BERBAGI: Hariyanro Arbi bagi-bagi puluhan baju, sepatu, raket dan net untuk memberikan semangat kepada siswa-siswi SDN Pondok Cina 1 di Jalan Stasiun Pondok Cina, Kelurahan KemiriMuka, Kecamatan Beji, Kota Depok, Selasa (22/11). ASHLEY/RADAR DEPOK
yamaha-nmax

RADARDEPOK.COMKisruh alih fungsi SDN Pondok Cina (Pocin) 1, sepertinya akan segera berakhir. Selasa (22/11), pemerintah kota (Pemkot) Depok lagi-lagi menghembuskan angin pemecah persoalan. Kabarnya, pemkot bakal konsultasi ke Provinsi Jawa Barat (Jabar) dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), untuk menyelesaikan polemik tersebut.

Walikota Depok, Mohammad Idris, menegaskan, Pemkot Depok bersama Forkopimda akan berkolaborasi  bersama pemerintah provinsi untuk menyelesaikan hal ini. Karena memang sudah ditentukan pada awal tahun, dan ini  menjadi program strategis provinsi di Kota Depok. “Maka dkami akan melakukan seluruh konsultasi ke pemerintah provinsi,”  kata Idris saat dikonfirmasi Harian Radar Depok, Selasa (22/11).

Dia menambahkan, sudah ada intervensi anggaran yang harus di eksekusi. Sebab, untuk meniadakan atau meniadakannya, harus ada proses birokasi yang dilalui. “Kewenangan pemerintah eksekutif itu memang dari awal kan sudah menjadi tanah yang bersertifikat dari BPN, oleh walikota untuk diperuntukkan SDN. Sertifikatnya sendiri itu baru tahun 2017,”  tambahnya.

Baca Juga  Bank Bukopin Naik Peringkat jadi AA- dari Fitch Ratings Indonesia

Dia menyebut, Pemkot Depok hanya mencarikan aset sebagai ajuan pembangunan masjid. Lantas, aset yang tersedia di Margonda hanya SDN Pocin 1. Sebab, untuk lahan baru satu meternya seharga Rp35 juta. “Makannya alternatifnya gimana, kami dipelajarilah dan  ternyata  aset tersebut memang layak dalam sisi keamanan, kenyamanan dan keselamatan siswa di jalan Margonda. Dan tingkat kecelakaannya terlalu besar,” jelas Idris.

Idris pun menegaskan, semua birokasi untuk pembangunan masjid agung di SDN Pocin 1 sudah diselesaikan. Bahkan, dia mengaku, sudah ada tanda tangan mengenai penganggarannya. “Ketika anggaran DED dan akan dilelang, berarti kan ada interfensi anggaran.  Gak mungkin kalau ada DED tapi gak ada kajiannya, itu berarti melanggar,” terang Idris.

Baca Juga  Gapura Heritage Depok Mangkrak

Pantauan Radar Depok di SDN Pondok Cina 1, mantan juara Piala Thomas empat kali Hariyanto Arbi, tebarkan keceriaan kepada siswa-siswi dengan berbagai kegiatan berbau bulutangkis pada pada Selasa (22/11) sekitar pukul 09:50 WIB.

Pebulutangkis berjuluk ‘Smash 100 Watt’ itu mengaku, kedatangannya guna memberikan semangat kepada siswa-siswi SDN Pocin 1, dengan mengadakan beberapa game seru serta membagikan puluhan baju, sepatu, raket dan net.

“Harapannya untuk SDN Pocin 1 bisa dicari solusi yang terbaik. Ya mudah-mudahan terus semangat belajarnya, terus ditingkatkan karena sekolah penting sekali. Jadi, semoga ada penyesuaian yang terbaik lah buat anak-anak,” ujar Hariyanto kepada Harian Radar Depok, Selasa (22/11).

Koordinator wali siswa, Ecy Tuasikal mengatakan, sekolah kini sudah mengalami pemadaman listrik, air dan wifi  akibat tidak dibayarkan pihak sekolah. Selain itu, biaya pengangkutan sampah juga tak kujung dibayar.

Baca Juga  Horee, Commuter Line Gratis

“Soal listrik itu kan anak-anak belajar harus ada penerangan. Jadi orang tua sumbangsih patungan. Sampah juga, tiap angkut Rp50 ribu, itu kan buat kesehatan anak-anak juga karena  sudah ada lalat dimana-mana. Ya,mau gak mau itu harus dilakukan,” tegas Ecy.

Lebih lanjut, pihaknya sudah mengirimkan surat Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil pada Senin (21/11) kemarin. Surat tersebut guna melihat langkah yang akan dilakukan pihak Pemprov, usai statemen yang dilontarkan Ridwan Kamil di Media sosial pribadinya.

“Kita minta penegasan saja kalau memang betul ada alternatif  lain. Jangan hanya statemen saja, paling tidak itu disampaikan melalui surat resmi.  Sehingga bisa menjadi kebijakan untuk walikota,” tutup Ecy.(mg10/ger)

Jurnalis : Ashley Angelina Kaesang, Gerard Soeharly

Editor : Fahmi Akbar