jelantah
PENYIMPANAN : Pada salah satu bangunan, letaknya di Nomor 60, di RT3/4, Kelurahan/Kecamatan Sukmajaya, Depok. Menyimpan banyak jerigen Minyak Jelantah.
yamaha-nmax

Banyak orang menyepelekan minyak bekas atau minyak jelantah. Dianggap tak bernilai. Padahal, manfaat minyak jelantah ini cukup banyak. Seperti program yang dijalankan Yayasan Sahabat Edukasi Lingkungan di Depok.

Laporan : Wilda Apriyani

RADARDEPOK.COM, Tangan Abdullah Gojali berlumur minyak. Mengkilap dengan sedikit kotor. Siang itu, ia sedang menyusun beberapa jeriken berisi minyak jelantah. Minyak bekas yang rencananya akan diolah kembali menjadi barang bernilai.

Minyak-minyak ini kami kumpulkan dari warga. Dikumpulkan dari koordinator kami,” Gojali membuka pembicaraan.

Ada puluhan jeriken yang ia susun. Ditumpuk tiga. Sudah dua tahun ini Gojali bergumul dengan minyak sisa rumah tangga, sembari tetap mengurus pengolahan sampah.

Ia menilai masih banyak masyarakat yang menganggap remeh minyak jelantah. Padahal menurutnya minyak jelantah itu masih bernilai ekonomis. Minyak jelantah yang kerap dibuang sebagai limbah, bisa disulap menjadi produk bernilai guna di tangan Abdullah Gojali.

Baca Juga  Mural Kampanyekan Hidup Sehat Kota Depok

Saya ingin budaya masyarakat dalam mengolah sampah berkembang. Sumber limbah yang mereka buang sebenarnya mempunyai banyak manfaat,” jelasnya sambil berteduh dari teriknya matahari.

Empat bulan lamanya, jeriken minyak mulai memenuhi ruang bangunan. Minyak bekas tersebut berasal dari masyarakat, yang pengumpulannya di 33 titik koordinator. Minyak jelantah yang terkumpul sebanyak 300-400 liter.

Dibawah saung yang dipenuhi dengan tanaman hijau ia menceritakan, dampak dari limbah minyak jelantah ini dapat mencemari tanah warga yang dilaluinya.

“Pencemaran tanah akan menyebabkan pori-pori tanah tertutup dan tanah menjadi keras sehingga tidak mampu lagi mendukung aktivitas manusia,” ucapnya.

Selain itu, minyak jelantah juga memiliki sifat nonpolar atau tidak dapat larut di dalam air. Alhasil, membuang minyak jelantah secara sembarangan dikhawatirkan bisa mencemari lingkungan.

Baca Juga  Konsep IKN Nusantara Dihujani Kritikan dari Para Arsitek

Adanya inovasi dan perkembangan teknologi di masa depan memungkinkan pengolahan minyak jelantah ini akan semakin beraneka ragam. Salah satu produk turunan yang dapat dihasilkan sebagai hasil pengolahan minyak goreng bekas adalah Biodiesel.

Biodiesel dapat digunakan sebagai substitusi minyak solar bagi mesin diesel untuk sektor transportasi ataupun industri.

Gojali mendistribusikan hasil Minyak Jelantah dengan PT Hijau Daun Energi yang berada di Cakung. Ini bisa digunakan sebagai bahan bakar alternatif mesin diesel.

Semoga program ini bisa terus berlanjut, sampai Kota Depok mampu memanfaatkan limbah rumah tangga masyarakat untuk nilai ekonomi yang berguna,” tukasnya. (*)

Editor : Junior Williandro