hiv
KOMPAK : Salah satu perkumpulan pegiat HIV/Aids di Kota Depok ketika melakukan diskusi bersama lintas sektor di Hotel Margo City. GERARD SOEHARLY/RADAR DEPOK
yamaha-nmax

RADARDEPOK.COM, DEPOK Kian meningkat di Kota Depok, angka HIV/Aids sudah mencapai ribuan orang. Bahkan, penyakit tersebut tidak mengenal batasan usia. Pasalnya, pengidapnya merupakan orang dewasa, remaja hingga anak-anak.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok, Mary Liziawati mengatakan, berdasarkan pendataan yang dilakukan pihaknya, sebanyak 2.207 warga Depok mengidap penyakit HIV/Aids

“Data tersebut sampai dengan Juni 2022,” ungkapnya kepada Radar Depok, Senin (3/10).

Dari jumlah keseluruahan, sebut Mary, setidaknya ada 171 orang meninggal dunia akibat, terinfeksi virus mematikan tersebut. “Jumlah yang meninggal ada 171 orang,” ujarnya.

Anggota Komisi D DPRD Kota Depok, Imam Musanto menjelaskan, angka HIV/Aids di Kota Depok telah terjadi peningkatan. Bahkan, kata dia, jumlah tersebut terbilang besar bagi kota sekecil Depok.

“Ada semacam kenaikan, setelah Covid-19 sedang tinggi-tingginya, ternyata ada ancaman berikutnya yaitu HIV/Aids kalau tidak salah itu sudah berkolaborasi dengan TBC. Jadi, TB dan HIV/Aids ini juga ternyata sangat mengkhawatirkan di Kota Depok,” ungkapnya.

Baca Juga  26 Oktober 2020 Pengumuman CPNS

Menurut dia, wakil rakyat di kota kembang telah dan Pemkot Depok telah memaksimalkan langkah pencegahan. Berdasarkan hasil investigasi yang dilakukan pihaknya, penularan HIV/Aids di Kota Depok dipengaruhi sejumlah faktor.

“Pertama, yang saya perhatikan dari pergaulan yang sangat mengkhawatirkan di saat seperti sekarang ini. Kedua, faktor orangtua yang punya HIV/Aids kemudian anaknya menjadi korban, dan anaknya tertular,” terang Imam.

Ketua Perkumpulan Pemberantasan Tuberkolosis Indonesia (PPTI) di wilayah Pancoranmas itu menuturkan, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Dinkes Kota Depok untuk menanggulangi penyakit HIV/Aids maupun tuberkolisis atayu TBC.

“Kaitannya dengan penularan HIV/Aids yang sudah mulai merangkak naik angkanya, kami berharap dan mengimbau bahwa kepada orangtua untuk bisa memperhatikan anaknya dan menjaga anaknya, karena HIV/Aids ini tidak mengenal batasan usia, karena yang muda juga bisa terjangkit,” tutur Imam.

Baca Juga  Bantuan Listrik Stimulus Covid-19 Diperpanjang untuk Daya 450VA dan 900VA

Imam menyarankan, Pemkot Depok memperbanyak Satuan Petugas (Satgas) anti HIV/Aids terutama di kalangan pelajar ataupun mahasiswa. Selain itu, perlu juga melibatkan tokoh masyarakat, tokoh agaman dan karang taruna.

“Kemudian, melibatkan Posyandu dan Posbindu agar mereka bisa menjelaskan bagaimana bahaya HIV/Aids dan sejenis nya dan kampanyekan anti pergaulan bebas,” tandasnya.

Sementara itu, Pegiat HIV/Aids di Kota Depok, Erdyansyah menilai, penanggulangan HIV/Aids di Kota Depok memerlukan Peraturan Daerah (Perda) sebagai payung hukumnya. “Kalau Perwal sifatnya hanya sementara, kalau walikota ganti Perwalnya ikutan hangus,” bebernya.

Meski begitu, ungkap Erdy, kemajuan penanggulangan HIV/Aids di Kota Depok dapat terlihat dari bertambahnya unit pelayanan Perawatan Dukungan dan Pengobatan (PDP). Berdasarkan catatannya, sudah ada 4 Rumah Sakit (RS) dan 4 Puskesmas yang telah melayani kebutuhan pengidap HIV/Aids.

Baca Juga  6 Daerah di Jawa Barat Penghasil 'Teteh Geulis', Ada Tetangga Depok

“Kalau Kelebihannya sudah mulai bertambah layanan Perawatan Dukungan dan Pengobatan (PDP), sekarang sudah ada empat rumah sakit yaitu RSUD Depok, Sentra Medika Cisalak, Hermina dan RSUI. Selain itu ada 4 Puskesmas yakni Pancoranmas, Cipayung, Cimanggis dan Tapos. Walaupun dalam pelaksanaannya masih belum optimal,” terangnya.

Berdasarkan penilaiannya, instansi yang kinerjanya sangat menonjol adalah Dinkes Kota Depok sebagai stakeholder terkait. Berbeda dengan lembaga koordinasi lainnya semisal, KPA.

“KPA bergerak kalau ada dana hibah aja, dan peran serta fungsinya sebagai lembaga koordinasi CSO dan stakeholder gak berjalan. Harusnya KPA itu sebagai lembaga koordinasi menjembatani kebutuhan komunitas dengan Pemerintah,” tegas pria yang juga Focal Point Jaringan Indonesia Positif (JIP) wilayah Kota Depok. (rd/ger)

Jurnalis : Gerard Soeharly

Editor : Junior Williandro