Pelatihan pengolahan sampah GOW Depok di FMIPA UI
KUNJUNGAN: Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kota Depok bersama dengan FMIPA Universitas Indonesia, melakukan giat pemodelan pengolahan sampah di Laboratorium Parangtopo FMIPA Universitas Indonesia, kota Depok. Kamis (24/11). FOTO: ISTIMEWA
yamaha-nmax

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kota Depok bersama dengan FMIPA Universitas Indonesia, melakukan giat pemodelan pengolahan sampah di Laboratorium Parangtopo FMIPA Universitas Indonesia, kota Depok. Kamis (24/11).

Ketua GOW Kota Depok, Hj. Asri Mulyanita menyebutkan, kegiatan kunjungan ini merupakan pelatihan pengolahan sampah hingga bisa menjadi pupuk cair dan kompos di Universitas Indonesia Fakultas MIPA.

“Alhamdulillah tadi disambut baik oleh Dekan FMIPA pak DR Dede Djuhana, didampingi Wakil Dekan 1 dan 2, serta dari pimpinan LST MIPA,” ungkap Asri Mulyanita kepada Radar Depok, Jumat (25/11).

GOW Depok di FMIPA UI

Asri Mulyanita menuturkan, kegiatan ini juga sebagai field trip dalam rangka melihat langsung dan memanfaatkan edukasi dari tim ahli para dosen FMIPA. Program ini akan berkelanjutan, supaya dalam pengolahan limbah ibu-ibu mendapatkan pendampingan dari akademisi, dan jadi semakin bertambah kreatifitas dalam pegelolaannya.

Baca Juga  Fakta Polandia, Bendera yang Terbalik dari Indonesia dan Negara dengan 2.000 Danau

“Ini juga sebagai rangkaian Hari Ibu. Rencananya tanggal 7 nanti ada donor darah dan pemeriksaan kesehatan, khususnya vaksmil,” terang Asri Mulyanita.

Asri Mulyanita yang pernah menjabat sebagai Ketua IWAPI Kota Depok ini berharap, GOW dalam menjalankan programnya ingin lebih focus kepada hal-hal yang sifatnya menggali potensi anggota tentang lingkungan hidup, khususnya masalah limbah.

GOW Depok Kunjungi FMIPA UI

“Perempuan salah satu pemasok penghasil sampah. Jadi, harus segera diberikan kesadaran terus mengedukasi, karena sampah bisa menjadi peluang menambah nilai ekonomi,” ucapnya.

Asri mengatakan, banyak sampah yang terkait dengan keseharian perempuan, baik sampah dari dapur hasil masakan barang-barang, bekas tempat make up, baju-baju bekas, pampers, dan lain-lain.

“Ini perlu terus bimbingan, agar serius ketika mencari solusi dalam penumpukan sampah khususnya di Kota Depok,” pungkasnya. (**/gun)

Baca Juga  Pengabdian Masyarakat UI Sasar Kukusan