ILUSTRASI/JAWAPOS
yamaha-nmax

RADARDEPOK.COM – Nasib malang harus dialami seorang janda di dikawasan Kelurahan Mekarjaya, Kecamatan Sukmajaya, HR. Dia terpaksa harus menanggung beban biaya rumah anaknya karena, pengajuan Bantuan Sosial (Bansos) nya ditolak Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok.

HR mengatakan, tunggakannya di RS Citra Arafiq telah mencapai Rp7 juta. Adapun, jumlah tersebut merupakan biaya perawatan anaknya, Deffa yang menderita penyakit infkesi saluran kencing.

“Anak saya menderita infeksi saluran kencing dan dirawat RS Citra Arafiq. Tunggakannya sebesar Rp7 juta,” ungkapnya kepada Radar Depok, Rabu (5/10).

Menurut HR, pengajuan bantuan pembiayaan perawatannya itu ditolak Dinkes Kota Depok secara sepihak. Sebab, petugas verifikasi tidak melakukan sesi interview dan langsung menolak dengan alasan adanya barang elektronik yang dianggap mewah yakni AC atau pendingin ruangan.

Baca Juga  Geng Motor Depok Dituntut 9 Tahun Penjara

Setelah melewati setiap proses pengajuan, HR merasa terkejut ketika mengetahui bahwa pengajuan bantunnya itu telah di tolak. Sehingga, dia terpaksa merogeh kocek pribadi padahal, dia tidak memiliki uang saat itu.

“Anak saya sudah pulang tapi kan harus ada deposit. Nah deposit itu pinjem orang, karena saya gak punya uang,” tutur HR.

Saat ini, HR mengakui, dia dan anaknya tinggal dirumah sanak saudaranya. Didalam rumah itu terdapat tiga Kepala Keluarga (KK). Sehingga, menurutnya tidak tepat jika petugas menolak pengajuannya. Apalagi, mereka sekeluarga tengah mengalami kegoyahan ekonomi akibat, pandemi Covid-19.

“Saya sama sekali tidak pernah di intervew oleh petugas di lapangan tolong jangan lihat rumah dan AC, itu bukan rumah saya dan AC itu pun bukan punya saya, apakah petugas di lapangan pernah tanya saya kerja di mana atau itu rumah siapa tidak pernah sama sekali,” ketusnya.

Baca Juga  Dua Bangunan di Kemirimuka Depok Ambruk

Saat dikonfirmasi Radar Depok pada Rabu (5/10), Kepala Dinkes Kota Depok, Mary Liziawati tidak memberikan komentar apapun hingga berita ini diturunkan. (ger/rd)

Jurnalis : Gerard Soeharly

Editor : Fahmi Akbar