PULANG HAJI : Jamaah Haji Kota Depok saat tiba di lingkungan Balaikota Depok usai menunaikan ibadah haji ke tanah suci. DOK RADARDEPOK
yamaha-nmax

RADARDEPOK.COM – Masyarakat Kota Depok yang sudah berusia 12 tahun dan berencana naik haji bisa daftar dari sekarang. Aturan itu diberlakukan di seluruh Indonesia termasuk di Depok. Rabu (5/10), Kementerian Agama (Kemenag) Kota Depok menyebut kemudahan itu dilakukan guna meringankan masa tunggu yang kini di Depok hingga 25 tahun.

Kasi Haji Kemenag Kota Depok, Yuli Rahmawati mengungkapkan, butuh waktu 25 tahun bagi jamaah haji bisa menunaikan ibadah rukun Islam kelima tersebut. “Lama waktunya 25 tahun untuk kuota normalnya,” ungkapnya ketika dikonfirmasi Harian Radar Depok, Rabu (5/10).

Namun diketahui, saat ini kuota haji di Indonesia yang juga termasuk Kota Depok belum memperoleh kuota normal dari Arab Saudi. Ini buntut dari pandemi Covid-19 yang melanda dunia. Kemungkinan ini akan mempengaruhi lamanya waktu keberangkatan Haji untuk jamaah yang baru terdaftar.

Pemerintah melalui Kemenag di masing-masing daerah harus mendahulukan jamaah yang keberangkatannya tertunda akibat terkendala pandemi di tahun 2020. “Ada 50 persen lagi jamaah di Kota Depok yang tertunda keberangkatannya karena pandemi covid 19 di tahun 2020,” tambah Yuli.

Baca Juga  Penjaga Rumah Beberkan Kebohongan Acara Private Party di Depok

Namun, dia tidak dapat membeberkan berapa jumlah pasti dari 50 persen jamaah yang tertunda tersebut. Ini lantaran angkanya selalu bergerak, mengingat ada beberapa jamaah yang mengundurkan diri dan lain sebagainya, termasuk usia yang sudah tidak dianjurkan lagi.

Dari data yang dihimpun Radar Depok jamaah yang yang terdaftar pada tahun 2020 saat pandemi menyerang, ada sebanyak 1.600 jamaah. Namun pada tahun 2022 ini situasi pandemi mulai membaik, dan Kota Depok telah memberangkatkan 776 jamaah. Artinya sekitar 800 jamaah yang masih belum diberangkatkan.

Selanjutnya, terkait kuota, Yuli berharap adanya penambahan kuota pada tahun depan, agar seluruh jamaah yang tertunda bisa segera berangkat untuk menunaikan ibadah di tanah suci. “Kemungkinan akan kembali normal kuota Indonesia, tapi saya belum bisa pastikan. Ini karena hubungan Kemenag Pusat dan Saudi Arab telah membangun komunikasi yang positif, keduanya saling berkunjung,” papar Yuli.

Lebih jauh, dia menjelaskan, bagi jamaah yang ingin menunaikan ibadah haji, bisa daftar saat usianya menginjak 12 tahun. Aturan ini memang sudah menjadi keputusan yang merata di seluruh daerah maupun kota, sesuai dari Kemenag Pusat bersama pemerintah. “Untuk usia 12 tahun sudah bisa daftar haji. Waktu keberangkatannya bisa menunggu 25 tahun,” katanya.

Baca Juga  Walikota Depok dan Forkompimda Lapor SPT, Dikawal Langsung Kakanwil DJP Jabar III

Seluruh warga Kota Depok tentunya sangat berharap perjalanan haji ke tanah suci bisa kembali ke sedia kala, agar arus maupun perputaran jamaah juga bisa berlangsung secara normal. Sehingga mempengaruhi jangka waktu keberangkatan yang tidak terlampau lama.

Sebelumnya, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengatakan, Kemenag akan secara maksimal mempersiapkan kunjungan Menteri Haji dan Umroh Arab Saudi ke Indonesia.

“Di sini hadir Sekjen Kemenag dan Staf Khusus yang nantinya akan mempersiapkan penyambutan Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi ke Indonesia sebagaimana kami menyambut Menteri Urusan Islam beberapa waktu lalu. Dan kami juga akan meneruskan surat permohonan untuk bisa bertemu dengan Presiden Joko Widodo di sela-sela kunjungan Menteri Haji dan Umrah,” kata Menag.

Baca Juga  Senam, Makan dan Ragam Permainan di SDN Anyelir 1

Disampaikan Menag, pertemuan Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi dengan Presiden Joko Widodo masih tentatif dan menunggu kepastian dari Sekretariat Negara. Menag menambahkan saat melaporkan pelaksanaan ibadah haji kepada Presiden baru-baru ini, Presiden juga sempat menanyakan soal penambahan kuota haji.

“Presiden menanyakan apakah penambahan kuota haji ini sudah dibicarakan dengan Menteri Haji dan Umrah. Nah, saya kira ini pintu masuk yang baik untuk menjadwalkan Presiden bisa bertemu dengan Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi. Dan Presiden menginginkan jawaban yang pasti terkait penambahan kuota haji tahun depan bisa atau tidak,” kata Menag.

Menag menjelaskan, salah satu konsen Presiden Joko Widodo terkait hubungan Indonesia dengan Arab Saudi bukan hanya soal haji saja melainkan juga ekosistem soal perhajian. Baru-baru ini Menteri Perdagangan Indonesia berkunjung ke Saudi yang tidak hanya membahas soal perdagangan melainkan juga terkait pelayanan jamaah haji Indonesia. (arn/rd)

Jurnalis : Arnet Kelmanutu

Editor : Fahmi Akbar