Bangunan Terdampak Gempa Cianjur Rusak
Salah satu bangunan yang terdampak bencana gempa di Cianjur. FOTO: IST/NET
yamaha-nmax

RADARDEPOK.COM, CIANJUR — Direktorat Jenderal Bimas Islam Kementerian Agama akan menyiapkan bantuan untuk perbaikan Kantor Urusan Agama (KUA) dan rumah ibadah yang rusak akibat gempa di Cianjur, Jawa Barat. Kemenag mencatat kerusakan terjadi cukup banyak di beberapa lokasi.

“Sejumlah fasilitas umum mengalami kerusakan. Misalnya ada 21 masjid dan lima gedung KUA yang rusak. Dari lima gedung itu, tiga KUA rusak ringan dan dua KUA rusak berat,” ucap Plt Sekretaris Ditjen Bimas Islam Kemenag, M. Adib, Rabu (23/12).

Adib menambahkan, Kemenag melalui Ditjen Bimas Islam akan membangun kembali KUA yang rusak parah dan merenovasi KUA yang rusak sedang. Pihaknya juga akan memberikan bantuan bagi masjid yang mengalami kerusakan akibat gempa.

Baca Juga  Kompol Yuni yang Terjerat Kasus Narkoba Memiliki Hutang Rp 340 Juta

“Jumlahnya nanti kita lihat sesuai kemampuan anggaran. Sepulang dari sini kita akan segera melakukan rapat dan memutuskan langkah terbaik secepatnya,” sambungnya.

Layanan KUA, secara bertahap akan dilaksanakan. Untuk sementara layanan akan digelar di tempat darurat.

“Kita sedang mencari lahan sementara untuk disewa agar layanan bisa segera dilakukan. Karena masih tahap evakuasi. Kita juga akan memberikan dukungan alat pengolah data untuk layanan KUA,” tuturnya.

Selain bantuan sarana dan prasarana, Kemenag juga akan mengerahkan penghulu dan penyuluh agama Islam untuk memfasilitasi layanan trauma healing bagi penyintas.

“Akan kita kumpulkan (penghulu dan penyuluh), kita berikan pembekalan, dan dibagikan ke posko-posko. Kita sedang melakukan mitigasi sekaligus menyiapkan posko,” jelasnya.

Baca Juga  Polrestro Depok Gagalkan Peredaran Narkoba Malam Tahun Baru

Tim layanan trauma healing ini, lanjut Gus Adib, akan diberi pembekalan terlebih dahulu di Kantor Kemenag Kabupaten Cianjur. Menurutnya, penyintas juga membutuhkan motivasi agar tetap semangat melanjutkan hidup.

“Penyintas mengalami trauma. Penghulu dan Penyuluh Agama Islam kita siapkan untuk memberikan motivasi sekaligus pendampingan agar penyintas tidak terlalu terpuruk dan terus bersemangat menghadapi ujian serta melanjutkan hidup,” tandasnya.

Diketahui, gempa bumi dengan magnitudo 5,6 melanda wilayah barat daya Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat, pada Senin (21/11) pukul 13.21 WIB. Menurut BMKG, pusat gempa bumi itu berada di koordinat 6,84 Lintang Selatan dan 107,05 Bujur Timur, sekira 10 kilometer barat daya Kabupaten Cianjur, pada kedalaman 10 km.

Baca Juga  Bansos Ditolak Gegara Lihat AC, Tim Verifikasi Dinkes Depok Langsung Coret

Getaran gempa dirasakan hingga wilayah Jakarta, Bekasi, Depok, Bogor dan wilayah di Jawa Barat lainnya. BMKG memastikan gempa tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

Berdasarkan data BPBD Kabupaten Cianjur, bencana alam ini telah merenggut jiwa sebanyak 268 orang. Sedangkan hampir 2 ribu lainnya luka-luka. Kemudian jumlah pengungsi mencapai 58 ribu orang. (jpc/rd)