WAJIB HATI-HATI: Lokasi longsor di jalur Cugenang-Cipanas tepatnya di Desa Cijedil, Kecamatan Cugenang sudah bisa dilalui namun kondisi licin masih berbahaya khususnya untuk pengendara sepeda motor. FOTO: UMAR SARIPUDIN/RADAR CIANJUR
yamaha-nmax

RADARDEPOK.COM – Jumlah korban meninggal dunia akibat gempa di Kabupaten Cianjur bertambah satu jiwa menjadi 272 orang. Penambahan satu digit itu hasil dari penemuan evakuasi jenazah di lokasi longsor Cugenang pada Kamis (24/11) pagi.  Hingga kemarin, masih ada sebanyak 39 orang yang masuk ke dalam tahap pencarian.

Kepala BNPB, Letjen Suharyanto mengatakan, korban yang berhasil ditemukan bernama Nining (64) warga Desa Cijedil, Kecamatan Cugenang. “Hari ini (kemarin, red) petugas gabungan berhasil menemukan satu jenazah atas nama Ibu Nining (64), sehingga korban meninggal bertambah jadi 272 orang,” katanya.

Letjen Suharyanto menambahkan, 165 jenazah berhasil teridentifikasi sesuai dengan nama dan alamat sedangkan 107 lainnya masih diidentifikasi.  “Saat ini masih ada 39 orang dalam pencarian. Dari jumlah tersebut 32 warga Desa Cijedil dan tujuh diantaranya warga yang tengah melintas,” ujarnya.

Baca Juga  Cekcok dengan Istri, Anggota Polri Lepaskan Tembakan

Sebanyak 6.000 petugas gabungan dari unsur TNI/Polri, Basarnas dan BPBD diterjunkan dalam proses pencarian korban yang hilang di Jalan Raya Cipanas-Puncak.

Dari 15 kecamatan yang terdampak gempa, ada 56.311 rumah mengalami kerusakan ringan hingga berat. “Kondisi cuaca yang masih sering turun hujan menjadi kendala petugas dalam upaya proses pencarian dan ketebalan tanah longsor yang menutupi para korban hilang,” tegasnya.

Tim SAR gabungan yang berasal dari berbagai unsur yakni TNI, Polri, Basarnas, BPBD, Damkar, Komunitas dan Relawan terus berupaya mencari korban yang masih tertimbun material longsoran di Kampung Cibereum RT01/RW01 Desa Cijedil, Kecamatan Cugenang.

Kamis (24/11) pagi, ditemukan satu jenazah berjenis kelamin perempuan dengan usia perkiraan 64 tahun. Penemuan tersebut semakin menambah semangat Tim SAR gabungan untuk terus mencari jenazah yang diduga masih tertimbun material longsoran di sekitar lokasi bencana.

Baca Juga  Delapan Singa di India Dinyatakan Positif Covid-19

Pencarian sempat beberapa kali terhenti, lantaran situasi arus lalulintas dan cuaca yang kerap sedikit menunda evakuasi.

Sekitar pukul 17.00 WIB, Tim SAR gabungan kembali menemukan satu unit kendaraan yang diduga berisi tujuh orang penumpang dengan jarak dari atas tebing hingga menyebrang sungai sekitar 500 meter.

Bukan tanpa kendala, tim SAR gabungan terpaksa harus menunda evakuasi jenazah yang diduga berisikan rombongan guru taman kanak-kanak tersebut. Dikarenakan waktu dan kondisi yang sudah mulai gelap.

Dari informasi yang berhasil dihimpun, ada tiga kendaraan yang berhasil dievakuasi yakni satu unit mini bus, truk dan motor. Sementara dua lainnya yakni bak terbuka berisikan buah-buahan dan mobil mini bus yang diduga berisi tujuh korban belum dilakukan evakuasi.

Baca Juga  Presiden Jokowi : Seabad Indonesia Pendapatan Rp27 Juta per Kapita per Bulan

“Mobil mini bus yang ditemukan masih perlu kita pastikan jumlahnya, baru diduga karena kendalanya mulai gelap. Selain itu, tebal material, labil daerah yang masih terjadi gempa susulan, cuaca dan posisi kendaraan berada di bawah sehingga alat berat sulit menjangkau. Kita pun harus manual,” ujar Relawan Sabawana Social Responted, Eko Sulistyo.

Lanjutnya, dari hasil pemetaan, didapati beberapa titik yang sudah disisir yang diduga terdapat jenazah. Pasalnya, pada titik tersebut, tim mencium bau jenazah yang sudah lama.

“Kita sudah tandai titiknya. Kurang lebih ada empat titik yang diduga ada jenazah. Kemungkinan besok (hari ini, red) akan dilanjutkan setelah breafing pada pukul 07.00 WIB,” tutupnya. (byu/kim)