Anggota DPRD Jawa Barat, Waras Wasisto. Istimewa
yamaha-nmax

RADARDEPOK.COM – Anggota DPRD Jawa Barat, Waras Wasisto menilai Indonesia telah sukses menjalankan peran presidensi G20. Hal ini didasari pada keberhasilan Indonesia menjalankan peran tradisionalnya sebagai middle power dan sebagai negara non-blok.

Diketahui, perhelatan event internasional tersebut, dilaksanakan saat perang antara Rusia dengan Ukraina yang berlangsung sejak Presiden Vladimir Putin mengumumkan hal itu secara resmi sejak 24 Februari lalu.

Beberapa pihak menilai absennya Rusia di Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Bali pada 15-16 November 2022 lalu menjadi kegagalan Indonesia memainkan peran presidensi G20. Namun, bagi Waras Wasisto, KTT G20 di Bali bukti keberhasilan Indonesia menjalankan peran tradisionalnya sebagai middle power dan sebagai negara non-blok.

“Indonesia telah menegaskan tidak berada di blok timur atau barat, namun Indonesia sebagai Indonesia,” kata Waras Wasisto.

Terlepas dari isu tersebut, Waras Wasisto mengapresiasi Presiden Joko Widodo (Jokowi), instansi pemerintahan, aparat keamanan hingga masyarakat yang telah menyukseskan KTT G20 di Bali tersebut.

Baca Juga  KPU Depok Bersyukur Dapat Optimalkan Anggaran

Menurut politikus Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan ini, ada beberapa indikasi penyelenggaraan KTT G20 di Bali berjalan sukses. Salah satunya hampir seluruh kepala negara dan pemerintahan serta pimpinan organisasi internasional hadir.

“Selama penyelenggaraan KTT G20 berlangsung kondusif dan keamanan terkendali,” papar Waras Wasisto.

Wakil rakyat dari Dapil Jabar VIII (Kota Depok-Kota Bekasi) ini pun sepakat dengan Gurubesar Hukum Internasional Universitas Indonesia (UI), Prof Hikmahanto Juwana yang menilai suksesnya KTT G20 di Bali lantaran berbagai program dari tiga tema yang diusung oleh Indonesia selama 1 tahun berhasil diimplementasikan dan disepakati.

“Pak Jokowi juga mendapat apresiasi dari dunia terkait upaya untuk menyelesaikan perang di Ukraina meski masih berlangsung. Ini juga merupakan salah satu indikasi keberhasilan G20 di Bali,” terang Waras Wasisto.

Baca Juga  Bawaslu Depok ingin KPU Jeli Seleksi PPK

Poin berikutnya dari indikasi suksesnya KTT G20 adalah banyaknya bilateral meeting yang dilakukan di sela-sela KTT G20. Dan yang menjadi bilateral meeting terpenting adalah pertemuan antara Presiden AS Joe Biden dan Presiden China Xi Jin Ping yang berkomitmen untuk bersaing tanpa melibatkan penggunaan senjata dan kekerasan.

“Seperti yang Prof Hikmahanto sebutkan, di forum tersebu tidak ada negara yang kehilangan muka dalam Leaders’ Declaration meski Rusia mendapat kecaman dari sebagian anggota G20 yang merujuk pada Resolusi Majelis Umum mengingat dalam deklarasi disebutkan bahwa Forum G20 bukan tempat pembahasan masalah politik,” ujarnya.

Selain itu, organisasi keuangan internasional, World Bank dan International Monetary Fund (IMF) mengapresiasi Indonesia yang berhasil menggelar KTT G20 di Bali pada 15-16 November 2022.

“Perwakilan dari dua lembaga ini menyatakan kesuksesan G20 membuat posisi Indonesia patut diperhitungkan di kancah global,” ungkapnya bangga.

Baca Juga  Bertemu Presiden, Komunitas Warteg Curhat 3 Hal

Kemudian, dalam KTT G20 di Bali kemarin, sambung Waras Wasisto, salah satu hasil konkret dari keberhasilan Presidensi Indonesia dalam G20 2022 adalah disetujuinya mekanisme pandemic fund untuk pencegahan, persiapan, dan respons bagi ancaman pandemi.

“Ini juga inovasi yang sangat positif yang disampaikan Presiden Jokowi, upaya dunia dalam menanggulangi pandemi, khususnya membantu negara-negara yang kekurangan anggaran dalam menangggulangi pandemi, berkaca dari Covid-19,” sambungnya.

Dia berharap agar kesuksesan penyelenggaraan KTT G20 di Bali dapat membawa pengaruh positif untuk hubungan internasional dengan negara lain, khususnya penguatan serta pemulihan sektor ekonomi dan pariwisata di Indonesia.

“Kesuksesan ini menjadi peletup untuk menguatkan dan pemulihan sektor ekonomi dan pariwisata di Indonesia pasca pandemi Covid-19,” pungkas Waras Wasisto. (adv)