koni
BERLAGA : Salah satu Cabor asal Kota Depok ketika berlaga dalam perhelatan Porprov Jawa Barat Tahun 2022. DOK. RADAR DEPOK
yamaha-nmax

RADARDEPOK.COM, DEPOKBuntut dari sejumlah dugaan kecurangan dalam perhelatan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat Tahun 2022. Jajaran Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Depok bakal menggruduk Kementerian Pemuda dan Olahraga.

Hal itu disampaikan langsung Kepala Bidang Organisasi pada KONI Kota Depok, Wido Pratikno. Dia mengatakan, aski itu terpaksa dilakukan jika somasi yang dilakukan terhadap KONI Provinsi Jawa Barat tidak juga digubris.

“Saya minta pada Ketua KONI Kota Depok untuk somasi KONI Jabar kalau gak direspon juga kita akan ke KONI pusat, kalau gak bisa juga kita akan demo di Kementerian Olahraga. Hal ini untuk kita bangun semangat atlit yang berjuang dan dikalahkan dengan aturan dadakan,” ungkapnya kepada Radar Depok, Selasa (22/11).

Baca Juga  32 SMP Bentrok di LPI Depok, Ini Harapan Sekda

Pihaknya mensomasi KONI Provinsi Jawa Barat karena adanya sejumlah indikasi kecurangan. Misalnya, atlit yang telah berumur 37 Tahun yang ikut berhelat dalam Porprov Jawa Barat.

“Contohnya, di Cabor Atletik itu atas nama Agus Prayoga, usianya sudah 37 tahun, seharusnya sudah tidak boleh main. Tetapi dalam meeting untuk atletik di Jawa Barat memberikan penghargaan pada Agus Prayogo, diberikan satu nomor saja,” ujarnya.

Namun, keluh dia, Agus Prayogo bermain dalam tiga nomor pertandingan dan berhasil menyabet medali emas. Lalu, medali peraknya berhasil diraih Kota Depok.

Dia meyakni, medali emas yang diraih Agus Prayoga harusnya jatuh ditangan Simbolon yang merupakan atlit Cabor Atletik yang berhasil menyabet medali perak pada Cabor tersebut.

Baca Juga  Selasa, 11 Pengurus Dewan Pendidikan Depok Diumumkan

“Seharusnya, dia mendapatkan bonus dari Pemkot Depok karena dapat medali emas. Tapi gak dapat akhirnya. Nah sampai detik ini, masih dalam proses somasi,” beber Wido.

Bahkan, Wido memperkirakan, Kota Depok telah kehilangan 10 medali emas dari beberapa Cabor. Hal itu dipengaruhi oleh aturan dadakan yang dibuat KONI Provinsi Jawa Barat.

“Atlit Agus Prayogo itu tahu-tahu dipakai Ciamis karena Ciamis tuan rumah, lompat jauh juga sama tahu-tahu datang yang tidak ikut babak kualifikasi,” terangnya. (rd/ger)

Jurnalis : Gerard Soeharly

Editor : Junior Williandro