Ilustrasi Destinasi Wisata di NTT.
yamaha-nmax

 

RADARDEPOK.COMLabuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, menjadi salah satu destinasi utama diselenggarakannya Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 yang akan diadakan November mendatang. Persiapan acara tersebut telah dilakukan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI sejak dua tahun belakangan. Pembangunan infrastruktur kian masif dilakukan pemerintah guna meningkatkan kualitas pariwisata di Indonesia. Salah satunya adalah Pulau Rinca di NTT, yang tak luput menjadi destinasi wisata pada konferensi tersebut.

 

Pembangunan infrastruktur tersebut perlu dibarengi dengan peningkatan awareness dan branding Pulau Rinca, penerapan ekonomi digital, pembuatan konten digital, serta SDM yang mumpuni. Dengan latar belakang kebutuhan tersebut, sejumlah dosen dari Program Pendidikan Vokasi Universitas Indonesia berusaha mengakomodasi melalui kegiatan pengabdian masyarakat (pengmas) yang didukung oleh Direktorat Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Universitas Indonesia (UI) dan Lembaga Sertifikasi Profesi UI. Para dosen yang terdiri dari N. Rangga Wiwesa;  Rahmi Setiawati,  Nailul Mona,  dan Nur Fadilah Dewi, MKM., membantu warga Pulau Rinca, khususnya di Desa Pasir Panjang, untuk mendukung keberlangsungan program tersebut melalui sosialisasi dan edukasi.

Baca Juga  Dorong Mahasiswa Peka Melihat Masalah dan Menangkap Peluang Usaha

 

Dalam rangkaian pengmas tersebut, Rangga memberikan edukasi pentingnya penyesuaian produksi konten dalam konsep segmentation, targeting, dan positioning (STP), serta pemahaman mengenai unique selling proposition (USP) Desa Pasir Panjang sebagai bagian dari destinasi wisata Pulau Rinca.

“Sebagai destinasi wisata, Desa Pasir Panjang harus siap menghadapi pemenuhan dan peningkatan kualitas pariwisata, terutama dengan adanya gelaran KTT G20 mendatang,” ujar Rangga.

 

Dalam pengembangan desa wisata, UMKM turut memainkan peran penting. Edukasi juga diberikan kepada para pelaku UMKM setempat mengenai pentingnya branding dan packaging. Keduanya perlu disematkan dalam implementasi kewirausahaan di desa tersebut. Tak hanya untuk meningkatkan awareness masyarakat terhadap produk, branding dan packaging yang baik dan menarik juga merepresentasikan kualitas dari sebuah produk.

Baca Juga  SMPN 6 Depok Galang Dana untuk Lombok

 

Pemanfaatan media digital dalam proses promosi desa wisata pun perlu diperhitungkan, tentunya dengan tetap menjunjung penerapan etika di media sosial. Literasi digital menjadi penting. Dalam paparan edukasinya, Rahmi menekankan bahwa masyarakat perlu sigap untuk mengangkat maupun menelusuri kebenaran berita yang ada sehingga berita hoaks dapat diminimalisir dengan distribusi informasi yang baik. Selain itu, Ia juga memaparkan cara menghasilkan ide konten kreatif dan menarik untuk melakukan promosi Desa Pasir Panjang dengan tetap menanamkan prinsip bermedia sosial secara etis.

 

Dalam pembangunan infrastuktur dan pengembangan desa wisata, dibutuhkan sumber daya manusia yang mumpuni, baik fisik maupun mental. Berdasarkan data Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) 2021, Nusa Tenggara Timur (NTT) termasuk dalam 5 besar provinsi di Indonesia dengan angka stunting yang tinggi.

Baca Juga  Mahasiswa Vokasi UI Kembali Torehkan Prestasi : Raih Emas di Kejuaraan Balap Sepatu Roda Piala Walikota Solo

 

Untuk itu, langkah preventif menjadi penting sebagai penanganan awal yang harus dilakukan secara menyeluruh.

“Dalam upaya preventif pencegahan stunting, seribu hari pertama kehidupan pada anak, stimulasi pengasuhan, dan penyelenggaraan pendidikan berkelanjutan merupakan fase penting dalam kehidupan seorang anak. Jika fase tersebut dapat berjalan sesuai dan menyeluruh, maka diharapkan dapat mendukung peningkatan kualitas SDM dalam pola hidup sehat tanpa kurang gizi,” kata Dewi.

 

Direktur Program Pendidikan Vokasi UI, Padang Wicaksono mengatakan bahwa kegiatan pengmas yang dilakukan para dosen Vokasi UI tersebut dapat membantu peningkatan kualitas SDM Indonesia, khususnya untuk tujuan pengembangan destinasi wisata.

 

“Pengembangan destinasi wisata yang diikuti dengan pemanfaatan media digital menjadi pilihan yang brilian untuk direalisasikan pada tempat-tempat yang berpotensi dan memiliki nilai jual guna meningkatkan devisa negara,” ujar Padang.(jwp)