Profil Timnas Kamerun
Timnas Kamerun. FOTO: IST/NET
yamaha-nmax

RADARDEPOK.COM, QATAR — Kamerun kembali menjadi salah satu wakil Afrika di Piala Dunia. Tim The Indomitable Lions lagi-lagi bakal menjadi tim kuda hitam di gelaran Piala Dunia 2022 kali ini.

Sejak debut di Piala Dunia 1982 silam, prestasi terbaik Kamerun adalah mencapai babak perempat final. Prestasi itu ditorehkan pada edisi Piala Dunia 1990 di Italia.

Empat tahun lalu di Rusia, Kamerun tak ambil bagian di Piala Dunia 2018. Kini, tim yang ditukangi sang legenda, Rigobert Song, Kamerun tentunya ingin mengubah nasib. Dengan kata lain, Vincent Aboubakar dkk tak ingin lagi mentok di fase grup.

“Kami akan mencoba melangkah lebih jauh. Saya optimistis, karena pemain Kamerun punya tekad yang sangat kuat,” kata Song.

Timnas Kamerun akan mengawali laga di Grup G Piala Dunia 2022 kontra Swiss pada 24 November di Al Wakrah Stadium. Empat hari berselang, tepatnya pada 28 November, Kamerun menantang Serbia di Al Wakrah Stadium. Lalu, pada 3 Desember, giliran tim kuat Brasil yang akan mereka hadapi di Lusail Iconic Stadium.

Baca Juga  Modus Pecah Kaca di Depok, Dua Menit Gasak Puluhan Juta

Pemain Bintang: Vincent Aboubakar

Kamerun sebenarnya memiliki sederet amunisi nan mumpuni. Sebut saja misalnya Karl Toko Ekambi (Lyon), Eric Maxim Choupo-Moting (Bayern Munich), Andre-Frank Zambo Anguissa (Napoli), Ignatius Ganago (Lens), serta Georges-Kévin Nkoudou (Besiktas).

Namun, tak berlebihan kiranya bila Aboubakar layak disebut sebagai pemain bintang. Soalnya, striker berusia 30 tahun kepunyaan Al Nassr ini punya catatan mengilap di Piala Afrika 2022.

Torehan enam gol dalam lima laga membuat eks tukang gedor Besiktas itu menyegel puncak top skorer. Dia melewati koleksi legenda Kamerun, Samuel Eto’o, dengan raihan lima gol.

Ketajamannya di jantung pertahanan lawan sangat menentukan nasib Kamerun di Piala Dunia 2022.

Profil Pelatih: Rigobert Song

Baca Juga  Daftar Tim Piala Dunia 2018

Kamerun saat ini berada di tangan yang tepat. Ya! Rigobert Song tak hanya kaya pengalaman saat jadi pemain, namun juga banyak makan asam garam di dunia kepelatihan.

Sebelum naik pangkat ke tim senior pada 2022, juru taktik nyentrik yang juga legenda Kamerun ini terlebih dulu dipercaya menukangi Timnas Kamerun U-23 selama empat tahun, dari 2018 hingga 2022.

Song yang juga pernah memperkuat Liverpool, West Ham United, Lens, dan Galatasaray, merupakan sosok pelatih yang dekat dengan pemain. Dia punya kharisma.

Sejauh ini, belum ada sebiji gelar pun yang diberikan Song kepada Kamerun. Namun, rakyat Kamerun optimistis mental pemenang Song saat jadi pemain timnas (1993–2010) bisa menular.

Ketika masih aktif sebagai pemain, Song mempersembahkan dua trofi Piala Afrika. Dia juga bagian dari skuad inti Kamerun di Piala Dunia 1994, 1998, 2002, dan 2010.

Baca Juga  Gawat, Bareskrim Telusuri Rangkaian Pembunuhan di Rumah Magelang

Skuad Resmi Kamerun

Kiper: Devis Epassy (Abha), Andre Onana (Inter Milan), Simon Ngapandouetnbu (Marseille).

Bek: Jean-Charles Castelletto (Nantes), Enzo Ebosse (Udinese), Collins Fai (Al-Tai), Olivier Mbaizo (Philadelphia Union), Nicolas Nkoulou (Aris), Nouhou Tolo (Seattle Sounders), Christopher Wooh (Rennes).

Gelandang: Andre-Frank Zambo Anguissa (Napoli), Samuel Gouet (Mechelen), Martin Hongla (Hellas Verona), Pierre Kunde (Olympiacos), Jerome Ngom (Colombe Dja), Olivier Ntcham (Swansea City), Gael Ondoua (Hannover 96).

Penyerang: Vincent Aboubakar (Al-Nassr), Christian Bassogog (Shanghai Shenhua), Eric Maxim Choupo-Moting (Bayern Munich), Karl Toko Ekambi (Lyon), Bryan Mbeumo (Brentford), Moumi Ngamaleu (Dynamo Moscow), Georges-Kevin Nkoudou (Besiktas), Jean-Pierre Nsame (Young Boys), Marou Souaibou (Coton Sport).

Road to Qatar

Kamerun harus kerja ekstra keras demi mengantongi satu tiket ke putaran final Piala Dunia 2022. Indomitable Lions menyingkirkan Aljazair di playoff babak ketiga kualifikasi zona Afrika. (bln/rd/net)