Brigjen Hendra PEkan Depan Sidang Etik
ILUSTRASI: Selai Syah (kanan) dan Suaminya Brigjen Hendra Kurnaiwan. FOTO: INSTAGRAM SEALI SYAH
yamaha-nmax

RADARDEPOK.COM, JAKARTA — Sidang Kode Etik Profesi Polri (KEPP) terhadap Brigjen Pol Hendra Kurniawan dalam kasus obstruction of justice pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J dijadwalkan digelar pekan depan.

Sidang ini sebelumnya ditunda karena saksi kunci tidak bisa hadir.

“Informasi yang saya dapat dari Biro Waprof untuk Brigjen HK itu nanti akan dilaksanakan minggu depan karena saksi kuncinya memang dalam kondisi sakit,” ungkap Kadiv Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo kepada wartawan, Kamis (22/9).

Saksi kunci yang dimaksud yakni AKBP Arif Rahman. Polri menyebut dia membutuhkan waktu cukup panjang karena sakitnya cukup parah.

“Tetunya kita harus menunggu dulu sampai dengan kondisi yang bersangkutan sehat. Karena salah satu persyaratan untuk bisa dihadirkan dalam sidang kode etik, saksi harus dalam kondisi sehat,” jelasnya.

Kedanti demikian, Polri tak mengungkap sakit yang dialami oleh AKBP Arif. Tak dijelaskan pula apakah Arif dirawat di rumah sakit atau tidak.

Sebelumnya, Tim Khusus (Timsus) Polri resmi menetapkan tujuh perwira polisi sebagai tersangka kasus dugaan obstruction of justice atau menghalangi-halangi penyidikan kasus kematian Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J. Para pelaku diduga menyebabkan proses pengungkapan kasus menjadi terhambat.

Mereka yakni Irjen Pol Ferdy Sambo, AKBP Irfan Widyanto, Brigjen Hendra Kurniawan, Kombes Agus Nurpatria, AKBP Arif Rahman Arifin, Kompol Baiquni Wibowo, dan Kompol Chuck Putranto.

“Ya (sudah ditetapkan tersangka), sudah masuk ranah sidik,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo saat dikonfirmasi, Kamis (1/9).

Dedi mengatakan, pihaknya secara beriringan akan melangsungkan sidang kode etik terhadap para tersangka tersebut.

“Secara pararel untuk sidang KKEP juga jalan,” pungkasnya. (jpc/rd)