Aksi Lilin Suporter Sepak Bola
PENUH CINTA: Ribuan suporter dari berbagai daerah mengikuti aksi solidaritas dan doa bersama untuk para korban tragedi Kanjuruhan, Malang, yang digelar di kompleks Stadion Mandala Krida, Jogja, tadi malam (4/10). FOTO: GUNTUR AGA TIRTANA/JAWA POS RADAR JOGJA
yamaha-nmax

RADARDEPOK.COM, JAKARTA — Pemerintah diminta untuk memberikan pelayanan perawatan terbaik kepada ratusan korban tragedi Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur. Anggota Komisi IX DPR RI dari fraksi PKS Netty Prasetiyani Aher meminta, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memberikan pelayanan terbaik kepada para korban tragedi Kanjuruhan.

“Kemenkes harus memastikan setiap rumah sakit dan faskes memberikan pelayanan terbaik terhadap korban Kanjuruhan. Ini bukan sekadar bencana sepak bola, tapi juga bencana kemanusiaan,” ungkap Netty dalam keterangannya, Kamis (6/10).

Menurut Netty, pemerintah dan stakeholder terkait harus memantau pelaksanaan pelayanan di lapangan. Ia berharap tidak mengemuka cerita melalui platform media sosial bahwa pasien korban Kanjuruhan terlantar dan tak mendapatkan perawatan maksimal.

Baca Juga  Ini Pemimpin di Lapangan yang Ideal Menurut Jokowi dalam Menangani Covid-19

Selain itu, pemerintah diminta melakukan pendataan jumlah korban secara valid. Sebab, informasi soal jumlah korban keseluruhan ini juga masih menimbulkan pertanyaan dan simpang siur.

“Pemerintah menyebut korban yang meninggal ada 125 orang, sementara suporter Arema mengatakan lebih dari 200 orang,” tutur Netty.

Oleh sebab itu, menurut Netty, pemerintah harus memiliki data akurat dan memastikan seluruh korban dan keluarga korban mendapatkan hak yang sama seperti santunan dan sebagainya.

Lebih lanjut, politikus PKS ini juga meminta agar kasus tragedi Kanjuruhan ini diusut hingga tuntas.

“Kronologi, penyebab, aspek kelalaian penyelenggara hingga potensi pelanggaran personel harus diungkap secara transparan ke publik. Jangan sampai korban dan keluarga korban tidak mendapatkan keadilan yang layak,” pungkasnya. (jpc/rd)

Baca Juga  Puasa Menuntun Perilaku Mulia