RADARDEPOK.COM - Keselamatan di jalan raya tidak hanya ditentukan oleh kondisi kendaraan atau kualitas infrastruktur, melainkan juga sangat dipengaruhi oleh perilaku pengendara itu sendiri.
Banyak kecelakaan lalu lintas terjadi akibat kebiasaan berisiko yang sebenarnya bisa dihindari dengan sikap disiplin dan kesadaran saat berkendara.
Beberapa perilaku pengendara di jalan sering kali menjadi pemicu kecelakaan, antara lain:
Baca Juga: Film Panggilan dari Kubur: Teror Jenazah yang Kembali Hidup
- Menggunakan ponsel saat berkendara meski – hanya beberapa detik, perhatian yang teralihkan bisa berakibat fatal.
- Mengabaikan perlengkapan keselamatan – masih banyak pengendara yang enggan memakai helm berstandar SNI atau jaket pelindung, padahal keduanya sangat penting untuk meminimalisir cedera jika terjadi benturan.
- Memacu kendaraan dengan kecepatan berlebih – semakin tinggi kecepatan, semakin sedikit waktu reaksi untuk menghindari bahaya.
- Menyalip sembarangan – seperti mendahului dari sisi kiri atau tanpa memberi isyarat, yang membahayakan diri sendiri maupun orang lain.
Baca Juga: Waktunya Liburan di Florawisata DCastello Ada 3 Promo Agustus Menarik!
- Tidak menjaga jarak aman – membuat pengendara tidak siap bila kendaraan di depan tiba-tiba berhenti.
- Berkendara melawan arus – selain melanggar aturan, perilaku ini sangat berisiko memicu kecelakaan fatal.
Safety Riding Development Section Head PT Daya Adicipta Motora, Ludhy Kusuma, menekankan bahwa kebiasaan sederhana seperti memakai helm berstandar SNI dan jaket pelindung bisa menjadi penyelamat nyawa untuk meminimalisir saat terjadinya kecelakaan.
“Perilaku berbahaya sering muncul karena pengendara merasa sudah terbiasa atau terlalu percaya diri. Padahal, di jalan kita tidak hanya bertanggung jawab pada diri sendiri, tetapi juga pada keselamatan orang lain,” jelas Ludhy.