tv
TERIMA : Seorang warga Kelurahan Cipayung, Kecamatan Cipayung ketika menunjukan STB bantuan dari Kemenkominfo. GERARD SOEHARLY/RADAR DEPOK
yamaha-nmax

RADARDEPOK.COM, DEPOKTenggat waktu suntik mati TV analog atau Analog Switch Off (ASO) di Kota Depok diperpanjang hingga 2 November mendatang. Meski demikian, penyaluran Set Top Box (STB) sebagai penggantinya terus bergulir.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Depok, Manto menjelaskan, pihaknya hanya melakukan pendataan dan pematauan penyaluran STB. Hal itu merujuk pada radiogram Menteri Dalam Negeri Nomor 978/3406/SJ perihal dukungan program pemberian STB kepada rumah tangga miskin.

“Ya, Pemerintah melalui Kemkominfo memberikan bantuan kepada masyarakat melalui pemberian alat bantu penerima siaran STB, yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) dan juga komitmen penyelenggara multipleksing kepada rumah tangga miskin,” kata dia dikutip Radar Depok, Rabu (5/10).

Menurut Manto, penyaluran STB itu dilakukan pihak ketiga yang secara resmi ditunjuk Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo). Sedangkan, pihaknya melakukan pemantauan pendistribusian kepada 51.189 di Kota Depok. Adapun, penerimanya telah ditunjuk secara langsung Kemenkominfo dan tertuang dalam Surat Keputusan (SK) Wali Kota Depok Nomor: 480/359/Kpts/Diskominfo/Huk/2022 tentang Penetapan Calon Penerima Bantuan Alat Bantu Penerima Siaran (STB).

Baca Juga  Kemenag Bakal Tertibkan 141 Bidang Lahan Tahap II Milik UIII, KJPP Mulai Nilai Uang Kerohiman

“Tugas kami hanya menyampaikan data saja. Untuk pemberian bantuan dilaksanakan oleh Kemkominfo melalui pihak ketiga,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Diskominfo Kota Depok, Nurlaela menerangkan, pemberlakuan tv digital yang mestinya mulai pada Rabu (5/10), diundur sampai Rabu (2/11).

“Untuk dimatikan 5 Oktober diundur menjadi 2 November,” bebernya kepada Radar Depok, Rabu (5/10).

Berdasarkan data yang dikantonginya, penyaluran STB di Kota Depok telah mencapai 61,1 persen dari jumlah keseluruhan sebanyak 51.189 peneriman bantuan tersebut.

“Hasil rapat kemarin, Kota Depok dari 51.189 penerima bantuan STB sudah terrealisasi 61,1 persen,” sebut Nurlaela.

Menurut Nurlaela, penyaluran STB di Depok terkendala sejumlah faktor. Misalnya, alamat penerima belum lengkap atau penerima tidak berada dirumah saat didatangi petugas penyalur.

“Kendalanya, pernah disampaikan oleh vendor antara lain karena alamat tidak lengkap, lalu ada yang ketika petugas datang yang punya rumah tidak ada di tempat,” terangnya.

Baca Juga  Pasar Cisalak Depok Divaksin Booster

Mekanisme penyalurannya, ungkap dia, vendor yang ditunjuk Kemenkominfo akan mendatangi langsung masing-masing rumah penerima bantuan tersebut. Data penerimanya, berdasarkan yang telah ditetapkan Dirjen Dukcapil, Kementerian Dalam Negeri yang didapati dari Disdukcapil setiap daerah penerima.

“Vendor yang ditunjuk oleh kementrian komunikasi dan informatika langsung door to door pak ke penerima bantuan, data penerima bantuan kita dapat dari dirjen dukcapil kementrian dalam negeri yang diberikan melalui disdukcapil masing-masing daerah,” tandas Nurlaela.

Terpisah, Camat Tapos, Abdul Mutolib menyebutkan, sebanyak 10.251 Set Top Box (STB) sudah mulai dibagikan kepada warga prasejahtera di Kecamatan Tapos, Kota Depok. Pendistribusian dilakukan oleh pihak ketiga atau vendor, bekerja sama dengan Kemenkominfo.

Rinciannya, Kelurahan Cilangkap sebanyak 2.224 unit, Cimpaeun 1.334 unit, Jatijajar 2.016 unit, Leuwinanggung 783 unit, Sukmaju Baru 1.733 unit, Sukatani 1.679 unit dan Tapos 582 Unit.

Mudah-mudahan STB ini bermanfaat positif untuk masyarakat Tapos,” jelasnya kepada Harian Radar Depok, Jumat (30/8).

Baca Juga  Ade Merasa Aman Bekerja Karena JKN-KIS

Abdul Mutolib mengatakan, perangkat ini dibagikan secara gratis dan penggunaannya pun tidak dipungut biaya. Petugas dari pihak ketiga yang bekerja sama dengan Kemenkominfo langsung mendatangi rumah warga untuk melakukan pemasangan.

Saya sudah infokan ke lurah supaya mengawal proses pendistribusian sesuai nama penerima manfaat,” ucapnya.

Abdul Mutolib mengungkapkan, saat ini semua stasiun televisi bertransformasi dari TV analog ke TV digital. Namun, kendalanya tidak semua warga Depok memiliki perangkat STB.

Masyarakat yang memiliki TV analog tidak perlu mengganti televisi baru, cukup pakai STB sudah bisa menikmati siaran TV digital,” tuturnya.

Abdul Mutolib juga menghimbau bagi para penerima STB ini agar menerima bantuan ini, karena sudah di bagikan secara gratis oleh pemerintah, hal ini karena adanya migrasi dari TV analog Ke TV Digital.

Himbauan saya adalah agar menerima bantuan itu untuk masyarakat yang sudah terdata namanya,” tutupnya. (rd/ger)

Jurnalis :Gerard Soeharly

Editor : Junior Williandro