LAHAN : Musala An-Nur yang satu bangunan dengan Posyandu Flamboyan RW3 Kukusan di Jalan H. Amat II RT3/3, Kelurahan Kukusan, Kecamatan Beji ketika ada kegiatan Posyandu, Senin (3/10). ALDY RAMA/RADAR DEPOK
yamaha-nmax

RADARDEPOK.COM– Warga RW3 Kelurahan Kukusan, Kecamatan Beji belum memiliki gedung Posyandu sendiri, Pasalnya, Posyandu Flamboyan yang berada di Jalan H. Amat II RT3/3 masih menumpang di Musala An-Nur.

Ketua RW3 Kukusan, Muhamad mengatakan, lahan untuk Posyandu Flamboyan RW3 Kukusan sekitar 20 persen dari bangunan Musala An-Nur.

“Demi memaksimalkan pelayanan masyarakat, tentu kami menginginkan Posyandu sendiri yang terpisah dengan musala,” ucapnya kepada Radar Depok, Senin (3/10).

Muhamad mengatakan, ia turut berterima kasih karena telah diberikan ruang dari pengurus musala untuk kegiatan lain yang ada kaitannya dengan Posyandu.

“Keinginan kami ke depannya memang memiliki Posyandu sendiri. Lahan yang diusahakan saat ini merupakan Fasos Fasum Griya Rahmani, Jalan Mandor Guweng, RT4/3 dengan luas kurang lebih 50 meter,” terangnya.

Baca Juga  Korban Cabul di Depok Dicekoki Obat Penenang

Menurut Muhamad, Posyandu Flamboyan RW3 Kukusan yang berdiri berbarengan dengan Musala An-Nur tersebut sudah menyalahi aturan karena Posyandu berdiri di atas kali.

“Kemungkinannya, hal tersebut yang kerap kali menyebabkan banjir di wilayah ini jika intensitas hujan yang tinggi. Pernah waktu itu banjir mencapai kurang lebih 15 centimeter (cm),” terangnya.

Memang, ucap Muhamad, pembangunan Musala An-Nur merupakan hasil dari swadaya masyarakat sekitar.

“Usulan untuk mendirikan Posyandu di dalam musala merupakan keharusan dari warga sekitar, karena kami membutuhkan Posyandu untuk melayani masyarakat lebih dekat,” pungkasnya. (ama)

Editor : Ricky Juliansyah