BERMAIN : Siswa SDN 5 Pondok Cina sedang bermain di depan kelas. Bunga Rae Maden / Radar Depok
yamaha-nmax

RADARDEPOK.COM –  Pendidikan moral sangat penting dalam membentuk karakter seseorang.  Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Moral berarti, baik buruk yang diterima umum mengenai perbuatan, sikap, kewajiban,  akhlak, budi pekerti, serta  susila.

Untuk itu, SDN 5 Pondok Cina menerapkan pendidikan moral kepada peserta didik.  Tujuannya agar menciptakan peserta didik bermoral dan menjadi generasi penerus bangsa  yang baik.

Moral sangat penting sekali bagi peserta didik, karena moral itu merupakan pondasi utama untuk generasi yang akan datang,“ kata Kepala SDN 5 Pondok Cina, Sriwidayati, Kamis (6/10).

Sriwidayati mengatakan , perkembangan moral merupakan proses internalisasi nilai atau norma siswa sesuai dengan kematangan, dan kemampuan seseorang menyesuaikan diri terhadap aturan yang berlaku dalam kehidupannya.

Baca Juga  Yayasan Ahmad Al Khairy Ar Rodhi Berbagi Saat PPKM Darurat

“Perkembangan moral mencakup aspek kognitif  yaitu pengetahuan tentang baik atay buruk dan aspek afektif,  yaitu sikap perilaku moral yang di praktek. Selanjut nya ada tiga  perkembangan moral anak yaitu  fase absolut, fase realitas, fase subyektif, “ tuturnya.

Sriwidayati  menjelaskan, ada faktor pendukung dalam membentuk karakter yang bermoral bagi siswa, yaitu dari keluarga. Sebab, peran orang tua sangat lah penting untuk membentuk moral anak. Di sekolah  guru mengajarkan moral yang di lakukan di sekolah dan di dalam masyarakat, sehinga para peserta didik bisa mempunyai moral yang baik di lingkungan masyarakat.

“Yang menyebabkan rusaknya moral anak adalah pergaulan, meskipun pihak keluarga sudah mendidik, pihak sekolah juga sudah mendidik dengan baik, tapi kalau sudah terjun di pergaulan,  orang tua dan guru tidak bisa mengontrol lagi,” bebernya.

Baca Juga  Koramil 05 Sawangan Meriahkan HUT RI

Dia menambahkan , SDN 5 Pondok Cina menerapkan doa pagi setiap pagi, pembiasaan membaca surat surat pendek, dan setiap Jumat ada Shalat Dhuha bersama  dan Salat Zuhur bersama. Jika siswa  melanggar moral, maka guru akan melakukan pendekatan secara individual dengan cara di beri nasihat.

”Saya berharap, siswa mempunyai karakter yang baik, beriman dan berprestasi ,” pungkasnya.(mg3/rd)

Juranlis : Bunga Rae Maden

Editor : Indra Siregar