WEBINAR : Gambaran pelaksanaan kegiatan Webinar Internasional yang diakadakan Perpustakaan UI.
yamaha-nmax

RADARDEPOK.COM Perpustakaan Universitas Indonesia (UI) mengadakan webinar internasional berjudul The Role Of Bibliometrics in Library and Information Research and Service. Pada kesempatan tersebut Kepala Perpustakaan UI, Mariyah mengatakan, di perpustakaan dan perguruan tinggi di Indonesia, analisis bibliometrik diterapkan untuk menganalisis penggunaan koleksi.

“Mengetahui perkembangan penelitian pada topik tertentu, dan membantu menganalisis kebutuhan kurikulum pengajaran pada program studi ilmu perpustakaan, mengevaluasi kesesuaian kontribusi publikasi peneliti terhadap visi, misi, serta topik penelitian unggulan universitas; serta, kinerja peneliti individu dan kinerja penelitian universitas secara keseluruhan,” kata  Mariyah.

Dalam kegiatan webinar tersebut, Perpustakan UI mengundang enam pakar  menjadi pembicara, yaitu asisten pengajar/asisten peneliti di Information Science Florida State University (2018 Cohort), Muhamad Prabu Wibowo, Pustakawan senior Universiti Sains Malaysia, Mohd Ikhwan Ismail, Head of Scholarly Communication and Research Services, The University of Hong Kong Libraries, Jesse Xiao, Associate Librarian, Learning & Research Services, The University of Hong Kong Libraries, Tina Yang; Liaison Librarian – Research Support, University of Melbourne, Sarah Charing & Fransie Naude.

Baca Juga  TK Tirtamarta BPK Penabur Cinere Rayakan Kemerdekaan

Webinar internasional ini bertujuan menambah pengetahuan dan wawasan tentang dasar-dasar analisis bibliometrik, sumber data bibliometrik, dan cara memanennya, serta alat analisis dan visualisasi bibliometrik. Selain itu, kata Mariyah, webinar ini akan mengungkap lebih dalam tentang peran bibliometrik di perpustakaan, jenjang karier sebagai profesional perpustakaan, dan informasi yang berspesialisasi dalam bibliometrik dan analisis data. Salah seorang pembicara, Muhamad Prabu Wibowo, memperkenalkan bibliometrik dengan memaparkan materi berjudul “Introduction to Bibliometrics: Harvesting Data”. Menurutnya, ada banyak sumber data yang dapat digunakan.

“Namun, kita harus mempertimbangkan beberapa hal yaitu, akses, kekuatan dan kelemahan, cakupan, dan kompatibilitas dengan perangkat lunak dimana analisis dan metode tergantung pada tujuan (studi), pertanyaan (penelitian), perangkat lunak (aplikasi), jenis data (numerik, nominal, ordinal), dan lainnya,” ujarnya.

Baca Juga  SMPN 19 Berstatus SSN

Pembicara berikutnya, Mohd Ikhwan Ismail menyampaikan tentang berbagai perangkat lunak dan alat visualisasi yang dapat digunakan dalam penerapan metode analisis bibliometrik.

“Ada 4 (empat) manfaat yang dapat diperoleh dengan menggunakan metode analisis bibliometrik, yaitu menganalisis tren dalam penelitian individu atau bidang studi, memberikan bukti untuk dampak penelitian individu atau bidang studi, menemukan bidang penelitian baru dan yang sedang berkembang, mengidentifikasi calon kolaborator penelitian, dan mengidentifikasi sumber yang cocok untuk diterbitkan,” katanya.

Pembahasan tentang bibliometrik dan dampak layanan penelitian merupakan materi yang disampaikan oleh Jesse Xiao dan Tina Yang, disertai studi kasus di HKU Libraries. Jesse Xiao menjelaskan bahwa metrik adalah proxy untuk produktivitas dan kinerja dengan perbedaan dalam publikasi, ukuran, jenis, disiplin, dan bahasa. HKU Libraries memiliki 8 (delapan) key metrics yang digunakan diantaranya, publication counts; citation counts; citation percentile; H-index; Field Weight Citation Impact (FWCI); Category Normalized Citation Impact (CNCI); Hightly Cited Papers; dan Hot Papers.

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan UI, Prof. Abdul Haris  memberikan dukungan terhadap penyelenggaraan webinar internasional tersebut. Prof. Haris mengatakan perkembangan peran pustakawan yang semakin aktif dalam kegiatan penelitian dan komunikasi ilmiah, analisis bibliometrik semakin banyak diterapkan di berbagai perpustakaan, misalnya untuk mengembangkan koleksi perpustakaan.

Baca Juga  Literasi SDN Cinangka 3 Berbuah Tiga Karya Buku

“Webinar ini menggambarkan peran penting perpustakaan perguruan tinggi dalam pendidikan, terutama dalam memberikan pengetahuan baru dan mendapatkan pengambilan keputusan yang tepat untuk internal dan antar unit, serta untuk mendukung tujuan SDGs dan meningkatkan peringkat universitas,” ujar Prof. Haris.(**/rd)

 Editor : Indra Siregar