Evakuasi korban Gempa
KORBAN TERUS BERTAMBAH: Petugas gabungan mengevakuasi korban yang tertimbun tanah longsor akibat gempa di Jalan Raya Puncak-Cianjur, Cugenang, Cianjur, (22/11). FOTO: MIFTAHULHAYAT/JAWA POS
yamaha-nmax

RADARDEPOK.COM, CIANJUR — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat hingga hari ini, Kamis (24/11) per pukul 06.00 WIB, gempa susulan di Cianjur, Jawa Barat, masih terjadi hingga 191 kali. Jumlah ini lebih banyak dari hari sebelumnya yang mencapai 161 kali gempa susulan.

“Update susulan gempa bumi Cianjur M5.6 s/d 24 November 2022 pukul 06.00 WIB terjadi 191 kali gempa dengan Magnitude terbesar M4.2 dan Magnitude terkecil M1.2,” ungkap Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono dalam cuitan Twitter-nya, dikutip Kamis (24/11).

Meski begitu, Daryono mengatakan bahwa saat ini kondisi mulai membaik. Sebab, dilihat dari data lindu susulan per 12 jam, terlihat tren penurunan terjadi. Dalam grafik yang diunggah BMKG, terlihat gempa susulan pada 12 jam pertama terjadi hingga 104 kali.

Baca Juga  Siskaeee Bebas dari Penjara, Tapi…

Pada 12 jam kedua, gempa susulan terjadi 29 kali. Berikutnya, 12 jam ketiga gempa susulan kembali terjadi turun hingga 23 kali. Penurunan jumlah gempa susulan juga terjadi di 12 jam keempat, yaitu sebanyak 13 kali.

12 jam kelima terlihat kembali penurunan jumlah gempa susulan, yaitu 12 kali. Sedangkan pada 12 jam berikutnya gempa susulan terjadi 10 kali.

“Jumlah gempa dirasakan 15 kali. Tren meluruh,” tandas Daryono.

Sebelumnya, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan, korban meninggal dunia akibat gempa di Kabupaten Cianjur, Rabu (23/11), naik menjadi 271 orang. Pada hari sebelum tercatat ada 268 orang meninggal.

Kepala BNPB Suharyanto mengatakan, angka 271 korban meninggal itu didapat dari verifikasi berdasar data jenazah yang wujudnya ada dan terdata di rumah sakit atau puskesmas.

Baca Juga  Jokowi Legalkan Produksi Miras, Berikut Syarat-syaratnya

“Ini kami sudah mengidentifikasi mencocokkan data dengan Kemenkes, khususnya Pusat Krisis Kesehatan di semua rumah sakit dan puskesmas yang sudah betul-betul ada jenazahnya,” terang Suharyanto di Pendopo Cianjur, Rabu (23/11). (jpc/rd)