KPAI Apresiasi Polda Metro Jaya
Terungkapnya kasus eksploitasi seksual terhadap anak perempuan di bawah umur di Jakarta Barat oleh Polda Metro Jaya, KPAI langsung beri apresiasi. FOTO: IST/NET
yamaha-nmax

RADARDEPOK.COM, JAKARTA – Terungkapnya kasus eksploitasi seksual terhadap anak perempuan di bawah umur di Jakarta Barat (Jakbar) oleh Polda Metro Jaya, KPAI langsung memberikan apresiasi.

“Ini suatu apresiasi dari KPAI melihat kecepatan dan pengungkapan dari pihak kepolisian,” ungkap Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Ai Maryati kepada wartawan, Rabu (21/9).

“Kalau dilihat dari sisi pindah-pindahnya (operasi pelaku) ini luar biasa kesulitan kita. Bahkan mungkin yang berupaya melaporkan dari masyarakat pun punya kesulitan tersendiri. Tapi ini sudah berhasil diungkap,” tambahnya.

KPAI menyoroti kejahatan dalam kasus tersebut terhadap korban yang masih di bawah umur. Selain dimanfaatkan ekploitasi seksual selama setahun lebih, tetapi juga secara ekonomi.

Pemanfaatan secara ekonomi dan seksual ini tentu betul-betul menjadi kejahatan yang luar biasa terhadap anak-anak kita, jelas Maryati.

“Sehingga modus dia untuk membayar hutang misalnya itu betul-betul harus menjadi perhatian kita semua karena ternyata dalam kejahatan dalam anak, eksploitasi seksual itu bisa dibarengkan dengan eksploitasi secara ekonomi,” terangnya.

Atas kejahatan pelaku, KPAI berharap kasus kejahatan seksual dapat diproses secara hukum, terlebih Indonesia sudah memiliki Undang-undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS).

“Kita betul-betul ingin ini diungkap secara hukum. Terutama kita punya UU TPKS untuk menunjukkan bahwa komitmen hukum kita terhadap prostitusi,” lanjutnya.

“1,5 tahun itu bukan waktu yang pendek. Dia itu niat bekerja di sini. Tapi kemudian dia disekap dan harus melayani. Ini yang menunjukkan bahwa ada hak restitusi,” tukasnya.

Sepeti diberitakan sebelumnya, kasus tersebut terungkap setelah korban, NAT, Perempuan, umur 17 Tahun bersama orang tuanya yang tercatat dengan laporan LP/B/2912/VI/2022/SPKT.DITKRIMUM/POLDA METRO JAYA, tanggal 14 Juni 2022.

Dua pelaku yang diamankan yaitu, EMT, perempuan (44) berperan sebagai mucikari dan RR alias Ivan, laki-laki (19) berperan mencarikan tamu menggunakan aplikasi Michat dengan nama akun Qwerty.

Polda Metro Jaya mengungkapkan korban kasus eksploitasi seksual anak dan ekonomi terhadap anak dibawah umur ternyata bisa bertambah.

“Sampai dengan kita lakukan penangkapan dan hasil pemeriksaan, tersangka memiliki 8 orang anak asuh atau anak yang dia perjual belikan,” ujar Kombes Zulpan kepada wartawan, Rabu (21/9).

Kombes Zulpan juga mengatakan, untuk penempatannya diatur dan digilir berpindah dari apartemen ke apartemen untuk melayani laki-laki hidung belang.

Sementara itu, untuk modus yang dilakukan tersangka untuk merayu korban adalah bujuk rayu pekerjaan dengan gaji besar dan mempercantik wajah para korban.  (dis/rd/net)