk tahu siapa kita, seperti orang bertanya soal pekerjaan dan hobi, itu bisa dijawab,” kata Nuroji.

Namun, untuk memori tengah, kata dia, hanya orang-orang tertentu saja yang tahu, seperti keluarga. Kemudian, di memori belakang ini yang biasa disebut Hidden Memory, dalam memori ini tidak dia keluarkan.

Baca Juga  Nuroji Tim Pemenangan, Pradi Calonnya

“Jadi tidak semua dan tidak harus semua, walaupun ingat, saya tidak ceritakan. Saya sebagai mencerita, karena yang menulis memang beliau (Hannoeng M Nur. Red),” ujarnya.

Nuroji mengungkapkan sudah lama ia ingin membuat buku, karena tidak ingin memori-memori yang ada dibenaknya lenyap akibat termakan usia.

“Saya khawatir itu hilang dan sayang itu dibuang, maka saya wujudkan dalam bentuk buku,” tegasnya.

Sebenarnya, Nuroji pun tidak ingin membuat buku biografi, setelah berdiskusi panjang dengan Hannoeng, akhirnya membuat semi biografi yang dibumbui oleh Hannoeng.

“Saya ingin berbagi, paling tidak, bisa menjadi inspirasi yang seperjalanan seperti saya dan orang banyak, bisa mengambil benang merah dari buku ini,” ungkapnya.

Karena itu pula, kata dia, dalam bukunya, ia memakai nama Juki bukan Nuroji atau Oji. Hal ini pun banyak yang menanyakan di DPR RI.

“Bahwa Si Juki punya pemikiran yang sama dengan SI Oji (Nuroji), apa boleh buat karena keluar dari memorinya Si Oji. Si Pencerita ini bercerita apa yang dialami dan dia rasakan ingin dibagi kepada orang lain. Untuk kegunaannya, kembali lagi kepada pembaca,” ucap Nuroji.

Baca Juga  Bersihkan Situ Asih, Para Pentolan Ikut Turun
APRESIASI : Anggota Komisi X DPR RI, Nuroji bersama narasumber dan peserta usai bedah buku ‘Juki: Sungai Tak Bermuara’ di salah satu resto di Jalan Sersan Aning, Kelurahan Depok, Kecamatan Pancoranmas, Rabu (21/09). RICKY/RADAR DEPOK

Hannoeng M. Nur mengungkapkan, ‘Juki : Sungai Tak Bermuara’ adalah buku biografi ketiganya, sebelumnya dirinya menggarap buku grup band legendaris Indonesia, Koes Plus dan seorang anggota kepolisian dari Densus 88.

“Alasan saya menulis sebuah biografi adalah kesukaan saya, ketika saya menulis Koes Plus karena sedari kecil saya diwarnai dengan karya-karya Koes Plus. Sehingga, apa yang bisa saya bisa berikan untuk Koes Plus, saya tidak bisa menyanyi, Juga, dengan Densus 88 dengan sisi lainnya,” ucap Hannoeng.

Hannoeng mengungkapkan, ‘Juki : Sungai Tak Bermuara’ dikerjakan selama enam bulan, sebuah buku biografi dari yang ia kagumi jalan pikiran dan idealismenya, yakni Nuroji.

“Seseorang yang membuat saya dekat karena aktivitasnya di dalam seni budaya, khususnya di Kota Depok. Tak banyak orang yang mau mencurahkan pemikiran, ide, waktu dan finansial untuk melestarikan dan membangun kesenian dan kebudayaan, tanpa perhitungan bisnis. Beliau adalah salah satunya dari yang tak banyak itu,” kata Hannoeng.

Di buku ini, lanjut Hannoeng, bukan menulis Nuroji sebagai Anggota DPR RI dengan prestasi dan kerjanya yang bisa dibaca di media. sehingga, ia pun mencari hal-hal yang orang lain tidak tahu tentang Nuroji.

Baca Juga  RW23 Baktijaya Sebar 800 Sembako

“Itu lah yang kemudian bagaimana saya mendeskripsikan apa yang ada di dalam pikiran Bang Nuroji dalam sebuah tulisan. Sampai sekarang, saya merasa belum bisa 100 persen membaca memikiran Bang Nuroji. Namun, dalam buku setidaknya ada beberapa hal yang sama sekali tidak terduga dari Bang Nuroji,” ucap Hannoeng.

Sementara, Sastrawan Sihar R Simatupang sangat mengapresiasi ‘Juki : Sungai Tak Bermuara’, karena bukunya cukup tebal, namun tulisannya kreatif, produktif dan mengalir.

“Dalam cerita ini saya bisa melihat jatuh bangunnya Bang Nuroji, saya baru tahu seorang Bang Nuroji bukan dari latar belakang orang kaya, jujur saya. Di sini saya melihat bahwa ada seseorang yang tidak melihat latar belakang partai apapun, dari kisah kegagalan usaha, dikhianati teman bisnis. Semua perjalanan bisa dia rangkung antara bisnis, jurnalistik dan partai itulah yang menumbuhkembangkan dia. Makanya, dia dapat terjaga dengan posisi itu,” ucap Sihar.

Pada sesi tanya jawab pun dibanjiri pertanyaan dan apresiasi kepada Nuroji. Bahkan, melebihi dari Jadwal acara yang dijadwalkan selesai pukul 17.30 WIB, akhirnya moderator baru menutup menjelang jam 6 sore. (*)

Editor : Ricky Juliansyah