Literasi Baca Tulis Pendidik PAUD
SHARING FOR INDONESIA: Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Al Azhar Indonesia (UAI), dengan Suku Dinas Pendidikan wilayah 1 dan 2, serta Suku Dinas Pendidikan Jakarta Pusat menggelar Sharing for Indonesia, untuk guru SMA/SMK dan guru PAUD.
yamaha-nmax

RADARDEPOK.COM, JAKARTA – Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Al Azhar Indonesia (UAI), dengan Suku Dinas Pendidikan wilayah 1 dan 2, serta Suku Dinas Pendidikan Jakarta Pusat menggelar Sharing for Indonesia, untuk guru SMA/SMK dan guru PAUD.

Ketua Program Studi PG PAUD, Nila Fitria menyebutkan, Kegiatan ini dirancang sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat dan implementasi keilmuan para Dosen UAI untuk berbagi informasi, pengalaman dan pengetahuan bagi kemajuan pendidikan di Indonesia.

“Acara digelar pada Rabu 28 September 2022, dibuka oleh Rektor Universitas Al Azhar Indonesia Prof. Dr. Ir. Asep Saefuddin, M.Sc. Beliau menyempatkan kehadiran di dalam kesibukannya untuk memberikan sambutan serta membuka Acara Sharing For Indonesia,” ungkapnya.

Sementara itu, narasumber yang mengisi pelatihan bagi pendidik PAUD terdiri dari Nurfadilah, Nila Fitria, dan Fidesrinur. Tidak hanya itu, ada sharing session dari Alumni PG PAUD UAI, Gardini Oktari, yang telah menerapkan metode membaca Glenn Doman kepada putrinya.

Literasi Baca Tulis Pendidik PAUD
SHARING FOR INDONESIA: Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Al Azhar Indonesia (UAI), dengan Suku Dinas Pendidikan wilayah 1 dan 2, serta Suku Dinas Pendidikan Jakarta Pusat menggelar Sharing for Indonesia, untuk guru SMA/SMK dan guru PAUD.

Setelah pembukaan, peserta dibagi ke dalam breakout room sesuai dengan program studi yang telah didaftarkan. Acara dipandu oleh mahasiswa Diana Ayu Sagita (mahasiswa PG PAUD angkatan 2020) dilanjutkan dengan sambutan Ketua Program Studi PG PAUD, Nila Fitria.

Baca Juga  Bangunan SMKN 3 Depok Rampung

Sebelumnya peserta melakukan ice breaking dan pengisian pre test. Materi pertama disampaikan Nurfadilah. Psikolog dengan materi Karakteristik Perkembangan Literasi Anak Usia Dini. Pada kesempatan kali ini, disampaikan bahwa perlunya stimulasi untuk perkembangan pra menulis seperti penguatan postur tubuh dan mematangkan kemampuan motoric halus.

“Fakta di lapangan masih ditemukan aktivitas menulis yang menggunakan kertas dan pensil seperti mewarnai, menebalkan garis, atau menyalin huruf. Selain itu guru dan orang tua masih terpaku pada hasil akhir pembelajaran, sehingga rancangan proses belajar AUD melalui bermain yang dilakukan bertahap dan berkelanjutan kurang dapat diimplementasikan dengan baik bahkan ada yang memaksakan agar sesuai target dan harapan orang tua,” tuturnya.

Dampak tersebut berdasarkan hasil riset ditemukan bahwa anak tidak suka belajar Ketika SD Kelas 3 dan Kelas 4. Selain itu kemampuan anak dalam menyelesaikan soal cerita di kelas 2 juga rendah. Untuk meminimalisir dampak tersebut sudah sepatutnya pendidik PAUD dan orang tua memahami perkembangan literasi Bahasa anak usia dini.

Baca Juga  Hexa Putra Masuk 16 Besar DBL

“Perkembangan Bahasa anak usia dini terlihat sangan kritis pada usia 3 bulan sampai 3 tahun. Agar dapat mengoptimalkan perkembangan tersebut, maka pendidik PAUD harus memahami literasi baca tulis,” terangnya.

Nila Fitria juga menyampaikan Konsep Literasi Baca Tulis, terdapat hal yang menjadi perhatian bersama. Karena besar harapan orang tua ketika anak mereka lulus dari PAUD dapat membaca, menulis, dan berhitung.

Selain itu, Nila Fitria mengenalkan metode membaca permulaan yang dapat diajarkan, dimana anak-anak telah menunjukkan keingintahuannya atau masa peka ketika membaca. Metode Eja menjadi salah satu metode konvensional yang telah diturunkan oleh orang tua kita. Terdapat pula metode bunyi, metode SAS, dan metode Glenn Doman yang sudah dapat diterapkan sejak anak bayi.

Selain metode membaca, terdapat pula metode prewriting dan prereading Montessori. Metode ini menggunakan media yang diciptkan oleh Maria Montessori. Setelah mengetahui konsep literasi baca tulis, Dr. Fidesrinur menyampaikan strategi mengajar literasi baca tulis.

Baca Juga  Kurikulum SMK Dirombak, Berikut Lima Aspeknya

Sebelumnya pendidik PAUD harus mengetahui gaya belajar yang ada pada diri anak. Selain itu terdapat strategi membaca di kelas, yaitu: 1)Pertajam/perjelas penglihatan pada isyarat visual, 2) Membunyikan/menyebutkan teks, 3)Meringkas, 4)Mengajukan pertanyaan, 5)Membuat prediksi, 6) Pemetaan cerita, 7) Monitoring pemahaman.

Selain strategi membaca, maka terdapat pula strategi menulis yaitu: 1) Buat pembelajaran menulis menyenangkan, 2)Perkuat otot tangan anak, 3) Pastikan pegangan dilakuakn dengan baik, 4) Berikan kesempatan kepada anak untuk mencoret-coret, 5) Tunjukkan rasa ingin tahu dan kekaguman saat anak menulis, 6)Buat margin dan garis sehingga dapat terlihat, 7) Batasi interaksi anak dengan alat elektronik, 8)Menggunakan tiruan/jejak/jiplak, 9)Berikan kebebasan anak untuk menulis, 10)Ajari anak untuk mengingat huruf.

“Melalui pelatihan ini diharapkan pendidik PAUD dapat lebih peka, merancang kegiatan main yang dapat menstimulasi kemampuan literasi baca tulis anak usia dini, sehingga sejak dini anak memiliki minat membaca,” pungkasnya. (gun/**)