PENCAK SILAT : Siswi SMP Setia Negara Depok, Ariendita Putri berhasil memenangkan medali emas Cimanggis Cup 2 di GOR Depok.
yamaha-nmax

RADARDEPOK.COM – Ariendita Putri, anak kedua dari tiga bersaudara ini menekuni silat sejak kecil. Hidup di lingkungan keluarga yang berketurunan silat, dia pantang menyerah untuk mendapatkan medali emas di setiap terjun karirnya.

Laporan : Audie Salsabila Hariyadi

Di dalam ruangan Kepala Sekolah SMP Setia Negara, Deni Khaidir, yang sejuk serta tenang. Terdapat siswi yang manis nan ceria sedang berbincang dengan kepala sekolahnya untuk membahas kejuaraan silat yang diraihnya beberapa hari lalu.

Ariendita Putri, siswi kelas 9 di SMP Setia Negara yang berada di Jalan Raya Sawangan Nomor 23, Depok, Kecamatan Pancoran Mas ini menjuarai pertandingan Pencak Silat Cimanggis Cup 2 tanding putri, tingkat pelajar. Dia berhasil mengkalungi medali emas serta membawa piagam juara 1.

Kerap disapa Dita, dia bersama 1896 atlet yang berasal dari Jabodetabek bertanding di GOR Depok, Jalan Boulevard Grand Depok City, Tirtajaya, Kecamatan Sukmajaya. Pertandingan ini berjalan sejak 11 hingga 13 November. Terjun pertama kalinya, ia merasa harus memenangkan emas atas kerja kerasnya selama empat tahun itu.

Baca Juga  Gugus 5 Mentari Bahas PTK

“Sejak kelas 5 SD udah ikut pencak silat karena pertama buat nyari prestasi, kedua untuk perlindungan diri karena aku perempuan ya, takutnya banyak catcalling atau pelecehan secara tidak langsung, jadi untuk perlindungan diri semisalnya ada hal yang tidak diinginkan terjadi, aku sudah punya perlindungan,” jelasnya dengan antusias, Jumat (18/11).

Tanpa paksaan dari siapapun, tekadnya untuk terjun ke dalam bela diri yang berasal dari Indonesia ini membawa ia masuk ke dalam pelatihan di Padjajaran Cimande dengan cabangnya yang berada di Masjid Al Barkah, Pancoran Mas, Kecamatan Pancoran Mas. Selama bertahun-tahun itulah, dia menimba ilmu di perguruan. Dia juga selalu mendapatkan tawaran untuk tanding.

“Kebetulan pertandingan pertama itu kemarin. Soalnya kalo di pribadi aku sendiri, aku mau mupuk ilmu dulu nih, ilmu aku udah benar-benar paten, udah benar-benar bagus, baru aku pergi turun. Sampai ada yang bilang, ‘Kamu kapan turun, kamu udah cukup bagus, cari aja pengalaman’. Aku bilang, aku gamau, kalo mau turun, aku harus menang, aku harus dapat emas,” tuturnya dengan optimis.

Baca Juga  Danramil Sawangan Pembina Upacara di SMKN 2

Berlanjut, Dita bercerita tentang pengalaman pertandingan pertama kalinya itu. Di Pencak Silat, selain kekuatan fisik yang digunakan, akal untuk dapat membaca prediksi musuh menyerang juga harus diperlukan. Dita harus bisa membaca apakah musuh tersebut atau tidak dikarenakan dia pun juga harus mengontrol dirinya agar bersikap tenang atau agresif. Pembacaan gerak-gerik musuh harus dilakukan kurang dari 10 menit.

“Alhamdulillah pertandingan kemaren gak dapet pelanggaran, tapi lawan aku dapet. Dia narik baju, karena kan narik baju gak boleh ya, takutnya malah jadi robek atau gimana gitu. Dia kena pelanggaran 1 dikurang 1 poin,” ungkapnya.

Dengan perjuangannya itu, di samping latihan setiap seminggu dua sampai tiga kali dalam waktu tiga hingga empat jam, Dita juga terdapat persiapan lainnya seperti beribadah dan pantangan untuk memakan makanan pedas hingga meminum minuman yang dingin. Tidur yang cukup dan teratur harus rutin dilakukan.

“Makan makanan biasa sama minum minuman anget kaya teh hangat, sama latihannya dirutinin gitu. Makanan pedas bisa mengganggu pernapasan. Jadi kan panas, bikin panas gitu paru-parunya, jadi kaya ngos2an gitu loh. Kalau es kan paru-parunya dingin jadi paru-parunya beku,” ucapnya lagi.

Baca Juga  Mengutil, Perempuan Ini Diikat Warga Depok

Benar saja, dengan persiapannya yang matang, gadis kelahiran 11 Desember 2007 ini berhasil meraih emas untuk pertama kalinya. Dia juga berkata, dengan memulainya di Cimanggis Cup 2. Dita akan berlanjut untuk Kejuaraan Kemenpora Cup.

Dari akhir cerita tersebut, Deni Khaidir merasa bangga atas prestasi Dita yang sebelumnya tidak diketahui oleh pihak sekolah. Dia berpesan untuk terus mendukung prestasi Dita hingga ke titik yang dia inginkan.

“Sebelumnya tidak diketahui kalau ariendi masuk klub silat di luar sekolah. Kebanggaan tersendiri bagi sekolah apalagi se-SMP tingkat Jabodetabek dia yang dapet. Harapannya prestasinya ini bisa menambah poin menjadi masuk ke sekolah negeri dan itu bisa membantu nanti jika masuk sekolah negeri,” pungkasnya dengan senyum lembut. (*/rd)

Jurnalis : Audie Salsabila Haryadi

Editor : Indra Siregar